LDR. Long Distance Relationship. Tiga kata yang membuat banyak pasangan kekasih deg-degan. Perasaan campur aduk pasti akan dirasakan saat pertama kali memulai hubungan jarak jauh. Takut diselingkuhin, takut gagal, kesepian, kangen, takut perjuangannya sia-sia, dan hal parno lainnya akan mewarnai kehidupan LDR.

Memang, banyak banget cobaan yang harus dilewatin pasangan LDR. Dari mulai salah paham karena lupa ngabarin pacar, sampai rasa kangen yang bikin badmood seharian. Terlebih, kalau lagi makan sendirian di restoran, lalu dikelilingi sama orang pacaran. Pasti badmood-nya bakalan nambah dua kali lipat.

Akan tetapi, pasangan LDR sebenarnya tidak perlu dikasihani. Kualitas hubungan mereka sebenarnya baik-baik saja. Bahkan mungkin, lebih baik daripada mereka yang bertemu setiap hari.

Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Psikologi, Queens University, Kanada pada 2014. Dalam penelitian tersebut, mereka menguji lebih dari 700 pasangan LDR dan 400 oasangan tidak LDR. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Hal tersebut tentu membuktikan bahwa, kualitas hubungan yang dijalankan oleh sepasang kekasih, tidak hanya ditentukan oleh jarak. Tidak masalah ketika dia jauh di mata, selama masih dekat di hati.

Tapi kenapa sih LDR masih dianggap sebelah mata oleh beberapa orang? Bahkan, banyak dari mereka yang tidak percaya dengan LDR. Kalimat seperti, “tinggal satu kota saja belum tentu langgeng, apalagi LDR,” tentu sering kita dengar.

Mungkin, bagi sebagian orang, LDR dianggap mustahil. Bertahan dengan orang yang jauh dari kita memang sedikit sulit. Tidak bisa makan bareng. Tidak bisa nonton bareng. Tidak bisa ngerjain tugas bareng.

Tapi jangan salah, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 oleh Cornell Univerity, Amerika Serikat dan City University of Hongkong, menemukan bahwa, jarak dapat mengembangkan keintiman. Dari pesan singkat, history calls, dan video call yang dilakukan pasangan LDR, dapat membuktikan bahwa mereka merasa lebih akrab satu sama lain, dibandingkan dengan pasangan yang dekat secara geografis.

Walaupun keintiman hubungan pasangan LDR dinilai lebih baik, masalah tentu datang silih-berganti. Dari mulai masalah kecil hingga masalah yang mengancam retaknya hubungan.

Lalu, bagaimana sih menghindari ancaman putus di tengah jalan bagi kamu yang menjalani hubungan jarak jauh?

1. Komitmen adalah kunci utama

Komitmen antara satu sama lain

Komitmen antara satu sama lain via https://id.pinterest.com

Apa sih komitmen itu? Komitmen adalah janji. Ketika kamu berkomitmen, berarti kamu telah berjanji kepada dirimu sendiri maupun orang lain. Tentu, komitmen tidak bisa dilanggar dan diakhiri dengan mudah.

Advertisement

Terdengar klasik, tapi benar adanya, komitmen lah kunci utama mempertahankan hubungan LDR. Sebenarnya, tidak hanya hubungan jarak jauh, semua hubungan membutuhkan komitmen. Tapi, komitmen jauh lebih berarti ketika kamu jauh dengan dengan kekasihmu.

Saat banyak godaan datang menghampiri, seperti rasa bosan, hopeless, dan keinginan untuk berselingkuh, komitmen lah yang menjagamu untuk menghindari semua itu. Karena, saat kamu berkomitmen dengan seseorang, berarti kamu serius menjalin hubungan dengan dia.

Keseriusan dalam menjalin hubungan, tentu akan meminimalisir keinginan kamu untuk menyerah di tengah jalan. Rasa seperti, “aku gak bisa bayangin kalau aku nggak sama dia,” harus kamu miliki untuk menjaga kamu dari derasnya cobaan yang menimpa pejuang LDR.

2. Telepon satu menit sangatlah berarti

Photo by rawpixel.com from Pexels

Photo by rawpixel.com from Pexels via https://www.pexels.com

Advertisement

Kesibukan perkuliahan atau pekerjaan memang tidak bisa dihindari. Terlebih kalau pasanganmu sedang mengerjakan proyek besar, seperti skripsi. Intensitas komunikasi pun akan berkurang.

Akan tetapi, usahakan lah untuk menlepon pacar kamu walau hanya beberapa detik. Terdengar cheesy, tapi suara kamu mungkin bisa membuat pacar kamu semangat untuk menjalani hari-harinya. Ucapan sederhana, seperti selamat pagi atau mimpi indah akan sangat berarti untuk mereka yang merindukan kehadiranmu.

Suaramu akan membuat pasanganmu lebih dekat. Terlebih, kalau kamu meneleponnya di tengah kesibukan, seperti saat nongkrong bersama teman atau mengerjakan tugas. Pasti, dia akan merasa bahwa dirinya adalah prioritasmu, entah sesibuk apa dirimu.

Tidak perlu durasi telepon yang berjam-jam untuk membahagiakan pasangan. Cukup tingkatkan intensitas telepon. Walaupun hanya sekadar mengucapakan “have a nice day” di pagi hari.

3. Rasa bosan yang tidak bisa dihindari

 Explore License Join

Explore License Join via https://www.pexels.com

Tidak bisa makan bersama, menonton bersama, jalan bersama, dan melakukan segala hal bersama-sama, tentu menimbulkan rasa bosan yang tak tertara. Dia yang jauh di sana, tidak ada di sisi kita yang merindukannya.

Maka, video call adalah solusinya. Selain dapat mendengar suaranya, kamu dapat melihat wajahnya yang dapat membuatmu terpana. Ekspresi wajahnya saat tertawa, mengantuk, terkejut, tentu akan mengobati rasa rindumu kepadanya.

Luangkan lah waktumu untuk melakukan video call. Tidak masalah, ketika kamu tertidur saat meneleponnya. Mendengar suara dengkuranmu pun, akan mengobati rasa rindu pasanganmu yang tidak bisa berjumpa secara langsung.

Selain itu, toh, LDR bisa membuat hari-harimu menjadi lebih produktif. Kebosanan dalam hubunganmu, dapat memacumu untuk menjadi lebih aktif. Karena rasa bosan yang melanda, kamu bisa lebih memfokuskan dirimu dalam hal lainnya. Seperti, bergabung dalam organisasi kampus, mengambil lembur kerja di kantor, bahkan memiliki waktu lebih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

4. Timezone memang memusingkan, tapi cobalah untuk mengerti

Timezone menjadi penghalang

Timezone menjadi penghalang via https://id.pinterest.com

“You say good morning, when it’s midnight,” lirik lagu Jet Lag, yang dinyanyikan oleh Simple Plan, sangat menggambarkan situasi pasangan beda timezone. Ketika pasanganmu tinggal di sisi lain bumi, tentu sangat sulit untuk hanya sekadar mengatur waktu bertelepon.

Perbedaan waktu memang menghambat jalinan komunikasi. Maka, jangan bosan untuk sekadar menulis pesan singkat kepada pasangan. Percayalah, hanya dengan melihat namamu di notifikasi handphone, dapat membuat pasanganmu tersenyum.

5. Rasa percaya meredakan kekhawatiran

Rasa khawatir yang menghantui

Rasa khawatir yang menghantui via https://id.pinterest.com

Memikirkan dia sedang apa saja, sudah membuat sedih dan khawatir. Terlebih, jika kamu menaruh kecurigaan terhadap pasangan. Rasa khawatir yang berlebih, mungkin akan memicu pertengkaran.

Memang, tidak bisa melihat pasangan setiap harinya, membuat kamu selalu berpikir tentang dia. Rasa kerinduan dapat membuat kamu menjadi lebih sensitif. Tidak ada kabar beberapa jam saja, sudah menimbulkan kecurigaan.

Maka, dibutuhkan rasa kepercayaan. Kamu hanya cukup percaya bahwa pasanganmu memiliki perasaan yang sama dengan kamu. Jika kamu yakin bahwa dirimu tidak akan selingkuh, maka pasanganmu pun akan berpikir seperti itu.

Kembali lagi kepada komitmen. Semakin besarnya komitmen di antara sepasang kekasih, maka semakin tinggi juga rasa percaya diantara mereka berdua. Mereka akan saling mengerti bahwa, hubungan yang dijalani bukanl hanya sekadar main-main saja.

Memang, LDR terdengar tidak mudah untuk dijalankan, tetapi dari hubungan jarak jauh, kamu bisa mengetahui keseriusan pasanganmu. Karena bagi mereka yang memiliki komitmen, jarak bukanlah tombak keretakan hubungan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya