Setelah resmi menyandang status mahasiswa baru, tentu kita perlu membuat perencanaan yang matang dalam menghadapi proses perkuliahan. Mendapatkan kesempatan menjadi mahasiswa adalah anugrah yang sangat patut kita syukuri, banyak pemuda Indonesia yang tidak memiliki kesempatan tersebut dikarenakan berbagai hal. Biaya menempuh pendidikan tinggi pun tidaklah sedikit, sehingga akan sangat disayangkan bila kita menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan demikian, dibutuhkan langkah-langkah strategis yang perlu kita lakukan dalam menjalani proses tersebut, sehingga kita tidak hanya mengikuti alurnya saja. Banyak hal yang dapat kita maksimalkan semasa menjadi mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan softskill maupun hardskill yang kita miliki. Terlebih bagi rekan-rekan yang merasa tidak begitu cocok dengan program studi atau universitas yang didapatkan, jangan berkecil hati, karena masih banyak hal yang dapat kita lakukan dalam meningkatkan kualitas diri.

1. Kenali kurikulum dan pola perkuliahan di jurusanmu

Memahami kurikulum dari program studi yang kita ambil menjadi hal yang penting. Sebab dengan mengetahui terlebih dulu mata kuliah yang akan diajarkan, menjadikan kita dapat melakukan persiapan lebih awal, seperti halnya mencari bahan kuliah penunjang yang akan diajarkan. Selain itu, kita dapat mencari informasi terkait dengan gambaran umum dari berbagai mata kuliah yang diajarkan setiap semesternya, sehingga kita mengetahui out put dari mempelajari mata kuliah tersebut.

Advertisement

Setelah itu, untuk menunjang aktivitas belajar, maka kita memerlukan pengetahuan mengenai pola perkuliahan dari pengalaman kakak tingkat selama menjalani proses perkuliahan di semester yang sedang kita hadapi. Hal ini penting karena setiap mata kuliah memiliki pola tersendiri dalam prosesnya, dosen yang mengajarkannya pun beragam. Alangkah lebih baik, bila kita dapat mengetahuinya lebih awal, serta meminta bahan-bahan kuliah yang pernah didapatkan kakak tingkat sebelumnya. Kemudian, carilah patner untuk berdiskusi di luar jam perkuliahan, baik itu dari dosen, kakak tingkat, atau teman seangkatan.

Selain itu, buatlah target IPK, hal ini sebagai bahan evaluasimu setiap semesternya, apakah kamu harus mengambil ke atas atau mengulang kembali mata kuliah tertentu. Target tersebut dapat menjadi pendorong agar kamu tetap semangat dalam meraihnya dan menjalankan proses perkuliahan. Kemudian tulislah target IPKmu dan simpanlah di tempat yang sering kamu lalui. Ketika harapanmu tersebut sudah tertulis dan terpasang, hal tersebut akan menjadi motivasi tersendiri sehingga semakin menggiatkan ikhtiar dan menguatkan doamu.

2. Carilah beasiswa studi

beasiswa

beasiswa via http://dknet730.com

Biaya studi yang tidak sedikit, terlebih apabila ditambah dengan biaya hidup yang harus dikeluarkan, menyebabkan tidak sedikitnya pemuda Indonesia yang harus berhenti melanjutkan pendidikannya hingga pada tahapan SLTA, atau bahkan harus berhenti ditengah masa perkuliahan dikarenakan ketidakmampuan membayar biaya pendidikan. Maka beasiswa akan sangat membantu meringankan beban kita sebagai mahasiswa, serta orang tua kita atau wali yang mendanai pendidikan kita. Terdapat beberapa program beasiswa baik itu yang bersumber dari dana pemerintah atau swasta.

3. Memanfaatkan fasilitas kampus dengan baik

Advertisement

Setelah mendapatkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), maka kita memiliki hak untuk menggunakan fasilitas kampus. Pada umumnya, terdapat sarana yang berkaitan dengan penunjang pendidikan seperti halnya perpustakaan, wifi, laboratorium, dll. Kemudian, sarana yang berkaitan dengan minat dan bakat seperti halnya lapangan olah raga, auditorium, ruang teater, studio musik, dll. Selain itu, terdapat pula sarana lainnya, seperti layanan transportasi di dalam kampus, fasilitas kesehatan, dan sebagainya. Setiap kampus tentu memiliki kebijakan masing-masing dalam pemeliharaan dan penggunaan fasilitas tersebut. Dengan demikian, sebagai mahasiswa perlu kita perhatikan ketentuan-ketentuan yang ada, serta fasilitas-fasilitas tersebut harus kita jaga agar tetap dapat dipergunakan secara berkelanjutan.

4. Aktif dalam organisasi kemahasiswaan

organisasi

organisasi via http://infokampus.news

Pada dasarnya dibutuhkan kegiatan tambahan dalam mengasah softskill dan mengembangkan investasi sosial yang harus kita miliki. Hal tersebut dapat kita peroleh dari berorganisasi, lewat organisasi kita bisa menyalurkan minat dan bakat kita, serta terus mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Terdapat banyak pilihan organisasi yang dapat kita ikuti, di internal kampus ada Himpunan Mahasiswa Jurusan, Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Kemakmuran Masjid Kampus. Selain itu, kita bisa mengikuti organisasi yang sesuai dengan minat kita di Unit Kegiatan Mahasiswa atau Komunitas-Komunitas yang ada di wilayah internal kampus.

Tidak hanya sebatas itu, ruang lingkup organisasi mahasiswa sangat luas, di wilayah eksternal kampus terdapat berbagai organisasi pergerakan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, dll. Kemudian, terdapat pula organisasi asal daerah, yang menghubungkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kesamaan daerah asal namun menempuh studi di luar daerahnya. Selain itu, terdapat berbagai organisasi mahasiswa lintas negara yang dapat kamu ikuti kegiatannya, bahkan menjadi bagian di dalamnya.

5. Manfaatkan bantuan dana riset, konferensi, dan bisnis

bantuan dana

bantuan dana via http://www.pexels.com

Pada dasarnya setiap universitas memiliki dana untuk pengembangan mutu pendidikan dan kreatifitas mahasiswa. Bahkan beberapa universitas memiliki program untuk mendanai berbagai kegiatan mahasiswa di luar organisasi, seperti halnya bantuan dana riset, kemudian bantuan dana konferensi, khususnya pada level internasional, selain itu pula terdapat berbagai program bantuan wirausaha muda. Dengan demikian, perlu kamu cari tau informasi tersebut dan cobalah untuk mengaksesnya. Bila terdapat keterbatasan dana di kampusmu, jangan hawatir, beberapa pihak swasta bahkan berkenan untuk memberikan dana tambahan penelitian dan konferensi. Selain itu, terdapat berbagai instansi yang memberikan bantuan dana wirausaha bagi mahasiswa. Oleh karena itu, banyak hal yang dapat kita lakukan selama menjadi mahasiswa, baik itu membuat project sosial, karya tulis ilmiah, dan berwirausaha.

6. Ikuti kompetisi di bidang akademik atau non akademik

kompetisi

kompetisi via http://www.pexels.com

Setiap orang memiliki kebutuhan untuk diakui oleh komunitas atau lingkungan sekitarnya, tidak hanya itu, terdapat kebutuhan untuk berprestasi dalam diri manusia. Dengan demikian, potensi tersebut harus kita maksimalkan dengan mengikuti kompetisi-kompetisi akademik atau non akademik. Sejatinya setiap orang memiliki kegemaran atau bakat yang beragam, hal tersebut perlu didukung dengan kerja keras dan latihan yang berkelanjutan. Sehingga kualitas kita pun akan semakin baik, untuk membuktikannya kita perlu mengikuti kompetisi. Hasil dari kompetisi tersebut dapat menggambarkan seberapa besar usaha keras yang telah kita lakukan. Apabila kita dapat meraih penghargaan dari kompetisi tersebut, maka hal tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Namun apabila pada kesempatan tersebut kita belum mendapatkan hasil terbaik, maka pengalaman dalam mengikuti kompetisi tersebut akan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih matang dan lebih siap dalam menghadapi iklim kompetisi yang ada.

7. Kembangkan jaringan setiap ada kesempatan

Lazimnya kita dengar terdapat pepatah “seribu teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh itu terlalu banyak”, berdasarkan pepatah tersebut dapat kita pahami bahwa relasi atau pertemanan itu sangatlah penting, dan sebisa mungkin kita jauhi permusuhan maupun pertikaian. Status mahasiswa yang kita miliki seharusnya tidak membatasi ruang gerak kita dalam berinteraksi, bahkan seharusnya kita dapat memaksimalkan peluang ini untuk membangun jejaring yang seluas-luasnya. Sebagai mahasiswa dalam suatu program studi, pertemanan kita tentu tidak hanya terpaku pada lingkungan program studi, akan tetapi kita bisa mengenal banyak orang dari program studi yang berbeda, fakultas yang beragam, bahkan dari berbagai universitas dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, bangunlah tali pertemanan yang seluas-luasnya karena hal itu adalah investasi kita kedepannya. Dengan demikian hendaknya kita memanfaatkan setiap momentum yang ada, baik itu dalam acara formal maupun non formal untuk bisa mengembangkan diri dan memperkuat jejaring yang kita miliki. Akan tetapi, hal ini perlu didukung dengan sikap kita yang baik, proporsional (dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya), menyukai keakraban dan mendewasakan diri terhadap konflik yang ada di sekitar kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya