Orang tua memiliki peran terbesar dalam membentuk karakter anak. Oleh sebab itu, orang tua harus bijak dalam mendidik anaknya agar menjadi pribadi yang cerdas dalam menyikapi sesuatu yang di jalaninya. Apa yang orang tua berikan kepada anak bisa menjadi dua hasil, pertama hasil yang baik dan kedua hasil yang buruk.

Beberapa orang tua belum tahu atau tidak memahami keinginan anaknya dan justru mengikuti apa yang ia anggap benar untuk anak, padahal belum tentu anak menerima apa yang dilakukan orang tuanya. Keterbukaan anak dan orang tua sangat penting dalam menjalin hubungan keluarga yang harmonis.

Di usia remaja, kamu pasti memiliki banyak keinginan yang bertentangan dengan orang tuamu. Misalnya, menentukan tempat sekolahmu, gaya berpakaian, atau hal-hal kecil lain dan kamu merasa sudah cukup umur untuk bisa menentukan pilihanmu sendiri tanpa campur tangan orang tua dan menyebabkan hubungan orang tua dan anak memudar sehingga terjadi perselisihan antara orang tua dan kamu. Kuncinya kamu sebagai anak harus memberikan pemahaman yang jelas kepada orang tua dan sebaliknya orang tua juga harus memberikan alasan yang jelas dengan permintaan anak. Ada beberapa hal yang tidak disukai anak saat usia remaja dan sebaiknya orang tua memperhatikan hal-hal berikut. Lalu, apa saja hal tersebut?

1. Berhenti membanding-bandingkan anak dengan saudara kandungnya

Photo by Tim Gouw

Photo by Tim Gouw via https://www.pexels.com

Bagi kamu yang memiliki kakak, abang, atau adik mungkin pernah merasakan hal ini. Dari hal kecil saja kamu merasa orang tua bersikap tidak adil padamu seperti membelikan barang-barang hanya untuk saudara kandungmu atau memberikan perhatian lebih kepada mereka. Sebagai orang tua yang bijak seharusnya memberikan penjelasan kepada anak yang tidak diberikan hal sama dengan saudara lain meskipun anak tidak bertanya tapi dalam hatinya ia akan merasa kecil hati dan dibedakan.

2. Jangan memarahi anak di depan orang lain

Advertisement

Malu dan kesal jika kamu diposisi ini bukan? Kamu lebih baik dimarahkan di depan tembok dengan suara orangtua yang lantah dari pada di depan teman atau orang yang ada di sekitarmu karena sudah mengenal gengsi kamu hanya bisa terdiam saat dimarahi di depan orang lain.

3. Memberikan alasan yang jelas terhadap penolakan permintaan anak

Photo by Nikolay Draganov from Pexels

Photo by Nikolay Draganov from Pexels via https://www.pexels.com

Orang tua pasti akan memberikan yang terbaik bagi anaknya namun tak semua anak bisa berfikir jernih tanpa diberikan penjelasan terhadap penolakan permintaanya. Susana sedang berkumpul dengan keluarga menjadi waktu yang pas untukmu bertanya kepada orang tua mengapa menolak keinginanmu dan sebagai orang tua harusnya memberikan alasan dan pengertian yang jelas kepada anaknya.

4. Jangan mengungkit kesalahan anak pada masa lalu

Photo by Maya Anggraeni from Pexels

Photo by Maya Anggraeni from Pexels via https://www.pexels.com

Orang tua harus selalu memperhatikan ini seorang anak tidak senang orang tua mengungkit kesalahan anak di masa lalu, anak akan merasa selalu salah dimata orangtua nya dan dihantui rasa menyesal, seharusnya orangtua memberikan pemahaman bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan dan setiap orang juga berhak untuk berubah menjadi lebih baik kepada anaknya bukan malah mengungkit kesalahan anak.

5. Jangan halangi anak mencoba suatu hal, jika ia salah tegurlah dengan cara yang baik

Advertisement

Kamu pernah berkata “Ayah, Ibu biarkan aku mencoba hal baru untuk mengejar cita-cita, aku ingin membanggakan orangtuaku”. Memang dalam proses mencari jati diri tak jarang kamu dibatasi dalam melangkah oleh orang tua padahal niatmu hanya ingin sukses dan menggapai cita-citanya namun orang tua masih menganggapmu masih kecil dan belum bisa mencooba hal itu. Namun peran orangtua sangat penting dalam proses jati dirimu dan sebagai orang tua juga harus selalu membimbing anaknya, mengikuti hal-hal apa yang ingin ia coba mengarahkan tujuan hidupnya dan selalu mengawasinya dengan baik .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya