Komunikasi adalah jendela penghubung ketika kamu sedang berinteraksi dan ingin lebih mengenal orang lain.

Dari sekedar basa – basi berbincang ringan, sharing permasalahan, atau yang menyangkut masalah serius seperti masalah pekerjaan adalah hal yang biasa dibicirakan kebanyakan orang saat berkomunikasi, seperti sewajarnya kedua orang atau lebih saling berkomunikasi. Walaupun ada juga bermacam topik pembicaraan, tergantung dengan siapa lawan bicara kalian dan di mana lokasi kalian berkomunikasi.

Dialog yang terjadi dengan perantara pita suara, lidah, dan mulut untuk mengeluarkan suara verbal yang ingin kamu sampaikan kepada orang lain sekiranya memang terlihat mudah dan tentu kamu berpikir siapa saja pun bisa melakukannya. Namun perlu kamu ketahui, dalam kenyataannya di lapangan seseorang juga membutuhkan keahlian berkomunikasi yang baik.

Karena suara yang terlontar dari mulut dan masuk ke lubang telinga seseorang yang menjadi lawan bicaramu atau bisa sebaliknya, suara itu tidak selalu betah berlama – lama berada di dalam telinga ataupun langsung keluar dari telinga satunya. Perasaan yang dimiliki seseorang juga terkadang menyediakan tempat singgah bagi suara yang kamu sampaikan pada orang lain. Bisa jadi suara itu diolah dengan baik di dalam perasaan, dan bisa jadi tempat yang disediakan untuk menampung suara yang kamu sampaikan terlalu sempit dan pengap dimana biasanya akan membuat perasaan seseorang menjadi gusar. Dengan kata lain hanya ada dua pilihan yang harus terima ketika berkomunikasi dengan orang lain, yaitu antara ia memahami perkataanmu atau kamu membuatnya tersinggung.

Lidah yang tak bertulang memang sering di ibaratkan lebih tajam dari pisau yang baru diasah sekalipun. Karena memang dari apa yang kamu katakan dengan sadar atau tanpa sadar bisa menyakiti perasaan orang lain. Umumnya, orang akan sangat merasa sakit hati ketika ucapan – ucapan yang menyinggung itu sudah terlalu sering dilontarkan. Namun ada juga tipe orang yang sangat mudah tersinggung, sekalipun ucapanmu hanyalah sekedar guyonan ringan atau salah dalam satu pemilihan kata. Tipe seperti ini akan lebih mudah tersulut emosinya, sebagaimana ia juga adalah tipe orang yang sangat mudah terprovokasi. Ibarat saat orang sedang makan, makanan itu langsung ditelan bulat – bulat tanpa menggunakan fungsi giginya untuk mengunyah makanan itu agar lebih lunak saat ditelan, sebagaimana apa yang diucapkan seseorang kepadanya hanya diterima sebatas kata – katanya yang terdengar olehnya. Mungkin setelah kamu membaca sedikit kiasan seperti ini, kamu sudah bisa mengira – ngira sendiri lebih ringan mana yang lebih meringankan kerja ususmu dan mana yang lebih meringankan kerja perasaan yang terhubung pada otak kirimu.

1. Ia sering mendengar ucapan yang kurang mengenakkan hatinya

Terkadang hal yang justru menjadi penyebab utama mengapa seseorang menjadi seseorang yang sangat mudah tersinggung saat terjadi dialog adalah karena pada saat sebelum ia melakukan dialog denganmu, ia sering berada di lingkungan dimana banyak orang yang suka menggunakan kalimat – kalimat sarkasme atau sindiran setiap kali mereka berkomunikasi dengan orang lain, yang seringkali itu juga sering menyakiti hatinya.

Hal seperti itulah yang membuat perasaannya menjadi sangat sensitif sekalipun ketika ucapan seseorang tidak ada maksud sekalipun untuk menyinggung perasaannya. Setidaknya itu juga menjadi sebuah pelampiasan ketika otak dan hatinya sudah mencapai titik jenuh untuk berusaha selalu bersabar.

2. Ia mempunyai pemikiran yang kaku

Advertisement

Pemikiran yang kaku juga membuat seseorang menjadi lebih mudah tersinggung saat ia berkomunikasi dengan orang lain. Dalam hal ini ia bukanlah tipe orang yang bisa menerima suatu perlakuan dengan lapang dada, karena baginya ketika seseorang berlaku buruk terhadapnya itu artinya ia juga harus membalas perlakuan buruk yang sama. Dan ketika seorang melontarkan sindiran yang sebenarnya hanya bersifat guyonan pun emosinya akan sangat cepat tersulut dan langsung melontarkan sindiran yang malah bernada menyinggung.

3. Ia mempunyai tingkat stress yang berat

Perlu kamu ketahui, orang yang sangat mudah tersinggung juga mempunyai korelasi dengan tingkat stres yang ia alami. Bisa dari stres yang ia dapatkan dalam lingkungannya, tempat ia bekerja, atau masalah yang bersifat sangat pribadi. Suasana adalah yang poin paling menjadi penentu bagi orang seperti ini untuk lebih mudah tersinggung ketika diajak berbicara. Sayangnya sifat egois akan mengikutinya ketika tidak semua lawan bicaranya diwajibkan untuk menebak atau mengerti suasana hatinya.

4. Tipe orang yang memang memiliki sifat egois yang tinggi

Sifat seseorang yang mudah tersinggung biasanya banyak dimiliki mereka yang memang berwatak keras kepala dan egois. Mereka mempunyai aturan tak tertulis, bahwa ia tidak akan pernah perduli dengan perasaan orang lain, tapi orang lain harus mengerti perasaan atau apa yang ia mau. Ketika apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan keinginan hatinya, biasanya seseorang dengan tipe seperti ini akan langsung menunjukkan etika yang kurang bersahabat dengan nada bicara yang tinggi atau pemilihan kata yang menjurus kasar.

5. . Pecandu Narkoba dan Miras

Dari beberapa penyebab seseorang menjadi seseorang yang sangat gampang tersinggung adalah adanya pengaruh yang kuat dari efek penggunaan obat – obatan terlarang seperti jenis narkotika dan psikotropika. Dan salah satu yang lainnya adalah seringnya seseorang tersebut mengkonsumsi minuman keras dengan alkohol yang bervariasi atau lebih sering dengan kadar alkoholnya yang tinggi. Obat – obatan terlarang dan minuman keras adalah dampak yang buruk bagi kondisi psikologis seseorang dalam jangka waktu yang lama.

Karena memang kebanyakan efek yang terlihat jelas selain perubahan bentuk fisik seseorang ketika seseorang pernah atau sebagai pecandu dua barang terlarang ini adalah pada perubahan kondisi kejiwaan atau psikisnya. Zat – zat berbahaya yang terkandung di dalamnya memang bersifat merusak organ – organ tubuh dalam manusia yang biasa berhubungan dengan kemampuan mengontrol emosi seseorang seperti halnya darah, otak dan juga jantung.

6. Ia tipe yang selalu berusaha menutupi kekurangannya

Memang setiap orang seperti sewajarnya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing dalam dirinya masing – masing. Namun ada tipe orang yang dimana ia tidak terbiasa mengakui kekurangan yang dimilikinya dengan selalu melimpahkan kekurangan atau kesalahan itu kepada orang lain. Kamu bisa merasakan hal itu dari ketika kamu merasa sangat dipojokkkan setiap kali kamu berada dengan dirinya dan orang – orang sepergaulanmu. Ia adalah tipe orang yang paling sensitive diantara yang lainnya, sekalipun kamu melontarkan pujian. Baginya, itu bukanlah pujian melainkan bisa berarti sebuah sindiran.

7. Faktor Ekonomi

Diluar kondisi psikis seseorang, faktor berupa kesulitan ekonomi juga mempunyai pengaruh yang cukup membuat seseorang menjadi sangat sensitif atau mudah tersinggung. Kesejahteraan seseorang khususnya yang menyangkut kondisi ekonominya umumnya akan membuat mood dan pikiran seseorang mempunyai beban yang lebih berat dari orang yang berada pada kondisi ekonomi yang cukup atau mereka yang memiliki kondisi emosional yang baik. Sulitnya keluar dari jeratan utang dalam jumlah banyak yang melilit ditambah sejumlah cicilan yang belum terbayarkan membuat seseorang menjadi lebih mudah berada dalam kondisi yang tempramen sekalipun ia adalah tipe orang yang jarang terbawa emosi.

Itulah dia 7 penyebab yang membuat orang memiliki kepribadian mudah tersinggung.