Kualitas sebuah hubungan memang tidak bisa dilihat dari seberapa lamanya bertahan. Toh, sekarang cerita pernikahan juga beragam. Ada yang awet pacaran tahunan seperti Asta RAN dan Nurul Aziza yang pacaran 10 tahun sebelum menikah. Ada pula yang hanya pacaran sebentar lalu melaju ke jenjang pernikahan. Namun, hubungan yang berjalan tahunan pastinya butuh tips dan trik untuk mempertahankannya.

Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, kok bisa sih pacaran sampai bertahun-tahun begitu? Memangnya nggak bosan? Setiap hubungan memang selalu menyimpan kemungkinan berhasil atau gagal. Namun, untuk membuat hubungan bisa awet pastinya butuh usaha yang besar. Nah, jika dalam hubungan yang kalian jalani sudah terjadi hal-hal ini, kemungkinan besar hubungan kalian bisa langgeng tahunan lo. Yuk, cek~

1. Sama-sama nyaman saat bersama, nggak ada lagi keinginan untuk jaim-jaiman

sama-sama nyaman via unsplash.com

Advertisement

Berada di sisinya, kamu selalu merasa nyaman. Kamu tak merasa harus tampil sempurna, apalagi pura-pura sempurna biar dia makin cinta. Kamu bahkan nggak masalah tuh ketemuan dengannya dengan baju biasa dan tanpa makeup apa-apa. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Kentut atau sendawa di depan pasangan nggak jarang terjadi. Paling-paling dia cuma bilang “Iiih joroook!” lalu tertawa. Rasa nyaman ini adalah harta karun sebuah hubungan. Memang apa lagi sih yang dicari dalam hubungan kalau bukan kenyamanan?

2. Setiap persoalan selalu terselesaikan dengan jelas, nggak ada yang berlarut-larut, apalagi dibiarin selesai sendiri

persoalan selalu diselesaikan dengan tuntas via unsplash.com

Namanya hubungan pasti ada saja persoalan. Kalian pun sama, kadang-kadang berantem karena berbagai hal. Namun, kalian sama-sama bersikap dewasa, berprinsip bahwa setiap persoalan harus dibicarakan dan diselesaikan dengan jelas. Dengan demikian, hikmah dari persoalannya bisa dijadikan pelajaran agak nggak terulang di masa depan. Nggak ada ceritanya satu persoalan dibiarkan berlarut-larut sembari berharap selesai dengan sendirinya. Kalau demikian, yang ada kalian sama-sama nggak belajar.

3. Sama-sama sadar kalau salah ya salah. Kalian sama-sama tahu kapan harus berucap “maaf” dan “terima kasih”

selalu berterima kasih via unsplash.com

Rasa penghargaan kepada pasangan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Nggak harus selalu berupa hadiah-hadiah, ataupun kata-kata penuh gula yang bikin hati berbunga-bunga. Bagi kamu dan dia, penghargaan itu cukup sederhana. Sesederhana berani mengakui kesalahan dan minta maaf jika memang salah. Juga sesederhana kebiasaan berterima kasih atas segala hal yang sudah dilakukan pasangan untuk satu sama lain. Mungkin kalian belum sadar, meski terlihat sepele, dua hal bisa menjaga agar hubungan bisa bertahan lama lo.

4. Meski punya kesukaan dan dunia masing-masing, kalian punya satu tujuan yang sama. Setidaknya ke arah mana hubungan ini berjalan

punya satu tujuan sama via unsplash.com

Advertisement

Kamu dan dia bukan dua hal yang cocok 100%. Kamu suka A, dia suka B. Kamu lebih nyaman akhir pekan di rumah, dia lebih suka jalan-jalan. Kalian juga nggak selalu melakukan segala hal berdua. Meski menjalani hidup di dunia yang berbeda, dengan hobi dan kesukaan yang juga nggak sama, kamu dan dia tetap punya satu hal yang sama. Yaitu tentang bagaimana kalian hubungan ini berjalan dan tujuannya ke mana. Jadi, meskipun beda, kamu dan dia tetap bisa bersama-sama, serasi, dan selaras.

5. Inisiatif selalu muncul dari dua orang, jadi nggak ada tuh kalimat “Harusnya kamu yang hubungi duluan!”

saling inisiatif menghubungi via unsplash.com

Kadang-kadang, dalam hubungan ada yang selalu ingin dimengerti. Namun, sulit untuk mengerti pasangannya. Inginnya diperjuangkan terus, tapi nggak mau memperjuangkan. Kamu dan dia tidak begini. Kalian sama-sama tahu bahwa hubungan itu antara dua orang, sehingga keduanya harus sama-sama berjuang. Saat jauh-jauhan, nggak ada yang merasa “harusnya dia yang hubungi duluan”. Sudah sama-sama sadar bahwa pasangan ingin tahu kabar, karenanya, mau siapa yang menghubungi duluan tak lagi dipersoalkan.

6. Kalian udah sama-sama tahu jeleknya masing-masing, tapi nggak ada yang merasa keberatan tuh

sudah tahu sifat jelek masing-masing via unsplash.com

Kamu tahu dia suka banget main game sampai lupa segalanya. Dia tahu banget kalau kamu sering khilaf kalau belanja dan beli barang-barang nggak berguna. Kamu tahu dia suka kentut-kentut setelah makan makanan pedas. Dia pun tahu kamu bakal sering ke belakang kalau kebanyakan minum kopi. Segala kebiasaan buruk satu sama lain sudah khatam diketahui, dan anehnya, itu nggak bikin ilfil. Malahan kalian saling mengingatkan supaya nggak kebablasan.

7. Kalian sama-sama merasa aman walau tak saling bertukar password media sosial

saling percaya via unsplash.com

Banyak yang berpikiran bahwa saling berbagi password media sosial adalah bentuk kejujuran. Kan biar nggak curiga dia berkirim DM dengan orang lain di belakang. Namun, agar bertahan lama hubungan butuh rasa saling percaya. Kamu tidak minta password media sosialnya karena yakin dia bisa dipercaya, sementara dia pun tahu apa batasan dalam berinteraksi dengan orang lain sebagai bentuk penghargaan atas komitmen yang kalian punya. Hal yang demikian berlaku sebaliknya, sehingga kalian merasa sama-sama aman meski nggak bertukar password media sosial.

Untuk mempertahankan hubungan sampai tahunan tentu nggak cuma butuh kecocokan. Melainkan juga membutuhkan perjuangan yang sama dari kedua belah pihak, untuk akhirnya bisa sukses sampai ke pelaminan.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya