Entah sejak kapan bullying  menjadi salah satu fenomena umum di Indonesia, kasusunya juga hampir bisa ditemui setiap hari, melibatkan siapa saja dan di banyak tempat. Bullying juga memiliki banyak tingkatan di dalamnya, berkaitan dengan efek yang diterima si korban dan bahkan pelakuknya sendiri. Wujud dari bullying juga berbeda-beda, ada yang berbentuk verbal, fisik, relasional (hubungan pertemanan), dan elektronik. Terlepas dari beberapa macamnya, penanganannya pasti akan lebih difokuskan. Acap kali para korban bullying ini akan mengalami tekanan mental dan berdampak buruk pada psikis. Yang lebih bahayanya lagi, kerap si korban tidak hanya menerima 1 atau 2 kali tindakan bully, namun berkali-kali dan beberapa dari mereka enggan untuk melaporkan hal tersebut dengan berbagai alasan. 

Pada dasarnya tindakan bully bisa dengan mudahnya merusak mental, menghancurkan kepercayaan diri dan melemahkan semangat. Parahnya lagi, salah satu dampak buruk dari bullying adalah hilangnya keinginan si korban untuk melanjutkan hidup. 

Namun, bisa kita lihat bahwa bullying...

1. “Anggap saja” Melatih Mental

Bullying via http://google.com

Yang perlu digarisbawahi, bahwa bagi siapapun korban tindakan bully, sekarang kamu berada dalam fase di mana kamu dilatih mentalnya. Ini adalah kesempatan yang baik untukmu untuk melatih kesabaran, menahan dan mengontrol emosi, juga memperhatikan apa saja yang harus diperbaiki dari dirimu dan juga kepekaan terhadap sekitar.

2. Pelaku adalah Orang yang Memiliki Kadar Rendah dalam Pengendalian Diri dan Dangkal dalam Berpikir

Bully 1 via http://google.com

Bisa saja bagi mereka tindakan membully adalah tindakan yang memberikan kepuasan bagi mereka, diantara dari pembully merasa bahwa dengan bertindak seperti ini dirinya merasa selalu menang. Namun pada nyatanya, merekalah yang menginjak-injak mental dan diri mereka sendiri.

3. Korban Bully lah yang Paling Bisa Dapat Mengambil Banyak Keuntungan

Bully 2 via http://google.com

Advertisement

Bagi korban bully, kadang mereka merasa tidak memiliki teman, namun yang harus diingat, korban bully lah yang paling bisa dapat mengambil banyak keuntungan. Seseorang yang dengan bijak mengolah suasana saat ia dibully justru akan lebih beruntung dalam segala sisi, baik itu yang berkaitan dengan emosi dan harga diri. “Justru harga diri saya yang diinjak-injak sebagai korban bully”. Tidak! Para pembully lah yang mempermalukan diri mereka sendiri, dengan menunjukan mereka yang mungkin berpendidikan, tinggal, belajar di Instansi Pendidikan namun tak nampak terdidik dan terpelajar.

4. Pembully. Merekalah Sebenar-benarnya Pengagummu

Bully 3 via http://google.com

Jika kamu dibully dan bahkan kamu tidak tahu apa alasannya, percayalah, bahwa dengan mereka berperan sebagai pembully yang memiliki gangguan mental. Tanpa kamu melakukan kesalahan apapun, mereka selalu berasa untuk mencampuri urusanmu. Namamu selalu ada dalam daftar goal’s life mereka.

5. Membully, Merendahkan Diri, Mempermalukan Orang Tua Mereka Sendiri

Bully 4 via http://google.com

Sadar ataupun tidak, setiap tindakan bully yang dilakukan selalu memperihatkan betapa rendahnya pemikiran dan empati seseorang. Bagi mereka yang berpendidikan, hal ini menjadi goresan yang justru malah merusak reputasi mereka sendiri. Belum lagi, efek domino yang akan ditimbulkan, mempermalukan orang tua dan instansi pendidikan di mana mereka belajar. Adakah di antara mereka yang dengan sengaja dididik untuk menjadi pembully?

6. Karena Bullying Bisa Menjadi Salah Satu Motivasi Terbesar dalam Sebuah Pencapaian dan Kesuksesan

Bully 5 via http://google.com

Advertisement

Kamu sebagai korban bully, bisa menjadikan pengalaman tidak menyenagkan ini sebagai parameter dalam proses pencapaian cita-citamu. Kamu bisa gunakan ini untuk “cambuk”, kamu bisa gunakan pengalama pahitmu itu untuk melatih dirimu sebagai pribadi yang baik, karena kamu paham rasanya jadi korban, maka kamu tidak akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain, bahkan untuk membalasa tindakan bully yang kamu dapat. Dengan kata lain, anggap saja bahwa bully adalah salah satu cara untuk mengokohkan mentalmu, bukan untuk merunthkannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya