Kecanggihan di zaman sekarang memang sudah semakin maju dan hampir semua kalangan anak muda bisa mengoperasikannya. Bahkan mereka yang berada di usia dini saja sudah bisa mengoperasikan smartphone dan laptop.

Bisa dilihat dari berapa banyak anak kecil yang sekarang lebih betah berlama-lama dengan gadget-nya, daripada mereka yang bermain di luar dengan permainan-permainan sederhana atau bahkan bermain dengan alam. Kegunaan gadget yang multifungsi semakin membuat anak muda menyukainya. Beragam fitur yang ditawarkan hampir menawarkan aplikasi-aplikasi yang bersifat menghibur, selain kegunaan utama dari smartphone maupun tablet sendiri adalah untuk sarana berkomunikasi.

Semakin maju zaman, bukannya menjadi jaminan bahwa hak asasi dan perkembangan anak muda yang beranjak remaja atau dewasa semakin membaik, namun tidak menutup kemungkinan generasi muda mengalami penurunan dalam hal beretika. Seperti halnya soal privasi, dengan kemudahan dann kecanggihan gadget saat ini seolah seperti tidak ada yang namanya privasi.

Sangat kecil sekali kemungkinan berada di suatu tempat namun privasi seseorang bisa tetap terjaga tanpa adanya kamera-kamera yang mengintai. Sepertinya seolah menjadi sebuah hobi baru bagi kalangan muda dan dewasa untuk diam-diam mengabadikan kegiatan seseorang dalam bentuk foto maupun video. Dan kebanyakan pula menyalahgunakan keisengan ini dengan membubuhi caption-caption hate speech yang berupa hasutan, bully, atau pembunuhan karakter seseorang yang dimulai dengan berita-berita hoax.

1. Melanggar HAM

Keisengan dalam mendokumentasikan seseorang dalam bentuk foto maupun video ini sepertinya sudah menjadi hal yang perlu di perhatikan. Karena dalam pengambilan gambar ataupun videonya saja tidak seijin orang yang bersangkutan. Maka tidak heran apabila hal ini semakin menjadi keleluasaan bagi para pembuat dan penyebar berita hoax maupun yang mempunyai niatan tidak baik pada si korban. Hak Asasi Manusia berupa privasi yang dimiliki korban pun bisa tercoreng akibat ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab.

2. Jalan Penyebaran Berita Hoax

Sampai saat ini, berita hoax sangat mudah di buat dan disebarkan melalui kecepatan media jejaring sosial. Bahkan pelaku pun bisa bebas melakukan aksinya dalam membuat berita-berita palsu tanpa adanya undang-undang yang memberi hukuman dengan efek jera. Hukuman ringan atau berupa denda yang dirasa ringan inilah yang menjadi jalan bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab dalam membuat bermacam berita yang bersifat merugikan orang lain.

3. Gadget Beralih Fungsi Sebagai Sarana Bullying

Advertisement

Di zaman sekarang, tidak selalu orang yang terlihat asik dengan smartphone-nya memang sedang menggunakan smartphone-nya untuk kepentingan sesuai fungsi smartphone dalam hal komunikasi. Namun banyak kamera-kamera yang siap merekam dalam bentuk video atau mengambil foto candid untuk menjatuhkan seseorang dengan tambahan caption yang bersifat bullying. Biasanya si pelaku akan menggunakan akun anonim di sebuah media sosial untuk menyebarkan foto atau video seseorang yang dibumbui dengan kalimat-kalimat hate speech.

Namun lucunya ketika si pelaku ketahuan sedang merekam atau mengambil foto seseorang dan si korban melakukan hal yang sama kepada pelaku, wajah kesal dan tidak nyaman akan terlihat dari wajah si pelaku. Seolah ia merasa senang ketika orang lain menjadi objek berita hoax atau bullying-nya sedangkan dirinya sendiri tidak senang ketika dijadikan objek dengan kebutuhan yang sama.

4. Sebagai Bentuk Pelampiasan

Pelampiasan

Pelampiasan via https://cellspyapps.org

Terkadang kegiatan mengambil gambar atau foto seseorang tanpa sepengetahuan si korban bukan hanya keisengan yang sering dilakukan orang kurang kerjaan dan memang senang ketika orang lain merugi, namun juga karena sebuah alasan tentang pelampiasan dirinya karena pernah menjadi korabn dan mengalami hal yang sama dari si pelaku lainnya.

Advertisement

Seolah seperti ada rasa puas karena mengetahui rasanya menjatuhkan seseorang dengan berita hoax atau dengan kalimat-kalimat bullying kepada orang lain yang umumnya tidak ia kenal dan spontan saja ketika bertemu di suatu tempat. Dan bisa juga ketika seseorang yang memang ia ketahui namun ia menaruh kecemburuan atau rasa iri terhadap apa yang dimiliki si korban.

5. Sebagai Alasan Untuk Menutupi Aibnya

Biasanya mereka yang senang melakukan bullying, menyebar kalimat-kalimat hate speech, atau membuat sejumlah berita untuk menjatuhkan seseorang atau suatu golongan tertentu adalah salah satu cara seseorang atau suatu golongan untuk menutupi boroknya sendiri.

Dengan adanya orang atau golongan lain yang menjadi topik pembicaraan dalam kepentingan negatif, maka akan mudah baginya untuk memberi ruang pembatas sementara bagi orang lain untuk tidak mengetahui aib diri atau suatu golongan dan juga guna menghindari kritik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya