Saya tidak akan bertanya, tapi saya memastikan bahwa kalian yang membaca ini pasti selalu berimajinasi tentang masa depan kalian, atau setidaknya mengimajinasikan tentang sesuatu yang begitu kalian dambakan. Tidak apa-apa itu wajar karena toh, kita manusia. Saya juga suka berimajinasi bagaimana seharusnya saya hidup; kita hidup. Karena kita memiliki sesuatu yang ideal untuk menamakan bagaimana seharusnya kita hidup bukan? Dan kita membuat pilihan itu.

Begitu juga yang dilakukan oleh sahabat saya, Fany Nadia, yang begitu rajin menuliskan list kegiatannya sehari-hari. Dan sekarang gadis berusia 20 tahun itu tengah mengembangkan bisnis yang lahir dari sebuah hobi masa kecilnya. "Membuat pilihan itu menyulitkan, kita bisa saja tidak sadar akan pilihan itu. Tapi bisakah kalian memberitahu saya bagaimana caranya melihat bahwa pilihan yang kita ambil itu tepat?"

Ada yang bilang, menyenangkan sekali jika kita bekerja sesuai dengan hobi kita. Dan itulah yang dibuktikan sendiri oleh Fany saat ini. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi sahabat Hipwee.

1. “Aku tidak menebang harapan bahwa aku akan menemukan jalan menuju ke sana. Tapi ternyata itu menjadi kenyataan ketika aku menyadarinya sekarang.”

Sosok Fany Nadia via https://web.facebook.com

Berawal dari kegemarannya berdagang sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, Fany, begitu panggilan akrabnya selalu gigih melakukan bisnis. Berangkat dari hobinya mengoleksi jam tangan sejak kecil, Fany memutuskan untuk fokus berbisnis jam tangan retail sejak 2012.

"Aku sudah gemar bejualan sejak SMP, bagiku, berbisnis adalah kegiatan yang menyenangkan. Dan bertemu dengan orang-orang baru merupakan pengalaman baru yang berharga."

Mahasiswi semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSIKA ini berusaha untuk membagi waktu antara sekolah dan bisnisnya. Hal tersebut cukup menyita tenaga dan pikirannya, namun yang unik dari seorang Fany adalah ia sama sekali tidak keberatan dengan jadwalnya yang padat.

Advertisement

"Aku harus membagi waktu antara kuliah dan bisnisku. Terkadang begitu terasa melelahkan tetapi aku selalu mendapat semangat dari lingkunganku, bahwa aku jangan kalah hanya karena lelah."

Fany nadia mengalami jatuh bangun dalam merintis bisnisnya. Namun Ia selalu mampu mempertahankan apa yang sudah dibangunnya. Tidak mudah untuk merintis dan mempertahankan sesuatu, namun bagi Fany selalu mungkin untuknya. Sebelum fokus berbisnis jam tangan, Fany sempat banyak mencoba bisnis yang lainnya, seperti berjualan sepatu, baju, gelang yang ia buat sendiri, makanan ringan, dan banyak lagi.

"Yang perlu kita lakukan adalah berusaha memperoleh pelajaran dari setiap kejadian."