Terutama jika mengarah kepada suatu hubungan yang lebih serius. Seperti suatu pernikahan. Umumnya, seorang pria akan mengusahakan supaya dirinya segera mungkin untuk mapan jika ingin menikahi si wanita yang diinginkannya. Baik mapan secara materi, mental, dan tanggung jawab. 

Namun ada juga yang beranggapan, bahwa suatu kemapanan bukanlah suatu yang menjamin sebuah kebahagiaan bersama. Mereka berpikiran, bahwa kebahagiaan tersebut bisa diusahakan dan dibangun secara berbarengan oleh kedua pasangan. Artinya saling membantu dan saling melengkapi untuk berjuang demi sebuah kemapanan bersama bukan salah satu pribadi pasangan.

Memang dijaman sekaran ini, kebutuhan hidup menjadi suatu poin utama yang dipikirkan kebanyakan orang jika hendak melakukan pernikahan. Tak jarang, banyak wanita yang ingin mencari pria yang sudah mapan dan kebanyakan cuma terlihat dari kemapanan materinya saja. Bagi mereka yang berpikiran seperti ini, mereka ingin segala kebutuhan mereka setelah menikah tidak mengalami kekurangan sama sekali. Artinya, mereka selalu  menjaga untuk di posisi aman mereka secara materi.

Dilihat dari segi materi memang itu suatu alasan yang masuk akal, namun secara realita kehidupan roda kehidupan pun juga ikut berputar. Dimana seeorang kadang berada dalam masa jayanya, dan ada juga saat orang mengalami keterpurukannya. Dalam hal ini bisa dipahami, bahwa sebagai pasangan kita tidak bisa begitu saja mengandalkan pasangan kita untuk memenuhi kebutuhan kita. 

Yang benar dalam sebuah hubungan khususnya suatu hubungan pernikahan adalah saling melengkapi sebagaimana arti cinta sejati yang diharuskan menerima cinta yang dipilihnya dalam keadaan apapun dan menutupi segala kekurangannya masing - masing.

Beberapa hal ini akan bisa kamu jadikan pertimbangan untuk memilih pria mapan sebagai calon pasanganmu kelak.

 

 

1. Menunggunya Diatas Bukanlah Jaminan Kebahagiaan

Udah bahagia belum? via https://www.google.com

Ketika kalian para wanita mendekati seorang pria mapan yang kalian lihat di depan mata kalian itu adalah kesempatan yang tidak datang dua kali. Umumnya segala upaya diusahakan untuk mendapatkan hati kami sebagai pria yang sudah mapan. Kalian sudah tidak canggung untuk mengenalkan pribadi kealian kepada kami, bahkan lebih jauh untuk berkenalan dengan keluarga.

Bagi kami itu adalah sebuah kebanggaan, dan kami sebagai pria yang sudah mapan sangat menghargai usaha kalian itu. Namun apakah kami sudah mengenal kalian lama jauh – jauh hari? Dan begitu pula dengan kalian.

Nah dalam poin ini, memilih suatu pasangan yang sudah mapan dan kamu belum pernah mengenal sebelumnya bisa menjadi sebuah blunder bagi kebagiaan kamu di masa selanjutnya. Memang secara kebutuhan materi kalian akan terjamin sebagai wanita, tapi bagi kalian yang tidak pernah mengetahui sifat dan karakter asli pasangan kalian sebelumnya bisa dipastikan akan lebih banyak mengalami kekecawaan, khusunya dalam hal hati. Jadi usahakan jika memang ingin mencari pria yang sudah mapan, pastikan kamu sudah lama mengenalnya dan pastikan ia sudah mapan dalam berbagai hal yang akan menjamin kebahagiaanmu.

2. Apakah itu Pilihan untuk Bersama Atau Pilihan yang Dipaksakan

I do what I want via https://www.google.com

Restu dari Orang tua sangatlah penting untuk menjamin kebahagiaanmu selanjutnya dalam pernikahan. Mungkin untuk yang orang tuanya sudah tiada, ini adalah sebuah keputusan besar yang harus kamu ambil. Sejatinya setiap orang mendambakan pernikahan sekali seumur hidupnya dan penuh kebahagiaan. Namun dalam kehidupan tidak bisa sesederhana itu seperti akhir cerita dongeng.

Jika memang ia pria mapan yang dipilihkan orang tua untukmu, pastikan kamu juga setuju soal kepribadiannya. Jangan sampai hanya karena kelebihan materi kamu harus mengorbankan perasaanmu. Sebisa mungkin tegaskan untuk menolak jika memang pilihan orang tuamu tidak baik bagi kamu. Dalam hal ini kamu tidak ada kesan durhaka sama sekali, karena pernikahan ini adalah kehidupanmu dan kamu yang menjalani. Sebagaimana janji orang tua yang tidak akan tega melihat anaknya kesusahan.

3. Kami Memang Mapan tapi Tolong Jangan Terlalu Egois

Jangan egois dong! via https://www.google.com

Ketika kalian sudah mendapatkan hati seorang pria mapan seperti kami, kami akan dengan senang hati bertanggung jawab demi nafkah kalian. Namun sejatinya, kami sebagai pria yang sudah mapan tidak ingin kalian para wanita untuk selamanya membebankannya pada kami.

Seperti deskripsi sebelumya bahwa dalam kehidupan ada roda yang terus berputar, maka kalian sebagai wanita setidaknya juga punya sisi mandiri yang dapat membantu kami ketika mungkin kami mendapati masa – masa keterpurukan itu dalam hidup kami. Kami ingin kalian sebagai wanita untuk selalu memberikan dukungan apapu keadaan kami dan bisa saling membantu dalam keadaan senang maupun susah. Dengan begitu kami merasa bahwa cinta kami yang kami berikan bagi kalian calon istri kami adalah suatu cinta yang mendapat penghargaan dan penghormatan.

4. Jangan Terlalu Lama Dalam Pendekatan

Nikahin cepet! via https://www.google.com

Pacaran mungkin di jaman sekarang adalah suatu media yang digunakan untuk lebih memahami karakter pasangan untuk nantinya dijadikan pasangan sejati. Namun terlalu lama dalam masa pacaran atau masa pendekatan sangat tidak baik bagi kelanjutan hubunganmu kedepan.

Memang kesetiaan seseorang berdasar pada watak seseorang tersebut. Namun pikirkan kemungkinan lain yang bisa merusak hubungan pendekatan yang sudah kalian bangun sejak lama. Bisa dari masalahnya dengan orang lain sehingga kamu terseret dan malah bisa jadi blunder buat kamu sendiri, godaan dari pihak lain ketika dalam masa pendekatan kalian mengalami situasi yang renggang, atau pasangan yang bukan pasangan sejatimu ini memiliki dendam terhadapmu atas apa yang pernah kamu lakukan kepadanya.

Jadi sebaiknya jika memang memerlukan masa perkenalan dengan pacaran, jarak pacaran 1 – 2 tahun itu sangatlah cukup untuk mengenali sifat asli pasangan kamu. Dan tidak baik juga dimata orang lain jika kamu pacaran lebih dari waktu tersebut. Segerakan untuk hubungan yang lebih serius dan tentunya kamu sudah memastikan salah beberapa poin mapan ada dalam pria pilihanmu.

5. Mapan Bukan Selalu dalam Arti Bergelimang Harta

Nggak semuanya cuma duit duit duit via https://www.google.com

Harta kekayaan seseorang memang kadang dapat sangat menyilaukan pandangan banyak orang. Rasa kagum dan ingin memiliki pun juga sempat terlintas di pikiran kita. Namun untuk soal kemapanan bukan melulu soal harta atau materi.

Mapan bisa juga diartikan dalam mapan secara mental, yakni sebuah kemapanan yang syarat dengan kedewasaan seseorang. Jika kalian menjalin hubungan serius dengan pasagan namun pasangan tersebut sangat berbeda jauh dari sisi kedewasaannya, kalian pasti akan mengalami kesulitan sendiri dari hubungan tersebut.

Mapan secara tanggung jawab juga perlu, hal ini sangat penting karena jika kalian sudah memilih pasangan atau kalian yang dipilih menjadi pasangan, seseorang yang memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi dalam sebuah hubungan tidak akan menyia -nyiakan kalian sebagai pasangannya. Ia akan sangat bertanggung jawab untuk selalu menyenangkan atau mensejahterakan pasangannya.

Jadi jika ada kalian yang memiliki pasangan yang belum terlalu mapan secara materi dalam arti ia memiliki kemampuan materi yang sederhana, pertimbangkan dua kemapanan yang lainnya. Kalian sebagai wanita yang mempunyai harga diri dan bermartabat tinggi akan selalu menemaninya sampai ia meraih kesuksesan dalam kemapanan yang seutuhnya. Karena kemapanan itu juga bisa diusahakan bersama asalkan ada kesadara sendiri dari masing – masing pasangan.