Cinta datang tanpa permisi, saat pergi meninggalkan bekas. Entah itu luka atau kenangan. Tidak ada yang tahu kapan ia datang dan kepada siapa dia akan singgah. Melukis senyum saat bersambut, menggores luka saat tak terbalas. Mungkin itu sedikit gambaran tentang cinta.

Merasakan indahnya cinta itu, merupakan hak asasi setiap orang. Tapi bukan suatu hal yang aneh ketika kita dapati cinta #BertepukSebelahTangan yang membuat hati serasa mati tersambar petir. Bukankah setiap orang juga berhak memilih siapa yang ia cintai?  Lantas mengapa harus memaksakan dua jiwa yang tak se-frekuensi untuk sama-sama merasakan cinta?

1. Kenapa harus ada cinta kalau tak semua cinta akan terbalas?

Rahasia cinta

Rahasia cinta via https://www.pexels.com

Ada cinta, ada luka. Ada bahagia, ada sedih. Ada wanita, ada juga pria. Ada hidup, pun begitu juga mati. Semua sudah Tuhan ciptakan berpasangan, lengkap, sempurna sebagaimana skenario yang Dia buat. Indah memang, ketika orang yang aku sayangi membalas dengan perasaan yang sama.  Tak perlu ada luka dan air mata. Akan tetapi siapa yang tahu dengan skenario Tuhan?

Advertisement

#BertepukSebelahTangan bisa jadi cara Tuhan untuk menunjukan cinta Nya kepada ku, bahwa cinta Nya lah yang paling sempurna, tepat, dan sejati. Mungkin Ia sedang cemburu karena aku terlalu mencintai makhluk ciptaan Nya yang ku anggap sempurna saat itu. Maka Dia patahkan hati yang sedang berbunga-bunga kala itu.

2. Mungkin aku menepi di jalan yang salah

Pertemuan

Pertemuan via https://www.pexels.com

Saat cinta datang, semua terasa Indah. Pun begitu dengan dia, ketika datang, panah asmara akan selalu membutakan jiwa. Hingga ku anggap kalau dia orang yang bisa menyempurnakan separuh dien ku.

Semua punya hak untuk jatuh cinta, namun sepertinya aku terlalu mendahului takdir ketika menjatuhkan hati teramat dalam pada yang belum tentu berjodoh. Aku tahu, sakit rasanya saat cinta harus #BertepukSebelahTangan.

Advertisement

Namun lagi-lagi semesta punya cara tersendiri untuk membawa ku pada orang yang tepat tertulis dalam catatan takdirku. 

3. Siapa tahu Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untuk membersamaiku hingga kumenua

Cinta sejati sedang menanti

Cinta sejati sedang menanti via https://www.pexels.com

Aku terpesona pada ke-elokannya. Wajah rupawan, keramahan hati, dan kala itu cintaku sempat bersambut olehnya. Tidak dapat ku pungkiri bahwa dia adalah salah satu orang yang bisa mematahkan argument ku.

Pandai melunakkan kerasnya pikiranku. Mungkin aku rasa saat itu aku menjadi wanita terbahagia di dunia. Namun Tuhan berkata lain. Hatiku hancur saat aku harus berpisah dengan dia yang kucinta. 

Sempat berfikir untuk kembali bersamanya. Memperbaiki hubungan yang retak, menyusun puzzle cinta yang sudah tercecer. Tapi semua usahaku itu terhenti saat kutahu dia telah menjalin hubungan dengan orang lain yang mungkin lebih se-frekuensi dengan nya.

Terluka memang, namun kutahu bahwa Tuhan sedang mempersiapkan makhluk terbaik dari yang paling baik untuk membersamaiku hinggaku menua. Segera kuhentikan derasnya airmata yang tumpah untuk menatap jalanku di depan. Jalan yang pasti indah bila dilalui dengan hati ikhlas dan senyuman. 
 

4. Cinta tak terbalas, kutunjukkan bahwa aku juga bisa bahagia meski tanpanya

Aku bahagia

Aku bahagia via https://www.pexels.com

Tepatnya belajar dari masa lalu. Aku perbaiki diri untuk menjemput jodohku. Karena jodoh adalah cerminan diriku, yang akan datang di saat yang paling tepat.  Kutunjukkan pada dunia bahwa aku memang pantas untuk bahagia.

Bagiku cara terbaik untuk membalas luka adalah, mengikhlaskan dan memperlakukan diri ini lebih baik dari sebelumnya. Ikhlas akan membuatku mudah tersenyum dan optimis mencapai tujuan hidup. Karena kutahu, semua yang terjadi dalam hidup punya hikmah.

Kuingat, ketika ada air mata pasti ada tawa. Kalau semua orang berhak jatuh cinta, berarti semua orang juga berhak bahagia. Untuk apa sedih berkepanjangan saat #CintaBertepukSebelahTangan?

5. Lalu kusimpan cintaku hanya untuk dia

Hanya dia

Hanya dia via https://unsplash.com

Luka memang harus hadir untuk mewarnai kehidupan. Luka akan menempamu jadi pribadi yang kuat dan tangguh, dia seperti antibodi yang akan membantu tubuh melawan virus dan bakteri. Dengan luka aku jadi tahu bagaimana aku harus menyikapi hidup.

Menyikapi cinta yang akan datang, langsung dari “Sang Maha Cinta” tentunya. Yang Semesta kirim untuk melengkapi kekurangan yang aku punya. Untuk kucintai hingga raga ini tak lagi bernyawa. 

Ya, lalu ku simpan dan ku beri cinta ku hanya untuk dia. Dia yang mempersuntingku di hadapan penghulu, saksi dan waliku. Yang Tuhan restui untuk bersama-sama menjalani hidup. Merangkai senyum untuk ku dan mencintaiku dengan sepenuh jiwa.

Ya dia, hanya dia, yang telah berjuang untuk membahagiakanku, meskipun peluh membasahi tubuhnya. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya