“The people who are really in love get jealous over stupid things.”

Bila dinarasikan dalam film dan novel, potongan kalimat di atas akan terdengar manis, romantis, dan dimaklumi. Seolah-olah seberapa besar rasa cinta itu dibuktikan dari seberapa besar rasa cemburunya. Semakin dia cinta semakin dia takut kehilangan, dan semakin pula dia cemburuan. Tapi apa iya selalu demikian?

Advertisement

Ternyata, cemburu tidak seromantis kelihatannya lo. Cemburu tanda sayang itu tidak sepenuhnya benar, karena di beberapa kasus, cemburu yang berlebihan itu justru berbahaya dalam sebuah hubungan. Jadi, bila pasangan terlalu cemburuan padamu, jangan senang dan ge-er bahwa dia cinta mati padamu. Beberapa hal ini mungkin penyebabnya.

1. Insecure adalah penyebab utama rasa cemburu berlebihan ini. Takut akan ditinggalkan datang dari rasa tak sempurna dalam diri

insecure tinggi via www.pexels.com

“Jadi kamu lebih pilih pulang bareng temanmu daripada aku jemput? Karena aku naik motor ya?”

Dikutip dari Psychology Today, insecurity adalah penyebab paling sering orang cemburu berlebihan. Hal ini bisa dipicu oleh ego yang besar, atau jutru rasa rendah diri yang besar. Dia merasa punya banyak kekurangan sehingga tidak pantas untukmu. Sehingga saat melihatmu bersama orang lain atau asyik dengan kegiatan lain yang tidak melibatkannya, muncul rasa kekhawatiran dirinya akan dilampaui dan ditinggalkan.

2. Pasangan telat balas pesan sebentar, pikiran langsung melayang ke mana-mana. Ini tanda-tanda overthink juga

overthinking via www.pexels.com

Advertisement

“Aku chat jam 10.37 kok kamu baru balas pukul 10.54. Yang 17 menitnya kamu lagi ngapain??”

Pernahkah kamu mengalami momen di mana pikiran tak terkontrol? Satu hal terjadi, sudah ada 100 kejadian buruk yang muncul di kepala. Padahal hal-hal itu belum tentu terjadi. Memang hal ini dialami oleh banyak orang. Tapi di tahap-tahap tertentu, overthinking ini bisa membahayakan kesehatan mental dan merugikan sendiri. Hal ini pula yang terjadi dalam diri pasangan yang terlampau cemburuan. Kecenderungannya untuk overthinking membuat pikirannya tidak terkontrol sehingga mencurigaimu yang bukan-bukan.

3. Kurang mandiri dan punya rasa ketergantungan tinggi. Ini bukan berarti dia mencintaimu setengah mati

clingy via unsplash.com

“Jangan jauh-jauh dong. Aku tuh nggak bisa kalau nggak sama kamu.”

Ke mana-mana ditemani, melakukan apa-apa dibantu, pokoknya semua-semua harus sama kamu. Sekilas memang terlihat romantis dan tidak bisa lepas darimu. Tapi itu membuktikan hal lain juga, bahwa dia tidak bisa sendiri dan apa-apa tergantung kamu. Padahal kan selama belum sah dan halal, baik kamu dan dia bertanggung jawab atas hidup masing-masing. Mencintai dan bersama seseorang tidak harus melepaskan kemandirian bukan?

4. Belum bisa melupakan kenangan buruk di masa lalu. Barangkali hatinya perlu penyembuhan dulu

pernah terluka di masa lalu via www.pexels.com

“Aku udah pernah ditinggalkan dan itu sakit banget. Tolong maklumi kalau aku berlebihan, karena aku nggak mau kehilangan.”

Dalam beberapa kasus, cemburu yang berlebihan bisa diawali dari pengalaman buruk akan ditinggalkan. Di masa lalu, mungkin dia pernah sangat mencintai namun dikecewakan. Luka itu masih belum sembuh sepenuhnya, sehingga saat dia menjalin hubungan baru, rasa takut akan kehilangan yang sama itu muncul. Jika memang ini sebabnya, artinya tak selalu dia takut kehilangan dirimu. Bisa juga dia hanya tak ingin mengulang sakitnya kehilangan di masa lalu.

5. Cemburu dalam batas wajar itu biasa. Tapi cemburu berlebihan bisa jadi tanda gangguan mental

ada masalah yang lebih besar via www.pexels.com

“Kenapa kamu nggak ngerti-ngerti sih? Aku nggak suka kamu dibonceng orang lain selain aku! Jadi nggak usah naik-naik ojol, bilang aja kalau udah selesai, aku jemput!”

Cemburu-cemburu kecil mungkin terlihat lucu dan seru, serta sweet. Tapi tentunya harus ada batas yang diterapkan. Bila cemburu sudah berlebihan, bahkan tentang hal-hal sepele atau tak jelas yang seharusnya tak ada, perlu juga kamu pertanyakan ada apa sebenarnya. Karena bila sudah menjurus ke cemburu yang tidak sehat, hal itu bisa menandakan beberapa gangguan mental seperti paranoia atau pun obsessive compulsive disorder.

6. Cemburu itu bukan tentang kamu yang sangat dia cintai, melainkan tentang dirinya sendiri

semua tentang dirinya sendiri via www.pexels.com

“Nggak apa-apa dia cemburuan banget, kan dia emang sayang banget sama aku.”

Mudah untuk merasa disayangi saat pasangan cemburu buta. Mudah pula untuk menarik kesimpulan bahwa dia begitu karena tak ingin kehilanganmu, bahwa kamu adalah hal berharga dalam hidupnya. Tapi tidak selalu seperti itu. Karena seringkali cemburu bukan soal kamu yang sangat dia cintai, tapi tentang cintanya kepada diri sendiri. Dia tak ingin kehilangan kamu, karena dia tak mau merasakan kehilangan (lagi). Memang tak ada orang yang ingin tersakiti atau ditinggalkan, tapi bukankah kadang ada hal-hal yang memang harus direlakan?

Tak ada yang salah dengan rasa cemburu. Itu manusiawi dan bisa dialami oleh manusia yang memang dikarunia kekayaan emosi. Namun wajib pula diketahui cemburu yang wajar dan yang tidak wajar. Sebab meski banyak yang percaya #KononKatanya cemburu tanda sayang, itu bisa menandakan sebuah masalah yang lebih besar.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya