Aku dan kamu dilahirkan memang dalam kondisi tubuh berbeda. Perkara cantik dan ganteng bukanlah utama dari kehidupan ini. Namun kenapa selalu dipermasalahkan? Cantik dan ganteng merupakan label yang diberikan atas diri kita, biasanya memang dikaitkan dengan kondisi fisik.

Bagi cewek identiknya memiliki tubuh langsing dan tinggi. Sedangkan bagi cowok dikaitkan dengan tubuh berotot dan perut rata. Padahal kita memang dilahirkan berbeda-beda dan semua bisa dibilang cantik atau gantik. Kalau begitu kenapa masih ada body shaming dalam keseharian?

 

1. Ganteng dan cantik bukan urusan kalian, semua balik lagi ke individu masing-masing

Jika kamu merasa diri sendiri ganteng atau cantik, berbahagialah sebab kamu mampu melihatnya sendiri. Meskipun tubuh kamu tidak proporsional atau tinggi badan kamu masih standar, namun kamu bisa menyadari itu sebagai kondisi diri sendiri. Hebat, kamu mampu menerima diri sendiri tanpa perlu memikirkan perkataan orang lain.

Advertisement

Tidak perlu berkomentar atas kondisi tubuh orang lain. Jika kamu tidak ingin dikomentari maka janganlah berkomentar. Semua urusan masing-masing.

2. Gendut atau kurus, semua sama saja sebab itu kondisi tubuhku sendiri

Menerima diri sendiri

Menerima diri sendiri via https://pixabay.com

Berusahalah untuk tidak terpancing omongan orang lain. Jika memang ganteng dan cantik dikaitkan dengan tubuh kurus, namun bagi kamu yang memiliki tubuh gemuk bersabarlah sebab kami cantik atau ganteng dengan caramu sendiri.

Berhentilah untuk memikirkan omongan orang lain yang mungkin mencela kondisi tubuhmu. Ingat, tubuhmu ya milikmu sendiri. Jadi kamu bertanggung jawab atas apa yang ada dari dirimu.

3. Berhenti untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, khususnya dilihat dari media sosial

Berhenti saling membandingkan

Berhenti saling membandingkan via https://pixabay.com

Advertisement

Media sosial memang memiliki peranan penting untuk saat ini. Ingatlah bahwa itu tidak selamanya baik. Foto-foto yang ditampilkan memang menunjukkan tubuh orang yang proporsional. Tapi, tidak selamanya itu menyenangkan. Kamu yang memiliki tubuh lebih berisi, selamat sebab kamu unik. Kamu mampu untuk mengeluarkan sisi terbaikmu melalui fisik yang ada.

Selama kamu sehat dan bahagia, teruslah berjalan seperti itu. Tidak usah menjadi kurus atau berotot jika kamu tidak menginginkannya. Namun jika kamu mau berubah demikian, berusahalah semampumu.

4. Ingatlah untuk tetap sehat apapun kondisi tubuhmu

Olahraga

Olahraga via https://pixabay.com

Tidak selamanya yang kurus itu sehat. Padahal hal terpenting dalam hidup ya salah satunya menjadi sehat. Maka, berusahalah untuk tetap menjadi sehat dalam kondisi tubuhmu. Daripada pusing dan stres mengenai tubuhmu, mending melakukan hal positif lainnya untuk kesehatan fisik dan mental dirimu sendiri.

5. Stop body shaming

Stopbodyshaming

Stopbodyshaming via https://pixabay.com

Tagar stopbodyshaming memang sudah marak di media sosial. Beragam foto atau tulisan yang di post dan berhubungan dengan kondisi tubuh biasanya diakhir dengan tagar ini. Ingat ini bukan sekedar tulisan namun bentuk nyata yang harus dilakukan. Sadarkah kita bahwa ucapan yang dilontarkan bisa berakibat negatif untuk orang yang mendengarnya. Belum tentu diri kita juga lebih baik dari orang tersebut.

Jadi, lakukan apa yang memang seharusnya dalam koridor diri sendiri. Berhenti untuk memberikan kalimat negatif atas kondisi tubuh seseorang. Mulailah untuk berucap positif karena bermanfaat juga untuk diri sendiri

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya