Sembako atau singkatan dari sembilan kebutuhan pokok yang menjadi sebagian kebutuhan harian yang umumnya dibeli banyak orang memang tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang membutuhkannya.

Walaupun hanya dengan air manusia bisa bertahan hidup, namun tanpa makanan yang dimakan setiap harinya bisa dipastikan tubuh tidak akan mempunyai tenaga sama sekali untuk melakukan bermacam rutinitas harian. Hanya saja di Indonesia ini beras yang nantinya dimasak menjadi nasi adalah salah satu makanan pokok umumnya masyarakat Indonesia.

Walaupun di wilayah tertentu seperti daerah-daerah di wilayah timur Indonesia menggunakan sagu sebagai makanan pokoknya. Dan beras sendiri dari tahun ke tahun selalu mengalami naik turun kuota, padahal negara Indonesia sendiri kaya dengan lahan-lahan persawahan dan hasil panen padinya yang melimpah. Namun entah kenapa selalu ada saja saat-saat dimana pemerintah harus mengimpor beras dari luar negeri karena stok beras yang dinilai tidak mencukupi masyarakat Indonesia dan akhirnya membuat harga beras lokal melonjak tajam.

Dalam kasus lain, penimbunan stok beras dan baru dijual ketika harga jual beras sedang tinggi adalah faktor lain penyebab mengapa negeri yang kaya dengan sumber daya alam terutama lahan persawahan padinya ini sampai kewalahan sendiri dalam mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Imbasnya adalah kerugian para petani lokal dan para pedagang kecil yang menggantungkan nafkah mereka dari hasil pertanian. Ditambah lagi dengan banyaknya minimarket berbasis franchise yang sudah menjamur dimana-mana dan bersistem swalayan atau sistem yang memperbolehkan konsumen bebas memilih dan mengambil sendiri barang kebutuhan yang akan mereka beli sebelum berakhir pada meja kasir dalam transaksi jual beli barang dengan nilai tukar uang.

Apalagi jika sudah menyasar daerah perkampungan dan berjumlah lebih dari 2 gerai, bisa dipastikan para pedagang sembako di toko-toko klontong akan kalah saing. Karena dalam hal promosi sendiri, minimarket, dan supermarket dengan berbagai brand yang ada sekarang ini memang lebih unggul dan gencar dalam menyebar pamflet daftar barang yang dijual dengan harga-harga promo yang tertulis jelas beserta potongan harganya.

Sehingga masyarakat mempunyai mindset atau pemikiran bahwa hampir semua barang pasti tersedia di minimarket dan itulah yang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan atau barang-barang perlengkapan.

Dalam hal kualitas dan keterjangkauan harga, bahan-bahan sembako yang dijual para pedagang kecil seperti di toko klontong atau pasar tradisional sebenarnya tidak kalah dengan sejumlah sembako yang dijual atau barang kebutuhan rumah lain yang dijual di minimarket.

Hanya saja kembali pada poin kebersihan dan kerapian penataan barang yang jujur saja rata-rata pedagang kecil walaupun tidak semua pedagang kecil demikian, dimana mereka menjual sembako dan barang-barang perlengkapan namun seringkali mengabaikan salah satu atau kedua faktor tersebut yang sebenarnya menjadi peluang untuk menarik para pembeli.

Dan sebagaian banyak lainnya, memang dikarenakan karena keterbatasan kemampuan dan tempat. Lalu, kira-kira apa saja sih keuntungan berbelanja di pasar tradisional, toko klontong, atau lapak-lapak pedagang kecil?

1. Kamu secara tidak langsung ikut meningkatkan perekonomian daerah

perekonomian meningkat via https://www.google.com.ua

Dengan lebih sering berbelanja barang kebutuhan sehari – hari di pasar tradisional atau toko klontong daripada di minimarket, bisa dipastikan kamu akan sangat membantu lancarnya perkenomian pedagang – pedagang kecil dan menjaga stabilitas perekenomian di daerahmu masing – masing.

Karena perputaran uang yang didasari oleh rasa untuk saling membutuhkan sebagai makhluk sosial inilah yang membuat kesejahteraan masyarakat dalam suatu daerah akan selalu membaik.

2. Terkadang lebih hemat tenaga

Advertisement

Umumnya masyarakat yang sekarang ini sudah ter-mindset pemikirannya bahwa setiap barang kebutuhan atau perlengkapan yang dicarinya pasti tersedia di minimarket – minimarket berbasis swalayan dan serba ada ini harusnya bisa lebih menghemat tenaga mereka untuk menjangkau minimarket yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi rumah.

Padahal akan sangat menghemat tenaga sekali jika kamu cukup membeli barang – barang kebutuhan dan perlengkapan di toko – toko klontong atau pasar tradisional yang terdekat dari lokasi rumahmu. Terkecuali jika memang tidak ada satupun toko atau pasar di sekitar lingkunganmu.

3. Harga miring dijamin bikin aman di kantong

hemat pengeluaran via https://www.mckinsey.com

Selain kamu tidak kehabisan banyak bensin untuk menjangkau minimarket bila jaraknya memang cukup jauh dari lokasi tempat tinggalmu, terkadang banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ada sejumlah toko klontong atau pasar tradisional yang menjual barang kebutuhan maupun perlengkapan dengan kualitas yang sama namun harganya lebih miring jika membeli di minimarket diluar tambahan pajak dan tarif tambahan dari “tukang parkir ghaib” yang peningkatan jumlahnya akan berbanding lurus dengan banyaknya cabang gerai minimarket yang dibuka.

Advertisement

Ya tau sendiri kan, ketika memarkir kendaraan di depan minimarket terkadang tidak terlihat satupun tukang parkir tapi ketika selesai berbelanja dan menghampiri kendaraan tiba – tiba ada orang yang menarik tarif parkir tanpa karcis resmi yang biasanya terdapat logo pemerintah kota atau daerah beserta tarif parkirnya.

Ya walaupun, hilangnya barang si pemilik kendaraan umumnya masih bukan menjadi tanggung jawab tukang parkir yang sudah kita bayar. Atau, setidaknya sebilah kardus bekas yang ditempatkan diatas jok adalah pesan tersirat yang menunjukkan adanya tarif parkir yang harus dibayar dan memberikanmu sinyal bahwa tidak lama lagi akan ada orang berompi dengan peluit parkirnya yang tidak lama lagi menghampirimu dan meminta tarif parkir.

4. Lebih dekat dengan tetangga di sekitar lingkunganmu

rukun dengan tetangga via http://www.digitalspy.com

Sekarang ini hampir di setiap lingkungan perkampungan atau perumahan pasti ada satu atau dua bahkan lebih toko – toko kecil yang menjaul sembako dan barang perlengkapan. Nah justru disinilah kerukunan dalam bertetangga juga bisa terjalin apalagi jika toko tetangga dengan tempat tinggalmu hanya berjarak beberapa langkah saja.

Sudah pasti ketika kamu membeli barang – barang kebutuhan harian di toko – toko kecil milik tetangga terdekatmu mereka juga akan senang dan menaruh segan terhadapmu, karena kamu tau adanya rasa peduli dan adanya rasa saling membutuhkan. Bukan tidak mungkin jika suatu waktu kamu membutuhkan bantuan, mereka juga tidak akan keberatan memberikan bantuan kepadamu.

5. Melatih kamu agar tidak menjadi orang yang gengsian

jual beli di pasar via https://simomot.com

Umumnya sekarang ini banyak orang lebih memilih membeli barang kebutuhan atau perlengkapan harian di minimarket tidak selalu soal kebersihan barang dan juga promo harganya saja, namun ada juga sebagian orang yang memilih membeli di minimarket karena gengsi.

Karena sebagian barang yang tersedia di minimarket atau supermarket memang berbanderol lebih mahal dari barang – barang yang tersedia di toko klontong ataupun pasar tradisional dikarenakan juga soal kualitas barang. Namun soal fungsi dan kegunaan sebenarnya pun sama saja.

Ditambah dengan tas kresek bergambarkan logo setidaknya sudah menjadikan orang yang melihat tau bahwa seseorang baru saja berbelanja dari minimarket atau supermarket yang sudah mempunyai nama. Asal kamu tidak mencuri dan membayar barang belanjaanmu dengan uang asli yang masih berlaku, lalu kenapa harus malu?

6. Melatih kemampuanmu dalam hal tawar menawar

Di kebanyakan toko klontong dan pedagang kecil di pasar tradisional, umumnya barang yang dijual adalah berdasarkan patokan harga jual barang yang ditetapkan secara umum oleh para pedagang. Ya walaupun memang terkadang selisih beberapa rupiah pun menjadi hak bagi si penjual dalam menentukan harga barang dagangannya.

Asiknya, tanpa price tag atau banderol harga yang tidak tertempel pada barang dagangan yang dijual malahan bisa membuatmu tau langsung bagaimana proses tawar menawar antara penjual dan pembeli. Dan hal ini sah – sah saja selama kedua belah pihak mencapai kesepakatan harga.

Bagi yang jarang melakukan tawar menawar, mungkin masih agak canggung ketika memberikan tawaran harga kepada si penjual. Tapi tenang, lama – kelamaan skill-mu akan berkembang. Cukup berbekal teknik – teknik klasik tawar menawar yang memang terkesan mendramatisir, semisal pura – pura pergi agar dipanggil si penjual dengan harga terakhir yang kamu tawar setelah dua windu beberapa menit bersilat lidah soal kesepakatan harga.

Ingat, ini cuma sekelumit teknik tawar menawar harga, jangan dibawa perasaan.Dan tenang saja si penjual juga tidak akan berpikiran selebay quote dari seorang seniman dan budayawan super nyentrik Sujiwo Tedjo itu yang berbunyi


Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tidak sebercanda itu.


7. Kamu jadi tau kualitas dan lebih selektif dalam memilih sebelum membayar

Sekilas barang dagangan yang ditata rapi di etalase toko atau di lapak pedagang – pedagan di pasar tradisional memang terkesan sama saja. Tapi tidak bisa seperti itu, karena masih ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli.

Semisal kebersihan dan kualitas barang. Kalau hanya membeli dan asal pilih saja tanpa meneliti lebih dulu barang yang akan kamu beli, bisa jadi barang itu ada beberapa cacat yang tidak terlihat dan mungkin juga sudah mendekati atau lewat tanggal kadaluarsanya. Hati – hati sebelum membeli, kesehatanmu lho.

8. Jam bukanya lebih fleksibel dan lebih fresh

fleksibel waktu via https://www.lawdonut.co.uk

Kebanyakan pasar tradisional ataupun toko klontong umumnya akan buka lebih pagi, bahkan para pedagang – pedagang kecil sudah menggelar lapaknya di pasar sejak subuh. Ini sangat memudahkan bagi kamu yang sudah lapar di pagi hari, namun tetap ingin memasak sarapan sendiri di rumah.

Selain itu lebih meningkatkan kreatifitasmu dalam mengolah bahan makanan menjadi makanan jadi dan lebih terjamin kebersihannya dimana proses pemilihan, pencucian, sampai pengolahan berada di tanganmu sendiri.

9. Walaupun jaman semakin maju, kamu masih bisa merasakan penganan khas negeri sendiri

jajanan pasar via http://jelajahgizi.id

Rugi jika kamu lahir di Indonesia, tapi tidak tau sama sekali jajanan atau penganan khas yang biasanya dijual para pedagang di pasar. Berbagai jenis kuliner dari luar negeri memang terlihat selalu instagramable dan selalu punya nilai lebih ketika di perlihatkan ke media.

Sebelum kuliner jajanan dan makanan khas Indonesia yang dijual di pasar makin tergerus jaman dan semakin punah juga para pengrajin makanan dan penjualnya, sempatkanlah untuk merasakan nikmatnya warisan nenek moyang sebelum suatu hari penganan – penganan itu kembali booming tapi kamu kebingungan mencari dimana penjualnya.

Karena memang demikian, trend dalam hal apapun sampai kapan pun juga akan terus berulang dari waktu ke waktu. Hanya saja memang membutuhkan timing dan sejmumlah influencer yang tepat untuk membuat suatu tren booming kembali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya