Sebuah pesan yang kamu terima sore santai itu membuat hidupmu kembali berwarna. Mantan yang menghilang mendadak menyapa dan bertanya kabar. Sejak hari itu, kalian rutin ngobrol apa saja. Mulai bertukar meme lucu di media sosial, sampai bernostalgia tentang cinta lalu di antara kalian. Hingga di suatu hari, ia pun menawarkan sesuatu: “Aku masih sayang sama kamu. Balikan yuk?”

Tak bisa dimungkiri, perasaan itu memang masih ada di hatimu. Namun, entah mengapa, masih ada bimbang yang kamu rasa. Balikan sama mantan itu kan sama seperti membaca ulang sebuah buku. Tapi bukankah kadang memang ada buku sebegitu bagusnya sampai worth it untuk dibaca berkali-kali? Agar nggak salah langkah, coba tanyakan beberapa hal ini dulu pada dirimu sebelum memutuskan untuk balikan sama mantan.

1. “Dulu kenapa sih bisa putus? Apa masalahnya dan kenapa memilih untuk mengakhiri segalanya?”

dulu putus kenapa? via www.123rf.com

Advertisement

Sebelum memutuskan untuk memberi kesempatan kedua atau tidak atas hubungan kalian, harus dipastikan dulu kenapa dulu kalian bisa putus. Masalah apa yang terjadi, bagaimana kalian menanganinya, dan apa yang membuat kalian memutuskan untuk berpisah saja. Ini penting, karena kalian harus sama-sama “ngeh” dulu dengan apa yang terjadi di masa lalu, untuk menentukan sikap di masa sekarang. Juga mengantisipasi agar nggak terulang.

2. “Kenapa kamu terpikir buat balikan? Apa jangan-jangan kamu hanya kesepian?”

Kenapa ingin balikan? via www.freepik.com

Setelah memastikan alasan putus yang terdahulu, kamu juga harus memastikan kenapa kamu terpikir untuk balikan. Kenapa kamu sempat berpikir untuk bilang “ya” saat dia menawarkan sebuah hubungan untuk kali kedua. Apa iya, kamu masih sayang? Atau jangan-jangan hanya karena kebetulan dia datang di waktu yang tepat. Waktu di mana kamu kesepian karena nggak punya pasangan?

3. “Tunggu dulu, kamu benar-benar masih sayang, atau cuma kangen dengan kenangan kalian?”

yakin masih sayang atau cuma kangen aja? via www.freepik.com

Pertanyaan kedua akhirnya sudah terjawab, yaitu kamu merasa masih sayang. Ngobrol dengannya masih membuatmu nyaman, dan kamu ingin jalan berdua lagi dengannya. Tapi jangan terburu-buru memutuskan. Apakah keinginan itu benar-benar karena masih sayang padanya? Atau hanya karena kamu kangen dengan momen-momen bahagia bersamanya? Namun, kamu juga ingat bukan bahwa momen bersamanya itu nggak selalu bahagia?

4. “Kenapa sih, kamu masih sayang dia?”

kenapa masih sayang? via www.pexels.com

Advertisement

Bila kamu sudah memastikan bahwa keinginan untuk balikan itu muncul karena masih sayang, tanyakan juga alasan kenapa kamu masih sayang padanya. Apakah karena dia selalu bisa membuatmu nyaman, dan terlepas dari masalah di masa lalu itu, dia adalah sosok yang membawa dampak baik bagimu? Atau karena dia lebih keren dan mentereng sekarang? Atau ada alasan lainnya?

5. “Lalu, apa yang kamu inginkan atas hubungan ini?”

apa ekspektasimu atas hubungan ini? via unsplash.com

Mengecek ekspektasi atas hubungan yang akan dijalani itu perlu. Kamu tahu kan, hubungan kalian yang dulu itu gagal karena satu dan lain hal? Mungkin karena dia yang terlalu pecemburu, atau karena kamu yang sering kekanak-kanakan. Nah, jika balikan, apa sih yang kamu inginkan atas hubungan itu nanti? Apakah kamu ingin memperbaiki komunikasi? Kamu ingin bersikap bagaimana, dan dia juga harus bagaimana?

6. “Kenapa kamu berpikir kalau ini akan lebih baik dari sebelumnya?”

yakin akan lebih baik? via www.pexels.com

Setelah kamu punya gambaran harus menjadikan hubungan yang baru nanti seperti apa, sekarang saatnya memeriksanya dua hali. Apakah kamu yakin hubungan ini akan lebih baik daripada sebelumnya? Apakah kamu yakin bahwa kamu dan dia sudah sama-sama belajar dari kesalahan yang lalu, sehingga bisa lebih baik dan dewasa dalam menghadapi persoalan lainnya di masa depan?

7. “Jika kesalahan yang sama terulang lagi di masa depan, terus gimana?”

Kalau terjadi lagi? via www.123rf.com

Namanya juga menjalani hubungan dengan orang yang sama. Meskipun sedikit-sedikit sudah berubah, bukan tak mungkin karakter yang sama masih ada dalam dirimu ataupun dirinya. Nah, bukan mustahil lagi persoalan yang sama akan muncul di hubungan kalian nanti. Jika ini terjadi, kira-kira harus bagaimana? Solusi dan antisipasi apa yang kamu siapkan untuk menghadapinya? Apa iya, akan menyerah lagi seperti yang sudah-sudah?

Wah, banyak juga pertanyaan yang harus dicari jawabannya sebelum balikan. Tentu saja, karena setiap hubungan kan memang perlu pertimbangan masak-masak. Meskipun secara teknis dia adalah “orang lama” dalam kehidupanmu yang mungkin sudah kamu tahu baik dan buruknya, ingat juga bahwa kalian pernah gagal karena satu dan lain hal.

Tentunya kamu pengen hubungan yang baru nanti akan lebih baik dari sebelumnya, bukan? Kalau sama, dan endingnya juga bakal sama, ya kenapa harus diulang lagi?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya