Satu bulan lagi, kegiatan belajar mengajar tingkat kampus akan dimulai. Baik swasta atau negeri, tentu saja kegiatan hal ini akan menyenangkan karena kembali bertemu teman satu jurusan. Namun, berbeda jika kamu adalah calon mahasiswa baru di kampus, kegiatan ini justru membawa eforia sendiri. Karena, beradaptasi dengan teman dan lingkungan baru.

Lain halnya bagi kamu yang gagal berperang di bulan mei-agustus kemarin. Berbagai jenis tes sudah kamu lakoni tapi hasilnya tetap nihil. Mungkin setelah pengumuman kemarin, kamu sempat merutuki diri, merasa hanya diri sendiri yang ditolak oleh berbagai jenis univesitas sementara teman-teman yang lain sudah diterima. Rasanya seperti di tolak bumi. Tentu saja hal ini wajar, yang tidak wajar adalah jika berpusar pada kesalahan itu sendiri.

Mungkin selama ini 5 kesalahan ini penyebabnya;

1. Kurang Giat Belajar

Belajar layaknya orang yang haus ilmu via http://spoki.tvnet.lv

Tentu saja tidak ada hasil yang instan. Semua butuh kerja keras, lebih baik berdarah sekarang daripada terjatuh nanti. Mungkin selama ini, kamu masih bingung bagaimana belajar yang benar. Pada kenyataannya, semakin lama kamu mencari tipe belajar yang benar semakin terbuang waktumu dengan sia-sia. Jika memang kamu harus sekali mengenali tipe belajar. Gunakan waktu bulan agustus ini untuk; minggu pertama untuk belajar tipe mendengar, minggu kedua untuk belajar tipe melihat, minggu ketiga untuk tipe belajar menyentuh sambil melihat benda dengan wujud nyata dan minggu terakhir untuk tipe belajar sambil mendengarkan. Di akhir hari, kamu tinggal mengevaluasi, lebih condong ke tipe belajar dan setelah itu, silahkan diterapkan.

Selain tipe belajar, jangan lupa untuk giat belajar. Mungkin selama ini kamu kurang disiplin belajar, terdistraski suara televisi, tangisan adik atau bahkan karena langsung membuka banyak bab. Tentu saja, hal ini membuat malas duluan. Lebih baik belajar menjadwal, pelajaran apa yang akan kamu pelajari hari itu bukan mencampur adukkan.

Bagaimana kita bisa belajar lebih baik sambil multitasking daripada berfokus menyimak pelajaran yang sedang kita pelajari sekarang?

Advertisement

Satu hal lagi adalah berhentilah berkhayal memiliki pacar atau sibuk dengan pacar, fokus saja impianmu untuk kuliah. Kamu kalah bertarung bukan karena ada pacar tapi karena kesalahan kamu sendiri yang membiarkan orang asing menggerogoti pikiranmu. Mumpung masih muda, tidak usah lah mengitamakan pacaran.

Memang kalau kamu kalah bertarung dia mau bertanggung jawab menguliahkanmu sampai sarjana ?

Paling dia cuma bilang semoga tahun depan kamu berhasil. (Itu semua ilusi!)

2. Belum Paham Konsep Dasar Pelajaran

Klarifikasi apa yang mau dipelajari via https://www.colourbox.com

Jurusan IPA dan IPS tentu saja berbeda, meski keduanya beririsan mempelajari matematika. Matematika pada jurusan IPA lebih dalam dan kompleks karena pada bab tertentu akan menyambung pada pelajaran fisika. Lain halnya dengan IPS, konsep matematika hanya kerak terluar dan tidak kompleks karena matematika lebih ditekankan pada pelajaran ekonomi.

Dari perbedaan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa jurusan IPA harus mempelajari konsep dasar berbeda dengan jurusan IPS yang mempelajari asal muasal dan daya mengingat. Baik sejarah, timbulnya rumus ekonomi hingga berbelit dan terakhir manusia dan berbagai makhluk (seperti dalam sosiologi).

Kedua jurusan berbeda tersebut tentu tidak bisa dipandang remeh, karena rumpun IPA dan rumpun IPS menonjolkan sisi yang berbeda.

Setelah yakin pada jurusan yang dipilih, tentu kan pelajaran yang dibahas. Misalnya biologi pada rumpun IPA memilih jurusan IPA; sub-bab monera, konsep dasar terjadinya monera, termasuk golongan apa dan mengapa terjadi berbagai bentuk monera. Pada jurusan IPS yang memilih jurusan IPS; subbab pelaku ekonomi, mengapa disebut pelaku ekonomi, apa yang mendorong mereka menjadi pelaku ekonomi dan faktor apa yang mengurangi pelaku ekonomi. Hal tersebut hanya contoh karena pada saat memilih jurusan IPC, maka harus ekstra belajar IPA-IPS. Itu tergantung pilihan. Konsep dasar terbilang memakan banyak waktu karena bukan hanya satu pelajaran yang dipelajari. Untuk itu bijak-bijak menggunakan waktu dari sekarang, detik ini.

3. Restu Orang Tua

Orang tua tetaplah orang tua via http://papasemar.com

Ini bukan masalah mereka melarang kuliah, kerja atau menikah. Tapi, masalah komunikasi.

Tentu saja tidak ada orang tua yang melarang anaknya mengejar impian tapi ini lebih ke kondisi yang kamu pikirkan dan orang tua kamu pikirkan. Kamu tidak harus membentak orang tua karena mereka melarang kuliah, coba pikirkan jalur lain. Orang tua percaya, yang kamu butuhkan hanya membuktikan kamu mampu bersaing dengan seluruh 3 tahun lintas angkatan dan 1 lintas jurusan yang kamu pilih. Mereka melarang memilih jurusan A atau B pasti ada alasannya. Komunikasikan terbuka dengan mereka dibanding jalan kamu terjengkal saat mengerjakan di tahun depan. Restu orang tua adalah segalanya dari tiap langkah yang sedang kamu, aku dan kita tapaki sekarang.

4. Teknis

Perhatikan peralatan tempur sebelum ujian via http://www.alatperkakas.com

Hal-hal teknis yang kamu anggap sepele justru bumerang pada kehidupan kamu. Pensil palsu, karet penghapus yang kasar atau LJK mengalami kerusakan. Biasanya saat ujian, LJK dan Soal Ujian menjadi satu paket, karena itu beberapa pengawas memberi arahan bila LJK rusak sekaligus ganti soal.

Pekerjaan pengawas bukan main-main. Ada harga yang harus mereka bayar. Pertama, membiarkan kebocoran soal meski sudah tahu dan kedua peserta ujian yang bingung hingga kehilangan arah mengerjakan. 2 hal ini tentu pertanggung jawaban besar mereka, karena pengawas ibarat pemimpin yang mengawasi jalannya ujian. Mengutamakan bayaran atau fee yang lumayan menjadi alasan utama tapi tidak ada yang bisa menghindar dari apa yang sedang dilakukan.

Sama halnya dengan kamu, jika kamu sudah belajar keras hingga berdarah-darah namun lupa memperhatikan teknis maka tunggulah saat kehancuran.

5. Berdoa, Istirahat dan Bertindak Cerdas

Berdoa karena hanya berdoa penyelamat kita via https://1000warnaindonesia.blogspot.co.id

Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

Itulah setahun sebelum menjalani ujian, jadilah anak baik yang siap menerima cercaan dari berbagai pihak dan hinaan dari orang. Saat disekolah mungkin kamu disanjung karena cerdas atau kamu dibully karena bodoh. Namun masa itu sudah lewat, yang harus kamu lakukan adalah bertindak cerdas. Terbuka pada masukan bukan berarti kamu menelannya bulat-bulat. Kamu sudah siap mengahadapi ujian, itu artinya kamu sudah cukup cerdas untuk memilah mana yang baik, mana yang buruk. Termasuk saat kamu membaca artikel ini, bagi kamu ini sampah maka buanglah. Tutup artikel ini sebelum memenuhi pikiran intelektualmu tapi jika menganggap ini berguna maka lakukanlah sekarang.

Karena motivasi tanpa tindakan tidak akan berguna.

Istirahat yang cukup, otak intelektual mu juga butuh istirahat. Terakhir, awali dan akhiri aktivitas belajarmu yang keren itu dengan berdoa. Tanpa Tuhan, kita hanya kumpulan manusia tersesat. Setiap hari, berdoa dan memintalah pada-Nya. Karena pada akhrinya Dialah yang memutuskan hal mana yang baik untuk hidupmu.

Artikel ini tetap menjadi artikel jika detik ini kamu tidak mengambil langkah seribu untuk bertarung lagi. Ingat, segala hal yang kamu lakukan tidak akan sia-sia. Percayalah, ada hal yang baik sedang menunggu kamu jemput. Raihlah tujuan itu sebelum kamu menyesal. Karena satu detik kamu menyesal, tidak akan mengubah apapun.