Rumah adalah sebuah tempat idaman bagi kebanyakan orang. Tidak hanya sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan, tapi rumah juga sebuah aset berharga sampai kapanpun juga.

Nggak gampang lo punya rumah milik pribadi di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini. Tiap tahunnya, harga tanah juga semakin naik. Otomatis, jika kamu membeli sebuah properti seperti rumah dengan sistem angsuran seperti yang gencar dipromosikan oleh banyak kantor pemasaran perumahan harganya juga semakin taun semakin naik. Tergantung pinter-pinternya kamu buat paling cepat dari calon pembeli rumah yang lain, soal milih suasana perumahan yang memang nyaman, akses kemana aja gampang, dan pastinya terjangkau buat kantongmu.

Dan dari kebanyakan orang yang pengen rumah baru, kebanyakan pasti mau rumahnya cepat jadi ya nggak? Uang muka yang kamu bayarkan ke pihak kantor pemasaran di suatu perumahan pasti udah berkesan sebagai tanda jadi kamu memang udah cocok sama kavling yang bakal jadi tempat dimana rumah idamanmu bakal di bangun. Faktanya yang banyak terjadi di lapangan, ada aja masalah yang berkaitan sama mereka yang jadi tenaga buat bangun rumah. Ya, profesi kuli bangunan bukanlah profesi yang sepatutnya dianggap remeh hanya karena mereka seorang pekerja kasar dengan gaji yang kebanyakan nggak seberapa untuk sebuah proyek perumahan. Tanpa mereka, rumah impianmu atau bangunan-bangunan yang menjulang tinggi di perkotaan nggak bakal jadi juga kan ? Masalahnya cuma ada di pribadi orangnya.

Nah ini beberapa alasan kenapa rumah yang udah kamu beli sering molor soal waktu pembangunannya.

1. Emang disengaja sama si kuli bangunan

opencolleges.edu.au via https://www.google.com.ua

Lho kok emang di sengaja? Profesi kuli bangunan bukanlah profesi yang berjangka panjang, kalau ada order dari pemilik perumahan atau pengembang perumahan, mereka baru dapet job yang biasanya jadi satu sama mandor si pengawas pembangunan atau biasa dikenal dengan borongan. Kalau rumah yang dibangun sesuai sama tenggat waktu, ada alasan buat mereka untuk tidak mau jadi pengangguran. Kamu bayar mahal-mahal dengan harapan bisa segera nempatin rumah pribadimu, tapi si kuli bangunan ngulur-ngulur waktu cuma karena nggak pengen keliatan nganggur ?

2. Tenaga nggak harus dihabisin di satu proyek rumah

Profesi seperti kuli bangunan emang profesi yang ngandelin banyak tenaga buat bangun rumah. Ya memang mereka melakukan pekerjaannya bermodalkan keterampilan soal bangun rumah tapi tenaga mereka juga dibutuhkan. Soal rumahmu yang molor nggak jadi-jadi, yang perlu kamu tahu adalah soal anggapan para kuli bangunan yang menghemat tenaganya tidak untuk satu rumah. Banyak, tapi cuma sebagian jumlah kuli bangunan yang males-malesan kerjanya pas si mandor lagi nggak ada.

Advertisement

Mereka beranggapan yang penting rumahnya jadi seserius atau nggaknya mereka bekerja. Ada baiknya kalau kamu menyediakan beberapa waktu buat ngecek langsung soal perkembangan rumahmu yang lagi dibangun. Atau kamu instruksikan sama si pihak kantor pemasaran untuk menekankan ke si mandor borongan kuli bangunan buat selalu ada di tempat buat ngawasin kerjanya para kuli bangunan. Karena emang udah tugasnya mandor kan? Inget, kamu udah bayar mahal.

3. Banyak bahan material yang nggak tepat penggunaanya

homedepot.com via https://www.google.com.ua

Ini juga sering terjadi di lapangan nih, kamu udah deal soal biaya material bahan yang diperlukan buat bangunan rumahmu sama si mandor borongan kuli bangunan eh mahal di tengah-tengah ada aja alasan soal bahan material yang kurang dan semacamnya. Perlu kamu ketahui, si kuli bangunan yang nggak selalu diawasin sama si mandor terkadang asal-asalan soal menggunakan bahan materialnya. Ya kadang itulah yang bikin kamu harus nambah biaya material.

Ada baiknya kamu beli sendiri bahan-bahan material di toko bangunan biar kamu juga nggak kena “politik” dari si mandor yang bilangnya udah beli bahan paling bagus tapi nyatanya beli bahannya kualitas rendah dengan harga murah. Biasanya sih, ini kejadian sama si pemilik rumah yang males ngecek pembangunan rumahnya.

4. Banyak ngasonya

vaprusa.com via https://www.google.com.ua

Coba sempetin waktu dimana kamu emang lagi ada waktu luang atau kamu bisa suruh orang kepercayaanmu buat ngecek langsung ke lokasi pas rumahmu lagi dibangun. Faktanya dilapangan banyak kuli bangunan yang nggak bekerja dengan hati dan cuma karena keterpaksaan ekonomi walaupun nggak semua kuli bangunan seperti itu.

Masih banyak juga yang serius bekerja sesuai dengan arahan si mandor dan menjaga kepercayaan dari si pemilik rumah. Masalahnya, banyak kuli bangunan yang kerjanya males-malesan kalau nggak diawasi mandor atau pemilik rumah. Bisa 3 kali atau lebih waktu mereka buat nyantai sambil ngerokok, ngobrol, atau malah tidur.” Yang penting sebats dulu bro !”

Dan nggak jarang juga mereka juga nggak sadar tempat, sifat malesnya itu juga sering ganggu ketenangan tetangga. Hampir kebanyakan kuli bangunan nggak tahu kenapa suka ngomong kata-kata yang nggak sepantasnya dimana di lingkungan perumahan juga banyak bayi, orang sakit atau orang tua yang butuh ketenangan. Dibilang nggak tahu diri iya, dibilang nggak sopan juga iya kuli bangunan model begini. Harusnya bersyukur kan ya udah dikasih lahan pekerjaan di lingkungan orang lain?

5. Kadang mempermasalahkan soal konsumsi

checkinjakarta.id via https://www.google.com.ua

Soal konsumsi buat para kuli bangunan yang lagi bangun rumahmu, sebagai pemilik rumah kamu pasti ada rasa kasihan yang nyediain konsumsi buat mereka yang gajinya juga pas-pasan. Mengingat mereka juga udah korban tenaga buat bangun rumahmu kan? Tapi ada aja para kuli bangunan yang juga masalahin soal konsumsi. Kalau kamu jarang ngasih konsumsi atau konsumsi yang kamu kasih “nggak pantes” menurut mereka, ya mereka juga jadi males buat serius nyelesein rumah kamu. Sekali lagi kamu udah bayar mahal.

Udah baik ngasih konsumsi yang seharusnya ini bukan sebuah kewajiban buat kamu, tapi masih dijadikan pertimbangan buat profesionalitas seorang kuli bangunan? Ada baiknya kamu menggunakan jasa kuli bangunan yang udah terpercaya soal kinerjanya, semisal dari rekan atau saudara kamu yang udah tahu sendiri gimana profesionalitas mereka. Ya jaga-jaga aja buat kerugian yang nggak kamu pengen.

Alangkah baiknya untuk kamu yang sedang membangun rumah untuk tidak benar-benar menyerahkan semua pekerjaan kepada kuli bangunan atau mandor saja. Baiknya agar kamu juga ikut memantau dan ikut serta dalam pengambilan keputusan.