Inilah beberapa tips dari kami para pembenci rokok tapi tak benci perokoknya. Klasik memang, dan bagi kalian perokok hal ini mungkin sudah sering terdengar di telinga kalian. Tapi apa salahnya kali ini mulai detik ini, setelah kalian selesai membaca artikel ini, kalian mencoba menerapkannya. Memang benar pilihan merokok/tidak merokok adalah sepenuhnya hakmu, tapi tidakkah kau ingat ada hak orang lain pula yang kalian rampas atas kebiasaanmu.

Mereka menjadi perokok pasif atas kebiasaanmu. Padahal seharusya orang lain berhak hidup dengan udara bersih tanpa polusi asap rokok darimu. Ingatlah selalu bahwa orang di sekitarmu yang peduli, mencintai, dan menyayangi, mereka melarangmu untuk merokok bukan sekadar alasan karena ingin membatasi kesenanganmu, tapi mereka hanya ingin hidup lebih lama dengan orang yang sangat berarti di hidupnya. Salam public health for 4P Prevent, Promote, Protect.

1. Luruskan niat

Stop Smoking Now via https://www.google.co.id

Tindakan dan perbuatan apapun harus kalian awali dengan niat yang baik. Tanpa niat yang sungguh-sungguh, mustahil semua bisa terlaksana dengan baik. Sebenarnya, sebagian besar perokok sudah mengetahui dampak buruk dari kebiasaannya, namun mereka tetap saja memilih dengan pilihannya. Bahkan seorang ahli kesehatan sekalipun mereka tetap saja ngeyel dengan berbagai pendapat dan argumennya. Sebagian besar dari mereka sudah pada tahap “tahu” tapi belum dan masih sulit untuk sampai pada tahap “mau” dan “mampu” menghentikan kebiasaan buruknya. Untuk itu disarankan untuk memperbaiki niat terlebih dahulu. Niatkan semuanya untuk ibadah. Merokok bagian dari pemborosan. Jika saja kebiasaan buruk itu mau kalian lenyapkan, maka akan berpengaruh pada kebiasaan lain kalian yang akan membawa manfaat untuk orang lain di sekitar kalian.

2. Ingatlah dampak buruk kedepannya jika kau teruskan kebiasaan merokokmu.

Loading Cancer via https://www.google.co.id

Seperti pada penjelasan poin sebelumnya, sebenarnya sebagian besar perokok sudah mengetahui dampak buruk dari kebiasaannya, namun mereka tetap saja memilih dengan pilihannya. Untuk itu cobalah berpikir dan membayangkan apa yang akan terjadi jika kebiasaan buruk kalian terakumulasi hingga bertahun-tahun. Satu hisapan kalian mengurangi satu per sekian hari dari waktu hidup kalian. Mungkin bagi kalian perokok tetap saja berargumen dan membantah dengan pemikiran bahwa orang sehat yang cepat/tiba-tiba mati saja juga banyak, selain itu banyak pula perokok yang malah panjang umur sehat-sehat saja, nggak ada bedanya tuh perokok dan bukan perokok, jadi tak perlulah untuk berhenti merokok.

Hei please jangan kolot gitu lah, bukankah umur seseorang itu sudah diatur dan dituliskan di Lauh Mahfuz bahkan sebelum kalian diciptakan di dunia? Jadi yang terpenting dalam hal ini bukan masalah umur/lamanya hidup orang di dunia, tapi yang terpenting adalah ada hak orang lain atas kebiasaanmu. Kalo kalian tetap saja kekeuh dengan berbagai bantahan argumenmu, maka merokoklah dengan cara kau telan pula asap dari rokokmu agar tak mengganggu orang di sekitarmu.

3. Hindari pemicu

Lagi Stress via https://www.google.co.id

Banyak sekali hal yang memicu seseorang untuk merokok atau bagi para pemula sebagai sesuatu hal yang menyebabkan dirinya mengawali merokok. Mungkin bagi mereka pada awalnya hanya iseng coba-coba tapi selanjutnya kebanyakan mereka menjatuhkan pilihannya dan melampiaskannya pada rokok karena dua hal, yaitu stress dan galau. Rokok itu barang candu, jadi sekali kau coba kau akan merasa ketagihan dan ingin mencobanya kembali. Terlebih saat situasi kalian pada kondisi stress ataupun galau, maka rokok akan menawarkan kenikmatan sesaat. Padahal sesungguhnya kenikmatan sesaat tersebut tidak sebanding dengan dampak buruk yang akan kalian alami beberapa waktu ke depan. Untuk itu dalam menjalani hidup, belajarlah untuk memanajemen stress dan galau pada diri kalian. Hidup hanya sekali, manfaatkan dengan sebaik-baiknya, jika sedang ada masalah, mendekatlah pada yang Maha Pemberi Solusi, berdoa, yakin, dan serahkan semuanya pada-Nya. Bukankah Allah SWT mengujimu dengan memberi masalah pasti akan disertai dengan solusinya? Jadi, jangan sampai kalian lampiaskan pada barang (yang bisa dibilang menurut beberapa orang) haram ini.

4. Hindari berkumpul dengan sesama perokok

Berkumpul dengan sesama perokok ataupun orang yang suka nongkrong hanya untuk sekedar ngopi dan ngobrol memang sangatlah berpotensi membawa diri pada kebiasaan mereka. Karena orang dengan kebiasaan seperti itu biasanya sepaket, mereka biasanya memiliki kebiasaan merokok pula. Untuk itu jika kalian para perokok sudah berada pada tahap “mau”, maka sebisa mungkin kurangilah atau bahkan hilangkanlah kebiasaan kalian untuk bergabung dengan mereka, kecuali jika kalian kuat iman untuk tidak tergoda melakukan seperti apa yang mereka lakukan, yaitu merokok.

5. Lampiaskan dengan kesibukan pada kegiatan yang bermanfaat

kegiatan agama via https://www.google.co.id

Kesibukan pada berbagai hal atau kegiatan dirasa dapat menghilangkan celah yang berpotensi menimbulkan kondisi stress dan galau. Pilihlah berbagai kebiasaan dan kesibukan yang sekiranya membawa manfaat bagi kalian, misalnya berkumpul pada kegiatan keagamaan. Dengan kesibukan pada hal yang bermanfaat menjadikan kalian tak memiliki waktu luang untuk hanya sekedar nongkrong dan ngobrol tentang hal yang tidak baik bersama sesama perokok yang ujungnya kalian akan membawa kalian pada kebiasaan mereka pula.

6. Libatkan keluarga dan orang terdekat

Dari anak untuk bapak via https://www.google.co.id

Tidak bisa dipungkiri, peran orang sekitar sangat membawa dampak pada diri kita. Untuk mencapai tahap “mampu” diperlukan peran serta orang sekitar kalian yang sangat mendukung proses berubahnya kalian dalam menghilangkan kebiasaan buruk itu. Sampaikanlah niat kalian pada keluarga, saudara, ataupun orang terdekat kalian (misal pacar, gebetan, atau bribikan). Sampaikan pula bahwa kalian ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu, mintalah mereka untuk membantu mengingatkan kalian setiap saat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya