Jatuh cinta selalu menyenangkan, tapi dari jatuh cinta kita juga dapat belajar tentang keindahan dari sebuah usaha melepaskan. Dalam bait-bait yang sengaja dipenggal dari ujung memoar yang sudah dikuliti, semoga saja dapat menghadirkan kepahaman untuk diri kita masing-masing.

1. Berawal Dari Ketidaksengajaan

Advertisement

Segala sesuatu yang tidak direncanakan memang selalu berhasil mendatangkan ketakjuban yang sulit dilupakan. Begitu juga aktivitas jatuh cinta yang sedari dulu dan tengah kurasakan ini. 

Semua berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang menghadirkan perjumaan, semula berawal dari ketidakpahaman yang melahirkan pengertian. Tapi untuk memiliki sungguh tak pernah bisa kubayangkan bagaimana itu bisa terjadi.

Sejak dahulu asa itu memang selalu mengebu, bak magma panas yang selalu meminta dikeluarkan. Tapi setiap manusia selalu paham apa yang terjadi setelahnya, tentu saja semuanya akan menjelma bencana alam yang mungkin saja akan mencengagkan siapa saja yang berada di sekitar kita.

Advertisement

Tiap nada lembut dari untaian suaramu,

Keceriaan yang bermula dari keberadaanmu

Tidak pernah habis-habisnya menjadi zat adiktif yang selalu kurindu

2. Semisal Keberadaanmu

Awas pada mata mungkin dapat mengaburkan semua pantulan cahaya yang berusaha masuk ke dalam retina.

Namun naas dalam di titik kepayahan, keberadaanmu yang entah kapan diatur oleh jagat raya berhasil menyirnakan semua kegundahan yang semula nyaman bercokol di dalam isi kepala.

Jangan bilang kau tidak berarti, dahulu kau pernah bodoh dengan menganggapmu demikian setelah ditinggal kekasih pujaan sebelumnya.

Tapi kurasa semua orang yang berada di dekatmu akan merasa demikian. Bahwa keberadaan yang bermula dari dirimu adalah induk dari semua keajaiban yang berhasil aku rasakan.

3. Hadiah Dari Mengenalmu

Kini masing-masing orang sudah pandai membentengi diri, agar tidak terbawa arus dari masalah orang lain, dan ikut menanggung beban moril bersama.

Tapi dari semua kejanggalan hidup yang pernah aku alami,

Mengenalmu adalah pengalaman paling menyenangkan yang aku rasakan. Meski yang terjadi di masa depan adalah sebuah jalan panjang yang bercabang. Jalan yang membuat kita akan kesulitan walau sekedar bertukar pandang, tapi percayalah.

Aku tak pernah sama sekali menyesal mengaitkan namamu pada cabang-cabang ingatan yang ada di saraf otakku.

4. Tidak Terkait

Segala kepedihan dan kekecewaan atas rasa yang tidak tersampaikan jelas saja tidak terkait denganmu. Ini hanya salahku dalam menuangkan rasa dengan sedemikian parah, tanpa pernah menduga bahwa sebenarnya aku bukanlah orang yang benar-benar kau butuhkan.

Aku menjelma malam agar kau dapat beristirahat dan melepas penat, tapi nyatanya yang kau rindukan adalah pagi dengan masa depan yang bersinar cerah.

Maaf saja bila aku tak pandai membaca situasi. Tapi jika harus menjadi bodoh karena terus menyimpan namamu, aku tidak keberatan sama sekali.

5. Doa adalah Ungkapan Kesenangan

Pexels

Pexels via http://Pexels.com

Masih banyak saja orang-orang yang mengenal kita berdua selalu beranggapan buruk tentang doa yang kupanjatkan untuk engkau. Memangnya kenapa jika yang kuingin adalah bahagiamu? Semisal aku memang tidak cukup mampu menyampaikanmu pada dermaga indah yang kau inginkan, kenapa aku harus merengek ketika kau memilih kapal pesiar yang lebih kokoh daripada sampan panjang yang kupunya?

Memangnya yang dipikirkan orang lain tentang perasaanku hanya sebatas bersamamu? Jelas saja dugaan tersebut sungguh tidak berdasar.

Bahagiamu adalah tujuan, jadi tentu saja aku tak akan memaksa. Dengan doa yang kupanjat dengan sedikit terlunta. Maaf saja jika untaian ini agak sedikit terseok, kakiku memang sedang terluka belakangan ini. Mungkin karena terlalu semangat mengejarmu, tapi di ujung jalan ini kau sudah tidak ada sama sekali.

Diiringi dengan harapan dan khidmat yang penuh, kusemogakan agar seseorang yang kau pilih tidak lagi menyakiti seperti masa lalumu. Aku terlalu yakin bahwa pilihanmu adalah nahkoda yang unggul untuk mendampingimu, melewati karang dan gunung es dan mampu membaca arah langit serta rasi bintang di malam hari.

Aku percaya terhadap seseorang yang kau percaya.

Kurasa sudah cukup, tapi kalimat seperti apa yang sedang kau tunggu?

Oh iya tentu saja,

Semoga kau bahagia selamanya

-dari Aku (Manusia)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya