1. Mempelajari banyak hal tentang diri sendiri

Sampai di mana batas kesabaran kamu?

Sampai di mana batas kesabaran kamu? via http://anamorphosis-and-isolate.tumblr.com

Kamu tidak pernah tahu batas kesabaranmu sampai ada seorang asing yang meledak marah karena kamu hanya mempunyai dua tangan dan dua kaki (secara teknis biasanya customer dengan sumbu pendek marah karena harus menunggu lama, tapi ketika dicari sumber permasalahannya, sama saja mereka marah karena alasan tadi). Saya juga belajar untuk memperlakukan orang dengan cara yang sama dan setara. Contohnya seperti, apa saya bisa memberikan lebar senyum yang sama pada orang yang menabung 50.000 dan yang menabung 170.000.000?

2. Memalsukan senyum

Memalsukan senyum adalah keahlian yang perlu dikuasai

Memalsukan senyum adalah keahlian yang perlu dikuasai via http://www.huffingtonpost.co.uk

Customer tidak peduli pada masalah hidupmu. Dan yang terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tetap tersenyum, meskipun itu palsu. Seiring berjalannya waktu kamu akan memahami bahwa keterampilan ini tidak hanya bermanfaat untuk menghadapi customer, tapi juga untuk menghadapi banyak orang di berbagai kesempatan di hidupmu. Semua orang punya masalah dan kadang memalsukan senyum secara ajaib bisa membuatmu merasa lebih baik.   

3. Berlatih untuk percaya diri

Do you feel confident?

Do you feel confident? via http://chinolariat.com

Orang yang pemalu atau tidak percaya diri harus mencoba untuk bekerja di bidang pelayanan. Berbicara pada puluhan bahkan ratusan orang setiap hari akan membuatmu menampilkan diri dengan lebih baik. Ini akan memaksa kamu untuk lebih banyak tersenyum dan berbicara dengan artikulasi yang jelas dan intonasi yang tepat.

4. Pelanggan bukanlah raja

King Joffrey is not a good customer

King Joffrey is not a good customer via http://hellogiggles.com

Kamu akan memperlakukan orang lain yang melayanimu dengan lebih baik ketika kamu berada di posisi orang yang dilayani. Kamu tidak lagi percaya istilah “Pelanggan adalah raja”, karena memang bukan. Hari ini perbudakan dikategorikan tindakan ilegal karena seorang manusia tidak seharusnya merasa berada di atas manusia lain.

Orang-orang yang kita temui setiap hari; orang yang membantu kita memarkir mobil, membersihkan jalan, melayani kita di restoran, membantu kita menonton film di bioskop, merawat kita di rumah sakit, dan membantu kita membangun rumah adalah manusia yang sederajat dengan kita.

Kita membutuhkan mereka agar kita bisa menjalani hidup lebih ringan dan mudah, dan mereka juga membutuhkan kita untuk alasan yang sama. Kita saling menghargai bukan karena yang satu mampu memberikan uang kepada yang lain, tapi karena kita sama-sama manusia.

5. Kekayaan tidak menentukan kepribadian seseorang

No matter how rich you are, you can't buy a good attitude

No matter how rich you are, you can't buy a good attitude via http://Forbes.com

Saya mengira orang-orang kaya yang sombong itu jadi sombong karena mereka kaya, padahal tidak. Saya banyak menemui orang yang tidak mempunyai banyak uang tapi ingin dilayani seperti raja, namun ada juga orang yang begitu kaya raya tapi sangat sederhana. Ternyata, sombong adalah penyakit yang dapat diidap oleh berbagai kalangan, terlepas dari seberapa banyak digit di buku tabungannya. Karena orang sombong akan tetap sombong walau tidak punya uang dan orang rendah hati akan tetap rendah hari meski tiba-tiba jadi milyuner.

6. Perlakuan seseorang terhadap orang lain sebenarnya merupakan wujud dari hubungannya dengan dirinya sendiri

Banting meja karena lapar

Banting meja karena lapar via http://memesvault.com

Yogi Bhajan pernah berkata,“If you are willing to look at another person’s behavior toward you as a reflection of the state of their relationship with themselves rather than a statement about your value as a person, then you will, over a period of time cease to react at all".

Ini kalimat yang bisa membantu orang-orang yang sekarang sedang bekerja di bidang pelayanan (atau bahkan di bidang apapun) untuk melewati hari-harinya. Karena ada banyak sekali orang yang akan langsung menggebrak meja ketika seorang waiter menumpahkan minuman pesanannya, atau berteriak ketika mereka harus mengantri lebih lama.

Kepada semua orang yang pernah atau sedang bekerja di bidang pelayanan, perlakuan mereka sama sekali bukan tentang kalian. Bukan tentang kalian yang tidak bekerja cukup cekatan atau karena kalian menumpahkan Lychee Squash di mejanya. Semua itu hanya pemicu. Reaksi mereka sebetulnya berbicara banyak tentang perlakukan mereka terhadap diri mereka sendiri.

Orang-orang depresi seringkali melampiaskan ketidaksukaan akan dirinya sendiri pada orang lain. Mereka yang senang merendahkan orang lain sebenarnya hanya melindungi diri mereka sendiri karena khawatir orang tidak akan menyukai dirinya jika ia berlaku baik. Mereka banyak mengkritik karena tidak nyaman dengan dirinya sendiri, lalu mereka mulai mengkritik diri sendiri dan segala hal di sekitarnya.

Orang-orang kaya yang sombong sebetulnya tidak memiliki kepercayaan diri jika bukan karena uang yang mereka miliki. Mereka takut diperlakukan buruk tapi akhirnya mereka justru memperlakukan orang lain dengan buruk. Jika kamu memahami ini, kamu bahkan tidak mau repot-repot merasa kesal pada mereka.

Pada dasarnya bekerja di bidang pelayanan akan membuatmu belajar jadi orang yang lebih baik. Lingkungan kerja akan memberikanmu pelajaran kehidupan lebih banyak daripada saat kamu berada di dalam kelas. Kamu akan tahu bahwa kamu telah mempelajari sesuatu ketika suatu hari di masa depan, kamu menceritakan anekdot pada temanmu tentang bapak-bapak berkumis baplang yang bersumbu pendek, bukannya drama tentang seorang teraniaya yang bekerja di bidang pelayanan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya