Menjadi seorang suami adalah sebuah hal yang seru sekaligus menegangkan. Tidak semudah saat diangan-angan saja. Menafkahi dan bertanggungjawab kepada keluarga sama sekali berbeda dengan saat masih bujang dahulu. Menjadi suami aja udah susah, apalagi menjadi seorang ayah.

Buat yang belum nikah apalagi belum jadi ayah, bagaimana sih bayangan atau ekspektasi kamu saat jadi seorang ayah?

Advertisement

Kebanyakan ekspektasi jelang menjadi ayah dan realita yang dihadapi ternyata nggak seirama. Hal ini dikarenakan ayah millenial punya tugas bersama merawat bayi yang baru lahir di dunia. Sebagai suami dan ayah yang harus bekerja setiap hari, kamu juga berkewajiban merawat anak kamu. Jangan dibebankan pada istri saja, apalagi kalau istri sama-sama bekerja.

Ekspektasi 1, habis nikah tetap mau begadang nonton bola. Realitanya begadang kalau anak nangis, bola urusan ke sekian-sekian

Ayah millenial via www.zwitsal.co.id

Anak muda usia 20-an pasti maniak banget sama hobinya, termasuk nonton bola. Pasti calon bapak dengan pede-nya bakal nonton bola meski bakal punya anak. Namun kenyataannya nol besar. Boro boro mikirin bola, kalai malam bayinya nangis mulu.

Ekspektasi 2, angan-angan untuk berhubungan seks rutin ambyar karena nggak sempet mikirin itu kalau bayi rewel. Anak tetap nomer satu

Realitanya nggak bisa ena ena sesuka hati via hellosehat.com

Baru nikah langsung punya anak bisa jadi mengganggu ‘masa pacaran’ yang masih terhitung bentar. Masa-masa kemesraan pengantin muda seketika harus terhenti karena punya anak.

Advertisement

Udah deh niatnya pengen ‘ngegas’ terus dalam urusan seks, eh realitany pasti ‘diganggu’ si kecil terus. Seringnya begadang ngurusin anak jadi nggak kepikiran urusan ena-ena. Yang sabar aja ya.

Ekspektasi 3, rencana liburan ke berbagai negara dalam rangka bulan madu hancur sudah ketika istri langsung hamil dan nggak bisa pergi jauh

liburan gagal terus via www.asmaraku.com

Sudah berapa banyak rencana liburan yang diwacanakan sejak sebelum menikah yang bisa terwujud pasca jadi suami dan ayah. Boro-boro liburan, nyari waktu berdua untuk quality time saja susahnya minta ampun. Adanya anak punya konsekuensi hilangnya waktu liburan bersama pasangan.

Ekspektasi 4, pengen hangout sama anak istri nonton bioskop atau ngumpul sama teman-teman, tapi agenda seperti itu jarang terwujud

Maaf ya, si kecil malah tidur jadi nggak bisa gabung via iprice.co.id

Diajak kumpul teman kuliah yang lama nggak ketemu, pasti bakalan asik banget. Tapi kalau udah punya anak sih nggak semudah itu. Kebanyakan tapinya ketimbang pastinya. Pas ada janji anak malah tidur lah, malah rewel lah, yang ujungnya harus ngalah sama anak.

Ekspektasi 5, mau cari kerjaan tambahan di rumah, apa daya dirusuhin si kecil terus. Kerja di rumah pun susah…

Sulit banget mengatur waktu via she.id

Biasanya sih seorang ayah akan mencari penghasilan tambahan untuk anaknya dan juga keluarganya. Atau paling tidak sang ayah bekerja lembur di rumah demi hasil kerja yang memuaskan. Namun simpan baik-baik ekspektasi ini karena kamu akan kesulitan bekerja di rumah karena bakalan diajakin anak-anak. Duh buka laptop aja susah banget.

Itulah curhatan ayah millenial tentang realita menjadi seorang ayah. Nggak ada yang perlu disesali dengan menjadi seorang ayah kok. #HipweeJurnal

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya