Bos yang baik kalau marah pasti ada sebabnya. Nyatanya, apa yang tampak biasa saja di mata kita bisa jadi nggak pas di hadapan sang bos. Bahkan hal yang kesannya remeh-temeh pun bisa jadi sering bikin bos nggak berkenan.

 

1. Tak perlu terlalu banyak bersosialisasi

Kurangi banyak ngobrol

Kurangi banyak ngobrol via https://www.google.co.id

Bagus kalau kamu bisa menikmati ngobrol bareng bos ataupun rekan kerjamu. Tapi obrolan yang bertujuan sosialisasi itu jangan sampai overdosis. Beberapa bos mungkin suka ditanya soal hobinya, cuaca hari ini, atau topik apa pun.

Tapi ada juga yang nggak mau banyak-banyak ngobrol. Bila "dipaksa" ngobrol terus, ujung-ujungnya malah bos bisa marah. Begitu juga kalau bos melihat kamu kebanyakan ngobrol dengan rekan kerja. Alih-alih dianggap bersosialisasi, kamu bakal dinilai nggak serius kerja dan boros waktu.Cukup 1-2 menit saja itupun yang memang juga penting untuk dibicarakan, kalau urusan pribadimu lebih baik di luar jam kerja .

2. Pakailah fasilitas yang disediakan seadanya

fasilitas yang ada jangan jadi dimanfaatkan untuk hal pribadi

fasilitas yang ada jangan jadi dimanfaatkan untuk hal pribadi via https://www.google.co.id

Dunia kerja memang banyak keuntungannya dibandingkan saat masih kuliah dulu. Nggak cuma dapat gaji, kita juga dapat fasilitas untuk menunjang pekerjaan.

Tapi namanya fasilitas kantor, ya gunanya buat kepentingan kantor dong. E-mail kantor, misalnya, jangan dipakai buat daftar ke marketplace atau subscribe situs mana pun. Malah ada lho yang komunikasi pakai e-mail kantor buat kerjaan sampingan. Itu namanya mengundang singa datang.

Contoh lainnya adalah memakai stop kontak listrik kantor buat barang elektronik yang menguras daya listrik. Misalnya buat seterika baju karena ng gak sempet seterika di rumah. Atau mungkin buat meluruskan rambut dengan catokan. Bisa-bisa gajimu dipotong buat bayar tagihan listrik nanti.

3. Tidak telat

Jangan sampai telat

Jangan sampai telat via https://www.google.co.id

Anak sekolah kalau telat aja kena marah. Apalagi pegawai. Terlebih jika sering telat. Bahkan satu orang yang sering telat bisa memicu kemarahan bos ke semua pegawai. Sebab, telat datang ke kantor bisa dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan ke perusahaan.

Telat di sini nggak cuma saat datang ke kantor, tapi juga telat datang rapat. Apa pun alasanmu, jangan sampai telat datang rapat. Bila memang ada halangan, sebaiknya hubungi dulu bos agar nggak ditunggu-tunggu. Ada juga di perusahaan tertentu kalau telat aja dipotong gaji, nah mau telat lagi? Sayang kan, telat beberapa menit gajimu harus terpotong.

4. Tidak boleh tidur saat kerja

jangan sampai ketiduran

jangan sampai ketiduran via https://www.google.co.id

Sebagai pegawai, sudah kewajibannya untuk memberikan yang terbaik buat bos dan perusahaan. Kalau dikasih tugas, misalnya, ya harus diselesaikan dengan baik sebelum deadline. Bila kamu sering kerja lewat tenggat dan hasilnya nggak memuaskan, jangan salahkan bos yang sering marah.

Harus pandai-pandai menempatkan diri dan membuat prioritas saat sudah berada di dunia kerja. Selain itu, jaga fokus kerja agar nggak kendur dan sering bikin bos marah. Pokoknya selesaikan semua tugas agar waktumu untuk nyantai nambah .

5. Saling menghormati

saling menghormati baik bos dan rekan kerja

saling menghormati baik bos dan rekan kerja via https://www.google.co.id

Hormat-menghormati sewajarnya jadi budaya dalam lingkungan kerja. Tapi kadang ada perilaku yang nggak disadari menjadi bentuk ketidakhormatan. Misalnya ngeluh dalam status di Facebook tentang tugas dari bos.

Hal ini bisa-bisa membuat bos marah. Ngeluh di medsos, bilang langsung aja ke bos kalau memang keberatan. Sikap lainnya adalah bullying atau merendahkan rekan kerja lain. Hal ini nggak baik buat iklim kerja. Makanya wajar jika sering bikin bos marah.

Saat ada di dunia kerja, sudah sepatutnya kita bisa profesional. Praktikkan 5 cara di atas supaya kariermu bisa lancar dan kerja pun lebih kondusif. Tentunya nggak bikin bos marah melulu…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya