Mengisi hari demi hari bersama orang yang kita sayang seakan selalu ada cinta di udara yang menjadi energi dan membuatmu semangat menjalani hari. Terkadang cinta pun bisa jadi motivasi untuk tetap bertahan dalam kondisi sesulit apapun. Jadi, nggak aneh lagi saat kamu putus cinta seperti ada yang hilang dan wajar jika semangatmu berkurang. Namun, hal itu bisa akan kamu rasakan dalam hubungan yang bahagia dan sehat. Kalau bahkan hubunganmu malah jadi racun, yang ada bukan motivasi yang kamu dapat tapi rasa ingin berpisah setiap saat.

Hubungan sehat jelas punya kualitas yang bisa membuat dua orang di dalamnya menjadi lebih baik. Meskipun setiap hubungan sudah pasti punya kekurangannya masing-masing tapi kalau hubungan yang sehat, kebahagiaannya jauh lebih dominan dari kekurangan yang ada. Selain karena kecocokan, hubungan yang sehat bisa terjadi karena dua orang yang mau sama sama berjuang menghadapi kekurangan. Biar hubunganmu yang sehat semakin terawat, 6 hal ini harus kamu hindari!

1. Kritik memang bantu dia menyadari kesalahannya, tapi terlalu sering mengkritik dan tanpa solusi justru bikin emosi

Harus dengan kritik membangun via Www.unsplash.com

Advertisement

“Kamu tuh hobi banget ngaret sih!” Akan jadi lebih baik kalau diganti “Makanya yang, siap-siap lebih awal ya biar nggak telat mulu. Coba biasain begitu ya”

Kritik akan lebih enak didengar kalau diimbangi dengan solusi, kamu boleh-boleh saja mengkritik pasanganmu. Toh itu juga untuk kebaikannya, tapi sebaiknya mengkritiklah dengan pemilihan kata yang baik, biar yang dikritik jadi nggak emosi. Kamu pun sadar kan, bahwa dikritik dengan cara baik-baik bisa lebih mudah kamu terima daripada mengkritik sambil marah-marah. Setidaknya kamu punya porsi yang pas, kapan harus mengkritik dan kapan harus memberi beri pujian. Menurut para ahli psikologi bahwa sebaiknya perbandingan antara pujian dan kritik adalah 3:1, 3 pujian untuk 1 kritik agar hubunganmu berjalan lebih harmonis.

2. Walau sudah saling nyaman, kalian tetap nggak boleh lupa mengatakan tolong, maaf dan terima kasih

Jangan lupa kata-kata ini via Www.unsplash.com

3 kata kunci penting adalah “tolong, maaf dan terimakasih” meski sederhana tapi kadang saking nyaman dan selownya sikap kita ke pasangan, malah lupa mengucapkan hal itu. Seperti misalnya, seringnya kamu lupa bilang makasih saat ditraktir makan, nonton bioskop atau kebaikannya yang lain dan satu kata ‘tolong’ di depan permintaanmu juga bisa berarti besar untuk pasanganmu itu menandakan bahwa kamu memang menghargainya dan nggak nyuruh-nyuruh seenakmu. Kata maaf pun begitu, itu lebih terdengar tulus daripada ‘sorry ya’. Memang seharusnya rasa nyaman nggak membuat kita lupa untuk tetap menghargai pasangan.

3. Jika sedang bertengkar selesaikan amarahmu, jangan sampai ada masalah yang tersisa

Case closed ya abis itu via Www.unsplash.com

Advertisement

Ibaratnya, jangan pernah meninggalkan serpihan gula kalau lagi bikin kopi kalau nggak mau semut-semut berdatangan. Begitu juga masalahmu dalam hubungan, jangan meninggalkan masalah kecil dalam pertengkaran kalau nggak mau masalahmu semakin besar. Pasti selalu ada pertengkaran, mau sesehat apapun hubunganmu karena menyatukan dua kepala bukan hal yang gampang.

Saat pertengkaran harus dihadapi, kamu memanng harus menyelesaikan semuanya setuntas mungkin. Kalau dalam pertengkaranmu masih ada satu hal yang mengganjal, bukan tak mungkin hal tersebut akan kembali terungkit dalam permasalahan selanjutnya. Jadi sebaiknya saat masalahmu selesai buat kesepakatan untuk nggak ungkit-ungkit permasalahanmu kedepannya, case closed ya!

4. Jangan menyembunyikan perasaan, walau niatmu agar hubungan baik-baik saja. Tapi apa bisa jamin kamu tetap nyaman?

Kalo nggak suka, ya bilang~ via Www.unsplash.com

Walaupun bohongmu untuk kebaikan, bohong putih tetep saja namanya bohong! Kalau perasaan yang kamu sembunyikan ada sangkut pautnya dengan hubungan ini sebaiknya tidak kamu sembunyikan sendiri. Hubungan yang sehat juga penuh keterbukaan.

Dalam hubunganmu tak hanya kamu saja di dalamnya tapi juga ada dia, kalau kamu menyimpan perasaanmu sendiri itu tandanya kamu masih nggak percaya dengan kemampuan dia dalam menemukan solusi, sampai akhirnya perasaan itu hanya kamu simpan dan jadi unek-unek sendiri. Lantas, bagaimana unek-unekmu itu punya jalan keluar kalau dia pun nggak tahu?

5. Jangan sampai sudah saling nyaman, tapi tetap masih takut jadi diri sendiri

Jangan takut jadi diri sendiri via Www.unsplash.com

Masa-masa pendekatan atau masa awal menjalin hubungan sih wajar ya kalau kamu sering jaga image di depan dia dan selalu memberikan versi terbaikmu untuknya, tapi kalau hubungan sudah berjalan cukup lama dan dia pun sudah tak sungkan menjadi apa adanya dihadapanmu kenapa kamu harus takut membuka diri?

Setiap orang punya kekurangan dan sisi lemahnya masing-masing, nggak mungkin kan selalu menunjukan dirimu yang superior melulu. Nggak perlu takut kok menunjukan sisi lemah dan kekuranganmu pada pasangan, toh dia juga senang kalau bisa menjadi tameng saat tahu kelemahanmu. Dengan begitu, dia pun harus melengkapi kamu agar kalian bisa tergenapi.

6. Sebaiknya batasi kebaikanmu dengan lawan jenis demi menjaga hati pasangan

Agar tidak ada baper diantara kalian via Www.unsplash.com

Punya pacar bukan berarti lingkunganmu jadi terbatasi, hubungan yang sehat selalu memberikan kepercayaan kepada pasangannya agar masing-masing dari kalian tetap bisa berkarya dan menjalin relasi dengan siapapun. Kalau pacar kamu nggak pernah ngelarang-ngelarang, bukan berati dia nggak sayang.

Justru bagus dong, dengan begitu dia tetap menjagamu tanpa mengikat terlalu erat dan bukan berarti juga kamu bisa memanfaatkan kepercayaan yang dia berikan seenaknya. Perasaan seseorang memang nggak ada yang tau dan cinta bisa datang dari mana saja, ada kalanya kamu memang harus membatasi kebaikanmu dengan lawan jenis agar tidak menimbulkan salah sangka yang berpotensi merusak hubunganmu sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya