5 Hal Ini Pasti Khatam Dirasakan Para Perempuan yang Melanjutkan S2. Dikata-katai Mah Sudah Biasa :)

Kamu perempuan? Sedang melanjutkan pendidikan?

Berterima kasih lah kepada R.A Kartini yang telah memperjuangkan emansipasi perempuan dalam bidang pendidikan dan jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan karena kalian mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. 

Tapi, bagi sebagian besar orang di Indonesia masih dibayangi mitos-mitos gelap tentang perempuan yang memilih melanjutkan pendidikan di S2, dan buat kalian yang tinggal di Indonesia pasti pernah mengalami hal ini. Penasaran apa saja?

1. Pertanyaan ‘Sekolah terus, kapan nikahnya?’ sudah jadi pertanyaan lazim yang hampir ‘meyumbat’ telinga

Mbak, kapan nikah? via https://www.instagram.com

Advertisement

Hal yang paling sering dibicarakan adalah hal ini. Memang sih, rata-rata orang yang lulus S1 itu berusia 22 tahun ke atas dan merupakan usia yang cukup untuk melangsungkan pernikahan bagi masyarakat Indonesia, apalagi seorang sarjana perempuan. Mereka beranggapan bahwa jangan menikah terlalu tua, paling tua ya umur 25 tahunlah. Nanti kalau punya anak biar nggak tua-tua amat. Tapi, kalau Tuhan berkehendak lain, apa mau di kata?

2. Atau pertanyaan, ‘Jadi apa sekolah tinggi-tinggi, toh perempuan akhirnya tetap di dapur’ pun nggak kalah seringnya

Mau di masakin apa bang? via http://dmid0fhonc2z0.cloudfront.net

Sekolah tinggi bukan berarti perempuan melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Perempuan tentu punya hak dan kewajiban yang wajib dilaksanakan. Emang bener sih, jadi perempuan itu harus tahu dapur, kalau nggak tau dapur, gimana mau masak sama makan? Hehehe.

3. Yang lebih kejam, bahkan ada yang bilang kalau melanjutkan S2 adalah pelarian dari jodoh yang tak kunjung datang

Adek belum lulus bang via https://www.instagram.com

Nggak juga sih, ya. Justru kita masih pengen berpetualang dan mempelajari hal baru di luar sana biar jadi cerita indah buat anak cucu, hehehe. Masalah nikah 'kan bisa nanti, siapa tau ketemu jodohnya sama-sama pas lagi S2?

Advertisement

4. Tuduhan gaya-gayaan dan mengejar gengsi pun sudah seperti makanan sehari-hari

Ingat, sekolah yang bener..!! via http://cdn.klimg.com

Salah besar.

S2 itu tingkatan pendidikan yang lebih tinggi dari S1, dan tuntutannya lebih besar dibandingkan S1. Kalau buat gaya-gayaan doang ya bakal hancur masa depan. Sudah bayar mahal malah buat main-main aja, mending buat modal wirausaha deh!

5. Kami tegaskan, anggapan ‘perempuan S2 kalau jadi istri pasti akan merasa benar dan merasa lebih pintar’ itu salah besar!

cerdas bukan berarti nggak mau ngalah via http://parentingsquad.com

Advertisement

Ini juga salah banget! Justru mereka akan jadi orang yang suka diajak berdiskusi, membicarakan hal-hal yang mulai dari serius sampai yang cuma guyonan. Mereka nggak akan menghalalkan segala cara untuk menang sendiri dari pasangannya, bahkan mereka akan senantiasa mendukung pasangannya.

Jadi, jangan takut untuk menjadi perempuan yang berpendidikan tinggi, ya! Karena ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak cerdas pula. Cheers!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta Kopi dan Diskusi//Suka Travelling, Musik, dan Kuliner//Orang Trenggalek yang sedang tinggal di Kota Malang

76 Comments

  1. Ya bener… Semoga bisa kesampaian S2
    AMIN…

  2. Fyi, tingkat kecerdasan anak itu 80% dari ibunya loooh, jadi kalopun ujungnya berakhir di dapur toh pasti anak2nya udah bakat cerdas juga dari lahir :)))

  3. Nino Sanjoyo berkata:

    tik…. tok…. tik…. tok….
    Seperti yang dirasakan Walida Lathifatuz Zahro

  4. Rizal Chaniago berkata:

    seharusnya yang menjadi prioritas adalah ilmu agama karena ibu adalah madrasah pertama bagi sibuah hati

  5. Wah itu pikiran orang kolot ya, wkkwkw
    Pikiran manusia primitif yg menganggap wanita tidak jauh jauh dari dapur,

  6. Keven Keppi berkata:

    Jangankan yang perempuan, gua yang laki-laki aja sering dikata-katain. Tapi biarkan saja. Mereka yang suka nyir-nyir itu kan gak tau gimana rasanya jadi fresh graduate yang dapet gaji 8 digit per bulan, hehe. Oh, itu belom termasuk bisa kerja di negeri orang dan dikasih kamar apartemen gratis dengan segala furniture lengkap.

  7. Alhamdullilah udah khatam… hihihi..

  8. Nabarani berkata:

    Bagus ih tulisannya, syukak! Endah keren ih 🙂

  9. Cahya Zulfah berkata:

    kan kuliah S2 bukan berarti agamanya minim mas….

CLOSE