Warung kopi adalah salah satu rumah yang sanggup menyatukan keberagaman ras, agama, dan budaya hingga berbaur menjadi satu tanpa rasa canggung. Sebuah tempat yang merakyat untuk berbagai kalangan.

Menjadi satu seperti sebuah keluarga walaupun dari asal yang berbeda adalah suasana hangat khas warung kopi Indonesia yang jumlahnya sudah menjamur hampir dari sabang sampai merauke. Secangkir kopi hangat dengan ditemani beberapa kudapan adalah teman yang selalu pas untuk membicarakan hal – hal ringan, melepas penat sembari bercanda, atau bahkan membuat suasana perbincangan bisnis menjadi lebih kusyuk. Tak jarang sebuah dialog yang diselingi dengan tawa lepas, suara seruputan kopi hangat, dan asap tembakau mampu menyumbangkan sejumlah informasi bermanfaat. Semisal,informasi pekerjaan, berita nasional yang sedang viral, rekomendasi tempat – tempat penting, tren, dan sejuta informasi lain.

Warung kopi adalah tempat bersantai, bukan tempat untuk beradu urat apalagi otot. Dan orang tidak akan segan untuk saling tegur sapa dengan senyum keramahan khas Indonesia walaupun masing – masing dari mereka belum mengenal satu sama lain. Bisnis sederhana dengan modal tidak terlalu besar ini, nyatanya di jaman sekarang menjadi sebuah bisnis yang cukup menguntungkan. Tapi tidak segampang itu, ada juga hal yang perlu diperhatikan dalam pelayananannya. Karena terkadang ada kalanya sejumlah makanan dan minuman tidak laku dan merugi.

Berikut 5 alasan mengapa makanan yang dijual di warung kopi jarang lakunya.

1. Makanan yang dijual tanpa penutup

Hal ini seringkali terjadi di warung – warung kopi yang menjajakan kudapan – kudapan sederhana seperti gorengan, kue, atau jajanan tradisional yang disajikan di meja pemilik warung kopi. Kesalahan mengapa makanan banyak yang tidak laku terjual adalah tidak ditutupnya makanan untuk menghindari debu. Jaman sekarang para konsumen tidak lagi asal jajan, tapi mereka juga tau sadar kesehatan. Mana ada orang yang mau makan makanan yang terkena asap rokok, bekas lalat, yang bercampur debu dari luar ?

2. Harga jual makanan

europeanceo.com

europeanceo.com via https://www.google.com

Advertisement

Kudapan – kudapan kecil yang dijual di warung kopi seharusnya mempunyai harga yang lebih merakyat. Banyak konsumen akan memilih untuk membeli sebuah nasi bungkus daripada membeli beberapa gorengan atau kue yang tidak seberapa kenyang di perut. Atau, ketika harga nasi bungkus yang dinilai terlalu mahal dengan porsi yang tidak sedikit. Kebanyakan konsumen akan memperkirakan pengeluaran mereka yang sudah ditambah dengan harga minuman atau rokok, dan tidak ingin menambahnya lagi hanya untuk sebuah makanan kecil dengan harga yang cukup menguras kantong. Penyesuaian sistem bagi hasil antara pemilik warung kopi dan mereka yang menitipkan jajanannya untuk dijual adalah satu – satunya jalan keluar.

3. Terkena sinar matahari

qubicle.id

qubicle.id via https://www.google.com

Faktor sinar matahari yang mengenai langsung makanan – makanan kecil yang dijual di warung kopi juga sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen. Karena seperti yang diketahui, sinar ultra violet dengan intensitas tinggi dari matahari bukanlah sesuatu yang baik bagi tubuh apalagi untuk makanan. Konsumen akan berpikir dua kali untuk membeli makanan yang merugikan diri mereka sendiri.

4. Rasa dan Tampilan yang kurang menarik

foodandwine.com

foodandwine.com via https://www.google.com

Konsumen di jaman sekarang ini juga paham beda gorengan yang digoreng dengan minyak yang masih baru, atau gorengan yang digoreng dengan minyak yang sudah berulang kali digunakan. Warna yang menjelaskan. Dan jelas konsumen sadar gorengan berwarna coklat tua pasti bukanlah gorengan yang sehat mereka konsumsi. Atau rasa kue yang tidak enak, jelas membuat konsumen kapok.

5. Bukan stok baru

http://hokya-hokya.blogspot.com/2015/06/aneka-jajanan.html

http://hokya-hokya.blogspot.com/2015/06/aneka-jajanan.html via http://hokya-hokya.blogspot.com

Advertisement

Gorengan yang masih dijajakan di sore hari dan konsumen tau bahwa gorengan itu tidak pernah diganti atau digoreng lagi hanya untuk sekedar membuat gorengan itu hangat, adalah faktor lainnya mengapa konsumen jarang dan enggan membeli gorengan atau kue yang terlihat menggoda yang ditata di meja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya