Jauh sebelum bangsa-bangsa ini bersatu dan membentuk sebuah kesatuan bernama Indonesia, bangsa-bangsa tersebut hidup bersuku-suku. Tiap kelompok atau suku memiliki budaya dan bahasa masing-masing.

Dalam rangka merawat budaya agar tak punah, maka bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu diposisikan pada tempat yang tak menggeser bahasa-bahasa daerah. Keberagaman bahasa daerah ini merupakan kekayaan budaya yang sayang jika lenyap begitu saja.

Dari beberapa bahasa daerah yang kaya sejarah itu, ada kemiripan lafal tapi berbeda maknanya. Berikut ini adalah kosakata dari beberapa bahasa daerah yang mirip namun beda arti.

1. Sampean

Sampean dalam bahasa Jawa digunakan sebagai sapaan halus untuk menunjuk seseorang yang diajak bicara. Kata ini dalam bahasa Indonesia bermakna kamu.

Advertisement

Berbeda bahasa berarti berbeda budaya pula. Dalam bahasa Sunda, kata sampean merujuk pada kaki. Awas, jangan sampai keliru saat berkomunikasi sama orang Jawa atau orang Sunda, ya.

2. Gering

Jika kamu orang Jawa tulen, pasti tahu bahwa gering itu berarti kurus. Gering tidak hanya ditujukan pada manusia saja. Pada buah misalnya, maka kalimatnya adalah, "pisange gering-gering."

Meskipun terletak pada pulau yang sama, Bahasa masyarakat Jawa dan Sunda relatif berbeda. Kata gering dalam bahasa Sunda berarti sakit. Mungkin hampir mirip ya antara sakit dan kurus.

3. Ambekan

Advertisement

Setiap manusia hidup pasti butuh ambekan. Ya, ambekan ini adalah kosakata bahasa Jawa yang memiliki makna bernafas.

Dalam bahasa Sunda, ambekan adalah berteriak. Jadi jangan salah memilih kata jika kamu sedang berkomunikasi dengan orang daerah tertentu.

4. Gedang

Pisang dan papaya adalah sama-sama buah di daerah beriklim tropis. Buah ini tumbuh dan berkembang dengan di Indonesia.

Ada satu hal unik tentang penamaan kedua buah ini menurut beberapa daerah, yaitu kata gedang. Oleh masyarakat daerah Jawa, gedang berarti pisang. Sedangkan masyarakat Sunda menggunakan kata gedang untuk menyebut buah papaya.

5. Mbok

Mbok dalam bahasa Jawa adalah sapaan terhadap perempuan yang sudah tua. Bisa ibu-ibu atau nenek-nenek. Namun, dalam bahasa Bali, mbok merupakan sapaan bagi perempuan yang lebih tua tapi belum tentu lansia, seperti kakak perempuan.

Kosakata ini juga ada di dalam KBBI dengan kedua makna dari bahasa Jawa dan Bali tersebut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya