<>1. Nonjok hidung sampai berdarah tapi mendadak darahnya hilang. Lalu muncul lagi.

Kehadiran Michael Douglass yang berperan menjadi tokoh utama bernama dr. Hank Pym ini, patut diapresiasi. Ketika muncul di menit pertama, dr.Pym muda berlatar tahun 1989, benar-benar diperankan oleh Douglass sendiri dengan dukungan keren para make up artist.

Tapi kekerenan ini buyar ketika adegan berikutnya. dr.Pym melayangkan tinju ke rekan kerjanya yang bersikokoh ingin mengembangkan partikel pym. Mitchell Carson yang diperankan oleh aktor kawakan Martin Donovan ini, dijotos tepat di hidung hingga berdarah. Jika diperhatikan dengan sangat detail, darah yang menetes di hidung ini mendadak hilang. Padahal, harusnya si aktor masih berdarah. Mendadak juga si hidung berdarah muncul kembali.

Ini memang hanya sepersekian detik jadi harus super teliti.

<>2. Latihan tinju berulang-ulang sampai lupa salah jatuh.

Latihan tinju Scott dan Hope ini, muncul dalam trailernya. Di mana Evangeline Lilly yang menjadi anak dr.Pym, melatih Paul Rudd cara memukul yang baik. Bukan tentang pukulan, tapi tentang posisi jatuh si Scott dalam latihan pukul memukul itu. Sebelum dipukul, dia berada di kiri layar. Tapi posisi jatuhnya ketika Hope mengulurkan tangan, ada di kanan. Ini harus berulang kali lihatnya karena ada beberapa adegan latihan tinju. 

<>3. Tembak-tembakan, sih boleh. Tapi inget, darah kudu tetap nempel ya, Dok!

Tembak-tembakan di akhir film, di mana dr.Pym terkena tembakan dan jatuh di lantai ini, kesannya heroik banget. Maklum, dr.Pym korban salah tembak, di mana dia melindungi orang lain. Jika tidak salah, yang terkena adalah dada bagian kanan atas dan darah menetes. Sayangnya, ketika jatuh dan anaknya menolong, darah itu lenyap. Lalu masih lenyap ketika dibawa keluar gedung dan muncul lagi ketika ditolong tenaga medis.

Entahlah. Mungkin maksud si penembak memang hanya melukai. Jadi sengaja sebelah kanan yang digambar darah. Walau kita tahu, jantung posisinya di kiri. Ah, saya gak bahas ini dari segi medis karena ini bahasan dari segi ketelitian dan konsistensi adegan aja.

<>4. Makan bareng keluarga bisa jadi bumerang bagi artis cilik jika melupakan detil.
Bareng Keluarga

Bareng Keluarga via http://momstart.com

Adegan si artis cilik Abby Ryder Fortson yang memerankan Cassie Lang, anak dari Scott Lang di akhir film, di mana seluruh keluarga sudah menjadi baik kembali ini, cukup menganggu. Memang banyak film yang tidak dapat menampilkan hal detail dan tersandung jika sudah melibatkan anak, piring, dan makan sendiri. Maklum namanya juga anak-anak yang butuh berulang kali pengambilan scene. Jadi, penyatuan gambarnya bisa bermasalah jika tidak detail.

Ketika si Abby makan, ada makanan yang berkurang, lalu kembali ke bentuk pertama, dan berkurang lagi. Harusnya sih, ketika makan ya makanan akan terus berkurang. Lagi-lagi, butuh dilihat berkali-kali sambil melotot untuk menghitung jenis makanan yang hilang di piring si Abby.

<>5. Biar ada adegan salah, tapi Ant Man sarat hiburan.
Michael Pena

Michael Pena via http://www.vulture.com

Terlepas dari ketidaktelitian di atas, Ant Man berbeda dengan kebanyakan film superhero lainnya. Saya tidak pernah mendengar tawa yang sedemikian banyak seperti tawa yang saya dengar dari penonton ketika kami menonton Ant Man dibandingkan film superhero lainnya. Bahkan tawa ini merata hampir ada di seluruh bagian scene. Salut dan angkat topi untuk penulis skenarionya Andrew Barrer, Gabriel Ferrari, dan Adam McKay.

Yang paling fresh dan berhasil mencuri perhatian besar di film ini, tentu saja kehadiran Michale Pena yang berperan menjadi Louis, teman Scott. Cara dia menceritakan runtutan kejadian dengan suara dubbing ke wajah para pemain lain adalah hal cerdas dan menghibur, yang berhasil memancing tawa di setiap kehadirannya. Louis ini bahkan mengajak dua rekan lainnya menjadi tim perampok yang akan membuat Scott mencuri baju semut.

<>6. Siapapun bisa jadi supehero, bahkan mantan penjahat sekalipun.
Penjahat Jadi Hero

Penjahat Jadi Hero via http://io9.com

Tidak hanya mengundang tawa, Ant Man menghadirkan orang biasa yang cerdas dalam sosok Scott. Paul Rudd harus rela bersusah payah menurunkan berat badan sebesar 10 kilogram dan keluar masuk gym demi membentuk otot perutnya selama setahun penuh. Ini demi terlihat seperti sosok Ant Man yang sekarang ini. Jarang loh superhero yang dasarnya sudah cerdas seperti Ant Man ini.

Lihat saja cara dia merampok bank dan juga membobol sistem keamanan dengan menggunakan bahan rumah tangga. Bahkan ketika harus membuat sidik jari buatan. Berbeda dengan kebanyakan superhero lain pula, Scott berhasil menyentuh penonton dengan adegan hubungan keluarga bersama anaknya Cassie. Diceritakan, semenjak dipenjara si Scott ini dipisahkan dari anaknya. Istrinya bertunangan dengan polisi.

Superhero yang diambil dari orang yang tidak layak menjadi pahlawan ini, terasa lebih dapat diterima dibandingkan superhero yang mendadak muncul dari langit.

<>7. Ant Man juga bikin kita lebih paham dunia semut.
entomologist

entomologist via https://www.inverse.com

Dan yang terpenting, tentu saja kita dihibur dengan informasi tambahan mengenai semut. Walaupun masih banyak kontroversi di dunia para ilmuwan asli akan penggunaan sistem kontrol melalui chip yang ditempel di telinga pada film ini, apalagi soal tidak masuk akan hilangnya partikel tubuh ketika menyusut sedemikian kecil. Kehebohan ini sama dengan Fast Furrious terakhir, ketika mobil meluncur melewati tiga menara super tinggi.

Terlepas dari ketidakilmiahannya itu semua, jelas ilmu pengetahuan baru terkait semut dapat kamu saksikan.

Spesies yang sudah ada sejak 150 juta tahun yang lalu ini ternyata memang hewan luar biasa. Semut dapat membawa benda berat yang ukurannya sampai 5000 kali dibanding bobot mereka sendiri, yang jika diumpamakan seperti manusia menggendong 60 gajah. Beberapa jenis semut yang dikenalkan dalam film ini antara lain semut tukang kayu, semut api, semut peluru, hingga semut gila.

Lucu, deh jika membaca ulasan para ilmuwan terkait semut ini dibandingkan dengan gambaran semut yang muncul di film. Ya, mungkin ada baiknya film ini melibatkan para entomologist.

 

 

Jadi walau ada kesalahan-kesalahan kecil, itu semua tidak akan mengurangi keseruan menonton Ant Man bersama orang terkasih. Ant Man cocok ditonton bersama keluarga dan putra putri karena dapat menghargai hal-hal kecil setelah belajar dari semut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya