Tidak selalu yang terlihat baik di awal akan selalu baik. Di awal bukan jaminan akan selalu baik di kemudian harinya dalam hal sikap bagi kita.

Begitulah yang terjadi realita ketika kita berinteraksi dengan orang lain dalam lingkup lingkungan sekitar tempat kita tinggal. Ada hal yang bisa kita terima dengan logika soal sikap orang lain, yang mungkin secara sepintas tidak seharusnya dilakukan.

Namun ada juga kalanya perasaan ikut serta dalam merasakan apakah hal ini patut untuk diabaikan atau ditanggapi. Dengan catatan ditanggapi tapi masih dengan cara tersendiri dan masih dalam koridor yang sewajarnya. Karena ada kalanya saat kita mencoba bersabar, namun ada saja orang lain yang mungkin merasa kurang lengkap harinya jika tidak membuat risih orang lain.

Bisa jadi karena banyaknya masalah dan lingkungan pergaulan dengan pemikiran yang sempitlah yang membuat orang kadang membutuhkan tempat pelampiasan kepada orang lain sebagai bentuk rasa yang membuatnya lega setelah orang lain merasakan sama dengan apa yang dirasakannya.

1. Orang judgemental dan suka menyimpulkan sesuatu sendiri. Dia cenderung egois, ogah mendengar penadapat orang lain

Ketika seseorang yang memang menaruh rasa iri terhadapamu maka umumnya dari mereka akan sangat ingin mempermalukanmu di hadapan orang lain dengan sebuah pernyataan yang terkesan dibuat menurut kehendaknya sendiri. Tidak peduli dalam sekilas pandangan apa yang dilihatnya benar atau salah, maka dengan entengnya ia akan mengatakan hal yang bersifat buruk tentangmu kepada orang lain.

2. Selalu berpura-pura bahwa sedang nggak terjadi apa-apa

Mungkin secara tidak sengaja kamu mendengar perkataannya saat ia sedang menghasutmu di hadapan orang lain. Secara psikis kebanyakan orang akan langsung merasa tersinggung ketika mendengar hal yang tidak enak tentangnya dibicarakan kepada orang lain.

Advertisement

Dan parahnya bahkan itu belum tentu benar tentang apa yang diucapkannya. Untuk membuat kedaaan seolah baik–baik saja setelah ia menyinggung perasaan orang lain, biasanya orang seperti ini akan bersikap sok akrab dan ramah dan seolah ia tak berdosa tentang apapun.

3. Enggan meminta maaf sekalipun ia sadar bahwa ia bersalah

Sangat anti baginya untuk meminta maaf karena memang ada niatan yang tidak tidak baik terhadapmu. Menurut mereka, tidak ada yang lebih enteng dari menghasut daripada mengakui kesalahan. Tipe orang–orang seperti ini memang biasanya tergolong tipe orang yang keras kepala dan mempunyai keinginan untuk lebih disegani daripada orang lain.

4. Mudah tersulut emosi dan susah dikendalikan, meski olehmu sebagai orang terdekatnya

beda jalur via http://primeraeng.com

Cuka dan madu adalah dua bahan makanan yang tidak bercampur menjadi satu. Layaknya minyak dan air, keduanya mempunyai kerekatan pola partikel yang berbeda. Dan juga seperti kamu dan orang bertipe seperti ini, tidak akan pernah ada kesempatan bagimu dengan dirinya untuk akur dalam waktu yang lama. Seperti ada sebuah jalan pemisah antara dirimu dengan dirinya yang membuat kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Baik dalam hal hubungan pasangan maupun pertemanan.

5. Minim kepekaan, malas belajar dan maunya hanya didengar

Advertisement

Bagi orang yang peka ketika sedang berbicara dengan orang lain, maka mereka akan berpikir dulu sebelum berbicara. Dengan tujuan setiap perkataan mereka tidak menyinggung orang lain. Dan kalaupun menyinggung, pasti ia akan merasa bersalah dan mencoba untuk membicarakandan meminta maaf secara baik-baik di lain waktu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya