Ku sebut nama mu dalam setiap doaku dalam sujud panjangku. Nama mu yang selalu hadir saat fajar datang, hingga senja menjelang. Aku tak pernah keberatan untuk selalu mencintaimu dengan segala upaya dan kekuatanku, aku memahami ketidaksempurnaan ku untuk bisa bersamamu. Membuatmu bisa menerimaku saja sudah cukup bagiku untuk bersyukur dalam setiap hembus nafasku.

1. Bunga cinta

Awalnya, kita hanyalah dua manusia yang saling menopang satu sama lain. Kehadiranmu di hidup ku saat badai menghantam hatimu. Ku bangun dan ku kumpulkan setiap keping serpihan hati itu agar menjadi utuh untuk siap menerima cinta yang baru. Sosok mu yang tak pernah meninggalkan ibadah lima waktu, memancarkan kesempurnaan duniawi yang dikagumi banyak wanita. Aku hanya sesekali tersenyum mengingat kalung salib yang tergantung di leherku, sungguh beruntung wanita yang bisa dicintai oleh mu. Kekaguman ku pun tumbuh seiring banyaknya waktu yang kita lewati bersama.

2. Berjuang

Iya, tak ada cinta tanpa pengorbanan dan perjuangan. Semua adalah sebab dan akibat. Mencintaimu dalam ketidaksempurnaan ku, mengharuskan ku berusaha lebih untuk bisa mencintai mu. Sebagai wanita aku tak pernah meminta banyak darimu, cukup sesekali kamu perhatikan aku sebagai pasangan mu aku sudah selalu bersyukur dalam setiap hembusan napasku.

Advertisement

Aku mencintaimu saat fajar menyingsing, hingga senja mulai bergelayut. Tak kuhitung lagi waktu dan tenagaku, cinta membuatku selalu bahagia ketika bersamamu. Bisa selalu ada saat kamu butuhkan adalah kebanggaan bagiku. Pada dasarnya, cinta tak perlu memperdulikan siapa yang paling banyak berkorban. Aku ikhlas dan bahagia menghabiskan segala yang ku punya bersamamu.

3. Badai itu datang

Waktu memang membuat kita semakin dekat, tak bisa ditolak, cinta hadir mengisi hati kita, manusia yang menyembah Ilahi dengan cara yang berbeda. Saat itu pula kamu mengatakan bahwa kita tak bisa bersama, kecuali jika aku mengikutimu. Badai yang ku teduhkan darimu, kini beranjak ke dalam hidupku. Tak mengertikah kau siapa yang kini akan meneduhkan badai itu dariku? Ketika setiap waktu tanpa kau tahu, nama mu yang selalu kuhembuskan dalam bait doaku. Ketika di setiap waktu kulihat kau beribadah, aku mulai tertarik untuk mengikutmu.

Perlahan, duniamu mulai redup dariku, meninggalkan ku dalam ketidakadilan yang mengambil hampir separuh hidupku. Aku tak lagi bisa menyapamu dalam keseharianku. Aku bahkan tak lagi mengenalmu, seseorang yang ku cintai dan ku jaga dalam hidupku, berubah menjadi orang yang asing bagiku.

4. Rindu

Advertisement

Ku tabahkan hatiku yang merindu setiap waktu. Ku titipkan setiap rindu dan cinta yang ku miliki pada Ia Sang Pemilik Hati, berharap kebijaksanaan-Nya menghadirkan mu kembali dihidupku. Pedih masih terasa, saat nama mu tiba-tiba terlintas dalam benak ku, saat semua hal yang kita lewati bermain di dalam kepalaku. Seakan aku manusia yang paling kuat menerima takdir Ilahi, ku biarkan rindu itu menghanyutkan diriku.

5. Surga

Kita tak pernah tahu seperti apa surga dan neraka, tapi kita yakin segala yang baik menghantar kita ke surga. Jika segala perjuangan, cinta dan pengorbanan ku serta keikhlasan ku untuk lebih mengikutimu tak cukup membawamu ke surga maka aku tak lagi memiliki apa-apa untuk bisa kutawarkan. Segala rasa, pengorbanan dan bahkan jalan imanku sudah kuberikan untuk agar tetap bisa menjagamu.

Jika surga yang kamu cari adalah dari wanita sempurna yang menyembah Allah dengan cara yang sama sepertimu maka setiap tetesan air mata wujud ketulusan cintaku dan perjuanganku untuk menjagamu tak akan pernah berarti apa-apa, tak akan bisa memberimu surga.


Ku bangun diriku sendiri, ku cintai diriku sendiri lebih dari sebelumnya, akan ku cari surga dengan caraku sendiri, kelak jika Tuhan takdirkan kita bersama, kita akan kembali berjumpa di surga yang sama.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya