Jika pernah menonton film Theory of Everything dan melihat di mana Stephen Hawking menimba ilmu? Ya, Semua setting yang ada di film itu berlokasi di Cambridge. Kota bagian dari propinsi Cambridgeshire yang merupakan rumah bagi 31 kampus dari Universitas Cambridge yang merupakan salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia.

Kota di mana para tokoh terkenal dunia pernah bersekolah dulunya. Berasal dari kata Cam yang berarti sungai Cam serta bridge yang artinya jembatan. Berada di Inggris bagian timur dan dilintasi oleh river Cam yang mengalir sepanjang 40 miles sepanjang bagian belakang kampus yang merupakan bangunan dengan gaya arsitektur masa lampau, menawarkan campuran unik dari budaya tradisional dan modern

Berjalan kaki sekitar 10 menit dari stasiun kereta ternyata belum sampai juga di pusat kotanya, masih harus setengah jalan lagi dan saya sudah excited dengan suasana kota Cambridge yang cantik apalagi ketika deretan-deretan bangunan kampus Cambridge University terlihat di depan mata.

1. ROMANTISME BRIDGE OF SIGHS

Bridge of Sighs

Bridge of Sighs via https://www.hipwee.com

St John’s college merupakan deretan kampus pertama yang terlihat, didirikan pada tahun 1511 dan salah satu kampus yang paling kaya setelah Trinity College. Saya teringat bahwa kampus ini memiliki Bridge of sighs di bagian belakangnya yang dibangun tahun 1830 dengan gaya Neo Gothic. Nama yang sama diambil dari kemiripan bentuk jembatan yang ada di Venice-Italia dan merupakan satu jembatan dari sembilan yang ada di dunia dengan nama dan bentuk yang sama. Jembatan ini menghubungkan gedung kampus lama dengan yang baru dan menurut mitos yang ada, nama sighs adalah sebutan bagi mahasiswa yang akan menghadapi ujian.

Dengan membayar £7.50, pengunjung bisa masuk hingga ke halaman belakang kampus. Beberapa area memang dibatasi bukan untuk turis, sehingga untuk bisa melihat bridge of sighs harus berdiri di St John’s kitchen bridge yang ada di sisi sebelahnya. Kebetulan masih sepi dari pengunjung, sehingga bisa bebas berfoto dengan latar belakang sungai Cam lengkap dengan pepohonan rindang dan besar di sepanjang sungai yang dikenal dengan sebutan the Backs.

2. PUNTING RIVER CRUISE

Advertisement

Karena waktu yang cukup terbatas, mengikuti punting river cruise dan free walking tour adalah must things to do. Punting sendiri diambil dari kata punt, yang artinya perahu dengan lantai datar dengan kapasitas sekitar 9 orang dan biasanya berada di sungai yang dangkal serta ditarik menggunakan galah.

Matahari mulai memberikan kehangatan di tengah dinginnya cuaca hari itu. Selagi menunggu giliran tiba, kami berdiri di salah satu jembatan menatap ke arah Mathematical Bridge yang ada di belakang Queen’s College, tak hentinya terpukau memandang ke bawah ke arah sungai Cam melihat perahu-perahu hilir mudik di bawah sana, sesekali melihat bebek yang asik berenang di sungai tersebut. It was so breathtaking view, and so beautiful.

Mathematical bridge sendiri merupakan jembatan pertama yang akan dilalui perahu punt yang akan berlangsung selama 45 menit melewati 8 bagian belakang bangunan kampus dan 7 jembatan yang cukup terkenal. Pemandu tour yang sekaligus orang yang mendayung perahu akan menjelaskan cerita sejarah tentang semua yang akan dilalui, tentunya dengan gaya yang lucu sama sekali tidak membosankan.

Advertisement

Sungai Cam memang tidak terlalu besar, tetapi perahu-perahu berlalu lalang dan dipenuhi dengan penumpang, semua ingin menikmati indahnya pemandangan kota Cambridge.

3. FREE WALKING TOUR

City Centre

City Centre via https://www.hipwee.com

Bergabung mengikuti free walking tour merupakan pilihan tepat jika berkunjung ke kota ini supaya tiap sudut kota cantik ini tidak terlewatkan sedikitpun. Great St Mary’s church, gereja milik salah satu kampus yang sudah ada sejak abad 12. Pengunjung juga bisa naik ke menara gereja untuk melihat keindahan kota Cambridge dari atas. Lonceng yang ada di menara gereja merupakan bentuk yang sama dengan lonceng yang ada di menara Big Ben London.

Kebetulan walking tour dimulai di kawasan King’s parade, dari sini turis dibawa keliling selama kurang lebih 2 jam oleh mahasiswa Cambridge University yang bekerja paruh waktu sebagai pemandu tur. Tur dibawakan dengan gaya bahasa yang mudah di mengerti, sesekali diselingi dengan joke yang membuat para turis tertawa, sehingga sama sekali tidak membosankan.

Melewati setiap sudut jalan kota, bangunan serta kampus dari Universitas Cambridge yang tersebar di seleuruh kota yang masing-masing memiliki cerita dan sejarah dibaliknya. Tidak semua kampus boleh dikunjungi dengan bebas, sebagian hanya dapat melihat halaman depannya saja ataupun di depan gerbang utama karena kebetulan saat itu merupakan musim ujian sehingga dikhawatirkan dapat menggangu konsentrasi para murid yang ada.

4. Jam Corpus

Perpustakaan Corpus Christy College

Perpustakaan Corpus Christy College via https://www.hipwee.com

Masih di sekitar area King’s parade, tepat disudut bangunan perpustakaan dari Corpus Christy College Library ada sebuah public artwork berbentuk bundar pipih sangat unik sekaligus aneh dengan diameter sebesar 1.5 meter, terbuat dari emas 24 karat yang bergerak seperti jam dengan figure serangga besar berwarna hitam pada bagian atasnya menyerupai belalang, yang disebut sebagai time eater.

Letaknya persis sama dengan level jalan sehingga dipenuhi para turis yang penasaran mendekati dinding kaca yang menutupinya, termasuk saya. The Corpus clock, nama jam tersebut, pembuatannya diprakarsai oleh John C Taylor salah satu alumni universitas yang sekaligus membiayainya.

Diceritakan bahwa jam ini akurat hanya sekali dalam setiap lima menit, sisanya pendulum kadang akan tampak bergerak atau berhenti. Menurut penciptanya, filosofi gerakan tidak menentu ini mencerminkan "ketidakteraturan" hidup, karena menurutnya pada dasarnya waktu tidak di sisi manuasia dan akan memakan setiap menit hidup kita. Pada malam hari, jam ini memiliki sinar lampu LED berwarna warni yang menyinari menjadikannya seolah-olah hidup.

Jalanan di kota Cambridge memang tidak terlalu besar, lebih menyerupai gang, suasana lebih santai terasa di kota ini ketimbang London yang jauh lebih sibuk. kemudian kami dibawa melihat salah satu bangunan tertua di kota ini yang dibangun antara tahun 1000-1050 dengan gaya Anglo Saxon, sebuah gereja yang tidak terlalu besar St Bene’t’s church, yang awalnya merupakan gereja Parish milik Christy College hingga tahun 1579 dan pernah mengalami restorasi hingga dua kali pada abad ke 19.

Setiap college disana memiliki inner courtyard yang cukup luas sehingga bangunan kampus selalu mengelilingi halaman rumput yang ada di bagian tengah bangunan. Ada cerita menarik yang sama dari semua college yang ada di sana, bahwa semua murid tidak diperbolehkan menginjak rumput yang ada di halaman kampusnya.

Hanya dosen, petugas kebersihan dan bebek yang boleh menginjak rumput tersebut. Yaa, memang banyak bebek berkeliaran di halaman kampus dan para murid hanya boleh berjalan di jalan non rumput. Lucu memang mendengar cerita itu, dan tidak jelas alasan di balik itu, tetapi hal itu benar adanya.

5. CHOIR DI KING'S COLLEGE

King's College

King's College via https://www.hipwee.com

King’s College yang ada di seberang menjadi pemandangan indah dari balik kaca jendela restoran di mana saya menikmati makan siang. Ya, kampus di mana Alan Turing, seorang ahli matematika yang kita lihat ceritanya dalam film The Imitation game pernah menimba ilmu di sini. Kampus yang ditemukan pada tahun 1411 oleh King Henry VI ini memiliki chapel yang cukup terkenal dengan music choirnya, terutama pada saat malam natal dimana disiarkan di seluruh dunia.

Kampus ini ditemukan pada tahun 1441 oleh Henri VI, sering menjadi icon kota Cambridge, baik bagian depan bangunan maupun bagian belakangnya yang terlihat mempesona dari sungai Cam maupun dari King’s bridge. King’s chapel adalah gereja milik King’s College dengan gaya arsitektur Gothic dengan detail desain kaca patri abad pertengahan yang indah.

Dibangun pada tahun 1446 oleh Henry VI (1421-1471) dan memerlukan waktu lebih dari satu abad untuk membangun. Gereja yang sering dijadikan symbol kota Cambridge ini merupakan tempat ibadah sehari-hari, tempat diadakannya pesta perayaan natal dan Festival Nine Lesson and Carol yang terkenal dan disiarkan di seluruh dunia.

Memasuki gereja pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar interior gereja selama acara berlangsung selama 30 menit kedepan. Kami tidak menyangka bahwa acara choir yang di maksud oleh pemandu walking tour tadi adalah mengikuti misa gereja. Tak ada pilihan kecuali mengikuti acara pelayanan tersebut hingga selesai karena tidak memungkinkan juga untuk bisa keluar terlebih dahulu, sekaligus supaya bisa menikmati detail interior yang ada.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya