Aku tahu perasaanku padamu yang kuusahkan dan doakan setiap waktu tak kan menghalangimu juga pasanganmu memutuskan untuk mengakhiri kesendirian berlarut-larut. Jujur saja aku kaget bahkan tak berkonsentrasi penuh dalam bekerja, ketika salah satu temanmu menanyakan: “Apakah kamu masih mengharapkan dia? Sekarang dia sudah punya pacar. Pastinya dia juga akan berencana menikah.”

Hati siapa yang tak hancur setelah sekian lamanya memendam perasaan lalu akhirnya tersampaikan, tapi akhirnya dari jawaban yang menggantung dulu adalah sebenarnya jawaban bahwa sebentar lagi kau akan menikah?

Tapi bagaimanapun juga terima kasih, karena darimu aku belajar banyak hal tentang keberanian yang sebelumnya belum pernah kulakukan. Meskipun akhirnya terlihat aku yang mengejar bahkan egois tuk memaksakan.

1. Menghubungimu terlebih dahulu, meskiku tahu entah kau respon atau tidak yang penting mencoba dulu

Berani menghubungimu

Berani menghubungimu via https://www.pexels.com

Saat pertama kali mengetahui namamu, aku pun mencari media sosialmu. Bahkan tak segan tuk meminta kontak personmu, tanpa berpikir apa responmu.

2. Mencari informasi perihal kehidupan pribadimu lewat teman-temanmu

Mencari informasi pribadimu

Mencari informasi pribadimu via https://www.pexels.com

Advertisement

Mencari informasi lewat teman-temanmu meskipun aku sendiri juga tak mengenal mereka. Tapi yang kudapati tak semua informasi mereka tahu karena kamu adalah orang yang tertutup. Apalagi mereka juga tak mengenalku. Jikalaupun tahu pastinya tak semua bisa diceritakan padaku.

3. Berusaha untuk bagaimana membuka hatimu yang keras seperti batu

Membuka hatimu

Membuka hatimu via https://www.pexels.com

Setiap kali chatting denganmu yang ada aku yang harus memulai. Jawabanmu hanya iya, tidak, hehe, heem, dan kata singkat lainnya. Tapi entah kenapa aku selalu ingin membuka hatimu meski ku tahu tak ada responmu.

4. Bertekad berkendara sendiri menembus dingin dan hiruk-pikuknya suasana kota yang tak menentu

Berkendara sendiri

Berkendara sendiri via https://www.pexels.com

Momen yang tak bisa kulupakan sampai saat ini, meskipun kau tidak adalah ketika kau bertanya: “Kesini tadi naik motor sendiri?” Aku pun menjawab iya. Ada teman-temanku juga, tapi mereka berboncengan, aku hanya sendiri.

Advertisement

Kau pun menjawab kalau aku hebat dan berani. Padahal jikalau kau tahu itu pertama kalinya aku naik motor sendiri keluar kota.

5. Mengungkapkan kekaguman yang berujung pengungkapan perasaan yang lama tersimpan kepadamu

Mengungkapkan perasaan

Mengungkapkan perasaan via https://www.pexels.com

Sebenarnya aku takut untuk mengatakan perasaanku kepadamu. Takut akan canggung jika nanti kita bertemu. Takut kau kan menolakku bahkan menghindariku. Tapi setidaknya kaupun tahu kenapa sampai seberani ini aku menghampirimu terlebih dulu.

6. Menulis segala hal tentangmu, membuatkanmu lagu sampai bagaimana merelakan perasaan untukmu

Menulis topik tentangmu

Menulis topik tentangmu via https://www.pexels.com

Maaf jika aku menjadikanmu salah satu topik yang tak pernah ada habisnya kucurahkan dalam sebuah tulisan. Meski kutahu ini kan jadi kenangan yang kan buatku sedih jika mengingatnya, setidaknya ini adalah karya yang bisa kupersembahkan untukmu.

7. Merelakanmu meski kutahu ini bukan keinginanku. Sejak pertama sampai saat ini yang masih tetap mengharapkanmu

Merelakanmu

Merelakanmu via https://www.pexels.com

Kau dulu adalah orang yang sangat tertutup sekali soal pasangan atau siapa yang dekat denganmu. Tapi tidak dengan yang satu ini. Banyak sekali postingan foto antara kau, keluarga, juga pasanganmu kini. Kudengar dia adalah orang yang akan kau nikahi sebentar lagi.

Bagaimana cara aku harus rela meski bukan ini yang menjadi keinginanku selama ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya