Tak banyak pasangan yang mau bertahan dalam sebuah hubungan jarak jauh. Halangan dan cobaan yang terlampau beragam membuat banyak pasangan memilih menyerah saja, bahkan sebelum benar-benar berjuang. Tak ada yang menyangkal, long distance relationship (LDR) memang berat. Kamu harus rela rongga jarimu ada kalanya kosong ketika jarak kembali menyesak di antara kalian.

Namun jika kamu dan dia memilih untuk terus bertahan meski jarak memisahkan, kamu harus yakin sudah bersama orang yang tepat untuk menjalaninya. Percayalah, bersama dia yang mampu menggenapkan, LDR bukan lagi sebuah beban.

Mengakrabi jarak berarti harus bersabar menahan rindu. Berusaha setia sampai nanti saatnya bertemu.

Jarak bagi kalian bagaikan sahabat karib. Kamu harus rela berpisah dengannya, meski rasa rindu terus membuncah di dada. Namun tumpukan rasa rindu tersebut justru menempa kamu dan dia jadi pribadi yang sabar. Sabar untuk tetap setia sampai ada kesempatan bertemu. Bagi kalian tidak ada yang lebih indah dalam sebuah hubungan dibandingkan tetap bisa menjaga kesetiaan meski tangan kalian jarang terkait dan keningmu tak selalu dikecupnya.

Meski tak selalu bisa bersama, namun kesetiaan harga mati untuk kalian. Karena bagaimanapun, kesetiaan adalah kemewahan yang harus dimiliki oleh setiap pasangan.

Kamu hanya bisa berpuas diri membayangkan bagaimana rasanya mendekam di pelukannya. Kadang pula kamu bertanya-tanya apa saja yang sudah berubah pada sosoknya.

Advertisement

Lupa rasanya dipeluk dan bahkan lupa bentuk wajahnya kadang menjadi konsekuensi wajar yang harus kamu dan dia terima. Tak dipungkiri bahwa kamu tetaplah manusia biasa. Meski tak bermaksud melupakan, tapi bayang-bayang sosoknya sesekali menjadi samar karena intensitas bertemu yang jarang.

Kalau sudah begini video call selalu jadi andalan kalian untuk “bertatap muka”. Meski hanya sebatas memandang di layar ponsel, namun paling tidak kamu tahu bahwa dia sedang baik-baik saja di sana. Dan setidaknya kamu juga tahu ada beberapa perubahan di sana-sini pada fisiknya. Hal-hal sederhana tersebut tak ayal membuat kalian makin rindu, namun di waktu yang sama hubungan kalian makin kuat.

Waktu bertemu sudah bisa dipastikan akan terjadi. Kini, saling percaya merupakan satu-satunya hal yang bisa dijadikan pondasi.

Pasangan LDRmu bukanlah dia yang akan tiba-tiba muncul di depan rumah demi membawakan bunga. Bukan juga dia yang tiba-tiba menjemput demi mengajakmu pergi ke tempat romantis yang tak terduga. Jika dia rindu, dia hanya bisa menghubungi lewat sambungan telfon atau video call. Dia tak bisa terlalu sering memberikan kejutan untukmu.

Namun bukannya cinta kalian lebih besar dari hanya sekedar sebuah kejutan? Kejutan antara kalian bisa jadi minim, tapi hal itu tak berlaku bagi kadar cinta berdua. Bagimu kejutan mewah adalah telfon darinya di sela kesibukan, hanya untuk mengingatkanmu jangan lupa makan.

Masalah jelas ada dalam setiap hubungan cinta. Namun yakinilah, berkat jarak yang menempa – kamu dan dia selalu lebih kuat dari pasangan lainnya.

Mustahil jika dalam hubungan tak ada masalah. Terlebih lagi bagi pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh, masalah yang datang bisa berkali-kali lebih berat dibandingkan pasangan yang berada dalam satu kota. Kamu dan dia saling sadar bahwa ada masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan pertemuan. Tapi apa daya, waktu bertemu kalian yang mungkin hanya beberapa bulan sekali memaksa kalian menjadi dua pribadi yang harus mau saling mendengarkan dan mengerti. Kamu dan dia harus selalu lebih kuat dari masalah yang menerpa.

Atas dasar itulah, kamu dan dia juga harus pintar-pintar dalam “memilih” masalah apa yang sebenarnya tak perlu diributkan saat kalian belum bertemu. Menahan ego lama kelamaan sudah jadi keahlian kalian, karena menyelesaikan masalah tak melulu harus dengan emosi.

Kalian memang tak selalu bisa saling menemani. Meski begitu pendampingan tetap selalu ada, meski pasangan tak sedang ada di sisi.

Kamu dan dia boleh terpisah ribuan kilometer jauhnya, namun perhatian dan pendampingan darinya tak pernah benar-benar hilang. Dia memang tak bisa memelukmu saat kamu gundah dan gugup ketika akan menghadapi wawancara kerja, namun kata-kata dukungannya selalu sanggup menenangkan. Ia tidak akan membiarkanmu seorang diri dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Pada akhirnya, LDR tak lagi berat jika dijalani bersama orang yang tepat. Dia selalu memiliki rencana ke mana kaki kalian akan melangkah.

Kamu dan dia boleh dipisahkan oleh jarak. Namun untuk rencana masa depan yang terarah kalianlah jagonya. Ketika bersama orang yang tepat, dia bakal menyusun masa depannya bersamamu dengan baik. Di masa depan, kamu tak akan dikecewakan olehnya. Karena membahagiakanmu adalah hidup dan matinya.

Saat ini kalian bisa saja “menderita” hanya karena dipisahkan jarak yang nyata. Namun di masa depan, kamu dan dia jadi pasangan paling bahagia dan punya pondasi yang kuat. Jika jarak sudah kalian taklukkan, bukankah kalian nantinya bisa menghadapi segalanya?

Tak mudah memang menghadapi hubungan dimana jarak jadi sahabat karib. Kamu dan dia harus punya komitmen yang kuat untuk menjalaninya. Sudahkah pasanganmu saat ini orang yang tepat untuk menjalani LDR bersamamu?