Putus hubungan memang salah satu hal menyakitkan dan entah apa yag ada di pikirannya, beberapa lama setelah aku membenahi diri, dia datang kembali. Ingin mengulang rasa yang sama tentu dengan situasi berbeda. Aku yang bimbang dan sebenarnya masih cinta hanya mengangguk setuju.

Sedangkan di luar sana, ada seseorang yang mengalami hal sepertiku memilih jatuh cinta pada orang yang baru dikenalnya. Entah semacam pelarian atau penghilang sepi. Yang pasti semua pilihan membawa konsekuensinya.

1. Halo Mantan

Apa kabarmu sejak kepergian kemarin? Aku masih sering mengingat penyebab kepergianmu. Entah karena bodoh atau menyesal, aku sering menitikkan air mata kembali merekam memori kita. Alasan putus seperti terdengar klasik. Kamu yang memutuskan dan aku hanya terdiam. Sebenarnya banyak yang ingin kukatakan tapi mengapa wanita lebih mengungkapkan rasa dengan air mata dibanding dengan kalimat? Seandainya pria mengerti.

2. Tenggelam dalam Kesibukan

65 hari sejak kamu pergi memang aku masih sedih tapi dosen dan bos jelas tak mau menerima alasan itu, aku larut dalam kesibukan. Memang terbukti efektif mampu melupakan tapi dipenghujung hari tetap aku mengingatmu. Ditambah jalan setapak tempat dulu kamu menjemput atau mungkin tempat kita berbagi payung kala hujan. (Kalau kamu ingat)

3. Orang Baru dengan Senyum Menawan

Orang baru selalu hadir via http://www.hwinsider.com

Advertisement

Awalnya aku sibuk mengerjakan tugas kantor tapi entah datang darimana dia menyapaku dan mengajak makan siang bersama. Makan itu penting, imbuhnya. Dia teman kantor namun aku jarang dekat dengannya, sejak kepergianmu dan kedatangannya, aku sadar, apa aku sudah terpenjara dengan duniamu hingga luput melihat dunia lain?

4. Kedekatan

Kedekatan via http://obviousmag.org

Dia kerap mengajak makan siang, kerap menawarkan diri mengantar pulang selepas penat bekerja atau sekadar mengantarku ke kampus. Aku selalu berusaha menolak, alasannya terdengar bodoh, aku hanya ingin menghormati perpisahan kita entah sampai aku benar-benar mantap melupakanmu dan kamu melupakanku. Bukan mengurung diri tapi aku hanya menikmati dunia tanpa cinta sejenak. Pria ini tampak kukuh menawar diri dan aku tersenyum samar saat masuk ke kendaraannya.

5. Melihatmu

Lucu sekali rasanya, baru beberapa bulan yang lalu kita berpisah tapi melihat kedekatan kamu dengan wanita lain seperti hubungan kita tidak berarti apapun. Bukan bermaksud sok tahu hanya saja aku susah payah melupakanmu sedangkan kamu dengan mudah melupakanku. Aku melihatmu tersenyum renyah pada wanita yang sebelumnya tak kukenal. Ada perasaan remuk disana tapi toh aku tak bisa menegurmu. Aku sudah tidak punya hak ataupun alasan kenapa aku harus marah.

6. Kamu Kembali

Advertisement

Kala itu aku sedang berkumpul dengan teman-teman wanita dan mereka membahasmu panjang lebar. Aku hampir setengah jenuh ketika handphoneku berbunyi, pesan singkat darimu. Walaupun hanya kata “Rindu” atau “Apa kabarmu?” sepertinya setengah mati aku menahan bulir mata mata. How can!?

Aku menjawab sesingkat pesanmu, tak kuharap banyak.

7. Kamu rajin mencariku

Kamu segila itukah? Tidak ingat ucapanmu kemarin? Kata-kata itu jelas tersimpan dalam otakku! Aku marah dengan sikapmu, bukan aku ingin membenci tapi pesan rajin tiap hari darimu rasanya menghancurkan tembok sakit hati yang kubuat.

8. Kita Bersama Kembali

Kali ini usai sudah tembok sakit hatiku, aku izinkan kamu mengulang rasa dan memberi kesempatan. Tapi, ingat kesempatan itu emas. Sekali kamu meninggalkan emas itu (lagi), emas itu tak akan menunggumu lagi. Selamanya. Dia benar-benar pergi

9. Ulahmu Mengacaukan Segalanya

Jangan bandingkan aku dengan deretan gadis di luar sana. Aku memang terbiasa tak peduli ini itu atau aku juga tak pandai bersolek diri. Egois sekali rasanya jika ada seseorang yang minta dicintai apa adanya namun diri sendiri pun enggan memeperbaiki diri. Kini, kalimat “cintai aku apa adanya” seperti tak ada artinya dihidupku.

10. Kamu yang cuek atau aku yang membosankan?

Sudah beberapa minggu setelah kamu merajut asa kembali. Tapi toh, perhatianku padamu tak berubah. Walaupun terdengar sepele, kamu juga yang suka pikun. Beberapa hari berubah, kamu menjawab pesanku ala kadarnya. Sepertinya tidak setiap jam aku menghubungimu. Jadi tolong jelaskan, apa maksud perubahan sikapmu? Kamu yang jenuh? Atau aku yang membosankan?

11. Kamu menjauh, lantas?

Aku masih terlihat sebodoh itu ya? Kamu datang dengan asa lalu pergi tanpa tujuan. Kini izinkan aku berbenah, sikapmu sudah menjelaskan semua. Jadi, untuk apa aku meminta penjelasan? Berasumsi itu memang tak baik. Nyatanya, sudah kutanya pun, jawabanmu tetap sesingkat itu. Jika ingin menjauh, jangan datang kembali.

12. Menghapus semua kontakmu

Kita tak pernah lagi sama via https://id.pinterest.com

Semua orang bilang block, DC, unfriend, unshare merupakan tindakan bocah. Tapi, cuma cara itu yang membuat kita lupa segala hal tentangnya. Ya kan? Bukan karena tidak sibuk tapi lantaran dipenghujung hari pun, akan terlintas namanya. Jika pendirianku sudah mantap. Tak akan kulakukan hal kekanak-anakan ini. Aku hanya ingin kau mengerti cara menghargai perasaan seseorang.

Sebelum memutuskan hubungan. Kamu harus yakin dengan alasan kamu sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya