Kalau kamu masih kesusahan mencari viewers untuk tulisan tentang travelingmu, sepertinya kamu butuh mengecek ulang deh. Barangkali ada poin penting dalam penulisan yang kamu lewatkan. Kan sayang kalau usaha kerasmu tidak tersampaikan dengan baik ke pembaca.

Padahal kalau banyak yang membaca artikelmu, sudah pasti trafik blog pribadimu juga akan meningkat. Artinya kesempatan untuk karya diapresiasi oleh Google kian besar. Kan nanti kalau sukses memikat hati si Google dengan lolosnya blogmu di adsense, pasti pundi-pundi dollar akan mengalir dengan lancar ke dompetmu. Jadi masih ragu buat belajar nulis artikel traveling yang menarik?

Siapkan catatan ya, tandai bagian pentingnya. Dan jangan lupa untuk bagikan ke sosial mediamu, agar lebih banyak orang memahami dan menerapkannya.

1. Menulis untuk berbagi bukan menyombongkan diri

Menulis untuk menginspirasi

Menulis untuk menginspirasi via http://www.google.com

Semua hal didasari dari niat. Sebaik apapun usahanya jika niatnya salah jelas nggak akan berkah. Begitu pula dengan menulis, mau teknik tulisannya sekeren apa tapi kalau niatnya untuk sombong ya pasti nggak akan bertahan lama.

Advertisement

Dalam hal ini yang harus kamu tekankan adalah jangan menulis untuk menyombongkan perihal kamu yang sudah pernah ke mana-mana. Jadilah sosok yang rendah hati dengan menulis sesuatu yang informatif bukan untuk pamer apalagi menggurui. Jika poin ini sudah kamu kuasai, artinya 50% modal menulis sukses sudah kamu kantongi.

2. Biasakan untuk membuat coretan alur artikel sebelum menulisnya secara keseluruhan

Membuat coretan sebelum menulis

Membuat coretan sebelum menulis via https://www.pexels.com

Bukan hanya artikel traveling, menulis apapun seharusnya diawali dengan pemetaan konsep. Sehingga akan memudahkan kita ketika menulisnya dalam bentuk paragraf.

Dalam menulis di sebuah paragraph jangan sampai membuat pembaca lelah karena kesalahan letak tanda baca atau susunan kalimat yang terlalu panjang. Atau dalam menulis di sebuah paragraf, jangan sampai membuat pembaca lelah, karena kesalahan letak tanda baca, atau susunan kalimat yang terlalu Panjang.

Advertisement

Dari dua contoh di atas, menurutmu mana yang lebih enak dibaca? Karena itulah, membuat sebuah coretan konsep artikel jelas akan membantumu untuk menulis alur cerita yang enak untuk dibaca.

3. Bubuhkan kutipan dan dialog untuk memberikan kesan mendalam

Tuliskan kutipan untuk menguatkan kenangan

Tuliskan kutipan untuk menguatkan kenangan via https://www.pexels.com

Salah satu cara artikel cepat viral adalah membubuhkan kutipan yang berhubungan di dalamnya. Entah kutipan itu kamu ambil dari penulis mana (asal mencantumkan sumbernya) atau kutipan yang kamu tulis sendiri. Toh di luar sana juga sudah banyak kutipan tentang traveling yang enak untuk dibaca.

Tips yang lain adalah menambahkan dialog singkat di dalam artikel. Seolah-olah kamu sedang berinteraksi dengan seseorang, tambahan dialog dalam konten artikel akan membuat pembaca merasa akrab denganmu.

4. Gunakan diksi atau pilihan kata yang menarik

Mari pandai memilih diksi

Mari pandai memilih diksi via https://www.pexels.com

Kamu jelas tahu kan kalau jumlah blogger traveler di Indonesia itu nggak sedikit.itu artinya kalau kamu ingin kontenmu mudah dikenal orang lain, buatlah konten sekreatif mungkin. Salah satunya dengan pemilihan diksi. Daripada menjelaskan udara dengan istilah sejuk, kenapa tidak kamu coba untuk menggambarkan udara dengan deskripsi menggunakan panca indera. Misalnya badingkan 2 deskripsi kalimat ini:

"Ketika sampai di kota ini, semilir anginnya terasa mesra membelai rambut panjangku. Seolah ingin membuatku betah berlama-lama, aku tak pernah merasa gerah berada di sini."

Atau

"Ada perasaan betah ketika aku sampai di sini, udaranya yang sejuk, angin sepoinya, semua terasa nyaman."

Sekilas, kedua kalimat di atas jelas tidak ada yang salah. Namun jika diperhatikan lagi, bukankah diksi untuk kalimat kedua terasa biasa saja dan mudah ditemukan di mana-mana?

5. Cobalah untuk mengulas destinasi wisata dari sisi yang lain

Lihatlah dari sisi yang lain

Lihatlah dari sisi yang lain via https://alif0725.wordpress.com

Ada banyak ide cerita yang bisa dituliskan selain hanya menyisipkan deskripsi tentang fasilitas wisata. Misalnya dengan mengulik kisah dan sejarah setempat, tradisi dan budaya yang berkembang, kondisi masyarakatnya, hingga kuliner khasnya. Bukankah yang demikian lebih unik untuk digali daripada menulis ulang konten yang serupa seperti di lain media

6. Sisipkan moral kehidupan yang kamu dapatkan selama melakukan perjalanan

Sisipkan moral kehidupan

Sisipkan moral kehidupan via https://www.pexels.com

Ketika kamu memiliki niat yang baik untuk berbagi dengan kontenmu, maka secara otomatis sebenarnya kamu akan menyisipkan moral yang berharga di dalamnya. Entah dari hal yang sepele atau masalah berat sekaligus. Karena moral yang disisipkan itu adalah bentuk dari rasa peduli dan perhatianmu kepada pembaca. Kalau penulisnya aja perhatian, pasti pembacanya betah kan?

7. Agar pembaca penasaran dengan kelanjutan kisahmu, berikan spoiler tentang tujuanmu yang selanjutnya

Sneak a peek

Sneak a peek via https://www.pexels.com

Sebenarnya ini bukan hal wajib, hanya saja ini akan menjadi poin plus dari artikelmu. Seperti halnya cuplikan episode selanjutnya dalam tayangan drama korea, bukankah yang demikian lebih membuat penontonnya merasa penasaran?

Jadi kamu sudah siap berbagi untuk menginsiprasi?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya