Tahun baru identik dengan resolusi untuk pembenahan diri bagi masa depan. Kita akan selalu mencoba membuat target-target yang harus dicapai selama satu tahun atau melanjutkan target kita dari tahun sebelumnya. Sebelum merancang target kita untuk masa depan, ada baiknya kita juga berhenti sejenak dan memperhatikan sekitar kita.

Karena ketika kita melihat diri dan sekeliling kita, ternyata ada banyak hal yang bisa kita rayakan, termasuk dengan merayakan ‘keanehan-keanehan’ diri kita.

1. ‘Keanehan’ adalah bentuk dari trademark setiap orang

bisa jadi keanehan kita bikin orang lain kangen via http://all-funny.info

Ketika ada orang lain yang merasa tidak cocok dengan kehadiran kita, atau kebiasaan-kebiasaan aneh kita seperti minum sambil tiduran, sering ngomong sendiri kalau lagi berpikir sesuatu, dan lainnya. Kita perlu memahami bahwa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk bisa menerima diri kita, yang kita bisa sadari adalah kita yang perlu menerima diri kita seutuhnya.

Jangan takut atau ragu untuk mengekspresikan diri, karena semua orang memiliki kebiasaan yang berbeda dan itulah yang membuat diri kita unik. Karena bisa jadi, kebiasaan-kebiasaan kecil kita akan membekas dalam ingatan orang terdekat kita.

2. Menyadari ketidaksempurnaan adalah bentuk penghargaan diri

Suara fals, nada musik sumbang tak apa. Biarkan sekali-sekali menertawakan diri kita. via http://www.arizonafoothillsmagazine.com

Saat merenung sebelum menulis artikel ini, penulis teringat kutipan dari film animasi The Little Prince yang berkata demikian: “Ketika kita bisa menilai keburukan diri kita, kita akan lebih bijak dalam menilai pribadi orang lain”.

Mengingat saat ini adalah awal tahun baru, kita bisa mengambil waktu sejenak untuk merefleksikan diri kita sendiri dan apa yang perlu kita perbaiki kedepannya. Dengan memahami dan menerima diri sebagaimana kita sebagai makhluk tak sempurna, kita juga akan mampu memandang orang lain dengan cara yang berbeda pula.

3. Jadikan ‘keanehan’-mu sebagai caramu untuk bahagia

doyan foto dengan pose yang agak nyeleneh via https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing. Apabila teman dekat kita lebih bahagia karena berkumpul dengan banyak orang, mungkin kita justru akan merasa lebih baik apabila berada di lingkungan kecil yang sudah mengenal diri kita.

Kita tidak perlu menghabiskan seluruh waktu untuk menyenangkan orang lain dengan mengikuti cara mereka, kalau hati kita tetap merasa kosong. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mengatakan “tidak” bagi sesuatu yang tidak bisa kita jalani. Karena kebahagiaan diri kita tidak tergantung dari seberapa orang lain merasa bahagia.

4. Membagikan ‘dunia’ pada orang-orang terdekat, dan membangun ‘dunia’ versi kalian

menularkan kebiasaan ‘aneh’ kita ke sahabat via https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kata orang, kalau di kolam ikan ada banyak ikan besar, maka kita juga akan semakin besar. Ketika kita bergaul dengan banyak tipe orang, secara tidak langsung kita juga akan menularkan kebiasaan-kebiasaan pada mereka.

Dari bergaul dengan mereka, kita pasti akan menemukan orang yang cocok bersahabat dengan kita. Ibarat potongan puzzle yang menemukan pasangannya, akan terasa “klik” ketika melalui sebagian waktu dengan mereka.

Sahabat adalah orang yang mampu menerima kebiasaan kita, tetapi juga akan terus meminta kita untuk memperbaiki diri. Dan apabila kita dan sahabat sudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang bahkan tidak perlu diungkapkan, kita sudah berhasil untuk membangun dunia versi kita dan sahabat. Mungkin hanya dengannyalah kita dapat berbagi lebih banyak kegiatan dan keseharian kita.

5. Bersyukurlah, orang yang bertahan dengan segala bentuk ‘keanehan’-mu adalah mereka yang memiliki pribadi berkualitas

sahabatan saat susah dan senang, tapi lebih jadi sahabat untuk melakukan hal-hal gila via http://volganga.com

Sahabat adalah sosok malaikat yang berwujud manusia, makhluk inilah yang bersedia direpotkan dengan segala tetek bengek masalah-masalah hidup kita, dari urusan pekerjaan, keluarga, juga cinta. Ketika kita sedang muram, ia bahkan mengetahui jauh kedalam hati kita apa yang membuat kita enggan berbicara tanpa harus menjelaskan padanya.

Atau juga apabila kita sering terbangun saat tidur, sahabat kita rela bangun subuh-subuh untuk menenangkan hati kita bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi.

Pada tahap inilah, mungkin kita akan berpikir tak perlu untuk memiliki banyak teman-teman gaul dan bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup kita, karena hanya dengan merekalah kita dapat menerima segala bentuk ketidakberdayaan kita.