Pemuda adalah kunci kerberhasilan pembangunan suatu bangsa (Mulyani, 2016), individual-individual yang memiliki idealisme, menginginkan suatu perubahan kearah yang lebih baik, dan berani beraksi untuk mewujudkan perubahan itu. Mereka yang pantang menyerah untuk menggapai mimpinya, dan terus bergerak maju untuk berhasil walau tengah jatuh bangun menghadapi rintangan hidup.

Di Indonesia, jumlah pemuda berusia 16-30 tahun memenuhi 24,53% (61,83 juta jiwa) dari jumlah penduduk Indonesia dan jumlah usia yang kurang dari 16 tahun terdapat sekitar 30,42% (76,68 juta) (BPS, 2014). Angka ini pastinya akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu, dan ini menunjukkan bahwa pergerakan dunia kedepannya akan berada di tangan kita yang memiliki peranan penting dalam memajukan Indonesia menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan anak-anak muda dari negara lain.

For your information, dalam 5 tahun kedepan saja, dunia akan berubah dengan sangat pesat tidak hanya dari bidang teknologi, ilmu science, atau bioteknologi, namun juga dari kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Kemampuan dan keterampilan (skills) seperti pemecahan masalah yang rumit (complex problem solving), berpikir secara kritis (critical thinking), kreatifitas (creativity), manajemen manusia (people management), koordinasi dengan sesama (coordinating with others), kecerdasan emosional (emotional intelligence), penilaian dan pengambilan keputusan (judgment and decision making), orientasi pada pelayanan (service orientation), negosiasi (negotiation), fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility) akan menjadi 10 keterampilan utama yang dibutuhkan dari setiap individual secara global (World Economic Forum, 2016).

Untuk bisa mengasah keterampilan diatas, kita tidak hanya membutuhkan potensi dan kemampuan yang kita miliki sekarang tetapi juga dukungan sikap dan karakter positif yang ada dalam diri kita yang mendorong kita untuk terus bergerak maju. Nahh. Dibawah ini ada 7 sikap positif yang bisa membantu dan sebenarnya selalu ada dalam diri kita, namun terkadang kita suka mengabaikannya.

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Memahami diri via http://freestocks.org

Setiap dari kita memiliki jalan yang tidak mungkin sama persis untuk dilalui karena kita memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, sekaligus mimpi yang ingin dicapai. Belajar mengatasi kekurangan dan berusaha mewujudkan mimpi itu yang membuat kita terus berjuang sampai detik ini, karena kita yakin dengan mencapainya kita bisa membahagiakan orang-orang yang kita cintai dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Menyadari hal ini mendorong kita untuk menghargai perjuangan setiap orang, mengerti apa yang kita butuhkan dan apa yang mau kita kejar dalam hidup, sehingga enggan membandingkan diri dengan orang lain.

2. Kejujuran (Honesty)

Jalan bersama via http://freestocks.org

Advertisement

Kita sudah lelah dengan yang namanya korupsi, bukan? Kita lelah dengan kebohongan yang dibuat untuk menutupi kesalahan. Menilai suatu kejujuran di zaman sekarang memang tidak mudah, tetapi kejujuran tetap dapat terlihat dan dinilai dari perbuatan kita. Walaupun kadang kejujuran memang menyakitkan, tetapi dibohongi itu seseorang jauh lebih menyakitkan.

Berkata dan bersikap jujur dimulai dari diri kita sendiri dengan mengakui kesalahan dan bertanggung jawab jauh lebih cepat menuntaskan suatu masalah daripada membuat suatu kebohongan kecil untuk menutupi kesalahan lalu nantinya malah menumpuk dan menjadi lebih rumit. Percayalah, kamu tidak akan pernah menyesal telah mempertahankan kejujuran.

3. Bebas, Berkomunikasi Efektif (Free, Effective Communication)

Berbicara dengan satu sama lain via http://www.standard.net

Adanya Internet dan perkembangan pesat media sosial sangat memudakan kita untuk bebas berpendapat dan berbagi informasi dengan satu sama lain dimanapun. Tidak ada lagi alasan untuk tidak berkomunikasi dan menyuarakan ide, pendapat, dan aspirasi. Kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk sesuatu yang bermanfaat entah itu sebagai sarana untuk menyalurkan ide, passion, hobi, kreatifitas, atau bahkan untuk berbisnis dan bukan menyalahgunakannya untuk memberikan komentar kasar, kritik pedas, caci maki yang tidak terkontrol apalagi cyberbullying.

Advertisement

Komunikasi efektif adalah komunikasi dimana kedua pihak atau lebih saling mendengarkan dan merespon, saling beragumentasi tetapi juga mencari jalan tengah untuk mengerti satu sama lain. Jadi, bebas disini bukan berarti semena-mena ya tapi kita bisa mempertanggungjawabkan semua kata-kata yang telah terucap.

4. Empati (Empathy)

Menunjukkan empati via http://www.52114.org

Indonesia dikenal dengan nilai kemurahan hati dan toleransinya yang tinggi. Nilai ini harus kita jaga karena hal ini akan mempengaruhi kondisi lingkungan kita berada. Akan menjadi sangat indah jika kita bisa terus mengembangkan lingkungan yang penuh dengan empati, dimana kita mengerti keadaan orang lain tanpa memaksakan kehendak sendiri alias nggak maruk.

Kondisi ini mendorong kita untuk saling berbagi dan menyadari akan pentingnya pemerataan pendidikan dan kesejahteraan bagi semua orang, karena pada akhirnya kemajuan Indonesia ditopang oleh kemampuan semua anak muda dan masyarakatnya, bukan hanya segilintir saja.

5. Optimis, Pantang Menyerah (Optimistic, Never Give Up)

Usaha kita tak selalu berujung mulus, ada kegagalan dan ada faktor X di luar genggaman kita. Kita tahu bahwa memang kita tidak bisa mengubah segalanya, tapi kita bisa mengubah cara kita bersikap dalam menghadapi suatu masalah atau tantangan. Masalah akan selalu ada, tantangan akan selalu datang. Dengan melihat dan mengerti bahwa dua hal ini memang harus kita hadapi dan tidak dapat dihindari, kita didorong untuk optimis, berusaha mencari solusi, dan dengan begitu kita dilatih untuk tidak mudah menyerah.

Optimis bukan lagi pilihan tapi keharusan, karena apa yang kita pikirkan akan menuntun pada apa yang menjadi tindakan kita. Dimana kamu berfokus, disitulah energimu tertuang. Jadi, jangan pernah menyerah karena kita tidak tahu sudah seberapa dekat kita dengan kesuksesan.

6. Jangan cepat berpuas diri, terus belajar (Don’t Settle, Keep Learning)

Don’t Settle Quotes via https://stocksnap.io

Terkadang kita bertanya-tanya, apakah ini cukup atau sampai kapan kita merasa cukup dengan usaha yang sudah kita lakukan? Tidak ada yang tahu, kecuali diri kita masing-masing. Tetapi satu hal yang pasti, belajar tidak pernah mengenal usia.

Kita bisa belajar kapan saja, kalau jatuh kita belajar lagi untuk bangkit dan bertahan. Layaknya, pisau yang tajam akan terus digunakan sampai akhirnya tumpul, dan untuk mempertahankannya supaya tajam adalah dengan cara mengasahnya terus-menerus, sampai pada akhirnya pisau itu benar-benar sudah tidak bisa digunakan untuk memotong lagi. Selagi masih ada waktu, kita tetap bisa berkarya sekecil apapun hasilnya.

7. Mulailah (Get Started)

Ada satu titik dimana semua impian, perubahan yang sudah kita rencanakan dengan sangat baik di kepala kita tertunda karena kita tidak tahu harus memulai darimana. Waktu akan terus berjalan, dan tidak akan pernah bisa diputar kembali, jadi lebih baik kita mulai ambil satu langkah kecil seperti menaiki anak tangga. Lelah memang, kadang rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan rasanya kita ingin berhenti, namun jika kita lihat kembali ke titik awal kita akan menyadarinya bahwa selalu ada kemajuan berarti dari semua langkah yang telah kita ambil.

Bertekadlah untuk menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar. Gunakan apa yang kamu punya untuk membantu sesama manusia – B. J. Habibie

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya