Tak Banyak yang tahu makna dari sebuah pendakian, meski mereka telah menapakkan kaki di puncak tertinggi. Pendakian adalah sebuah perjalanan dan proses menuju puncak. Sesederhana itu arti dari pendakian. Namun, makna dari pendakian lebih dalam dari itu, tak hanya sekedar perjalanan menuju sebuah puncak. Dibalik itu semua, tersimpan sebuah filosofi hidup yang menggambarkan tentang nilai dan makna dari sebuah kehidupan.

1. Tujuan

Puncak Rinjani via https://www.youtube.com

Tujuan digambarkan oleh puncak dari gunung itu sendiri. Meskipun setiap insan bisa memberi makna yang berbeda, namun pada dasarnya setiap pendaki memiliki tujuan dari pendakiannya. Sama dengan kehidupan, setiap orang memiliki tujuan atau target yang ingin dicapai. Layaknya sebuah puncak, tujuan atau target takkan pernah lari dari singgasananya. Mereka akan tetap berada di sana, yang membedakan hanyalah langkah kaki kita. Akankan kita semakin mendekatinya atau malah menjauhinya.

2. Rintangan

Medan Pendakian Merbabu via https://ekoindriasto.wordpress.com

Untuk mencapai puncak, tidak jarang kita harus melewati medan yang berat. Jalan berbatu, berliku, medan yang terjal dengan kanan kiri jurang yang curam, pasir atau bahkan badai. Semua itu seperti sebuah gambaran dalam kehidupan yang bercerita bahwa untuk mencapai sebuah impian atau tujuan dalam hidup ada rintangan atau cobaan yang harus kita lalui, dimana rintangan tersebut akan memaksa kita untuk berjuang. Sama halnya dengan kehidupan, untuk mencapai tujuan atau impian akan ada rintangan yang harus kita hadapi dan kita perjuangkan. Artinya, kita harus terus begerak dan melangkah untuk mencapai tujuan tersebut, karena diam takkan pernah membawa perubahan.

3. Tekad dan Niat

Advertisement

Tekad dan Niatku via http://travel.kompas.com

Tekad dan niat, keduanya selalu hadir diujung keputusasaan. Keduanya menjadi warna sekaligus simbol kekuatan hati seorang pendaki. Seberapa besar tekad dan niat untuk mencapai puncak, disitulah penentu seberapa besar kekuatan hatimu untuk meraih impianmu. Akankan kau memperjuangkan impianmu atau berhenti dan menguburnya dalam-dalam.

4. Tinggikan Semangatmu, Rendahkan Hatimu

Pendakian itu tak mudah, medan yang dilwati tidaklah biasa. Untuk mencapai puncak, kamu perlu semangat yang tinggi, namun sebaliknya rendahkan hatimu serendah mungkin. Sadarilah bahwa diri ini begitu kecil dibanding kekuasaan-Nya. Buang rasa tinggi hatimu karena keberhasilanmu bukan sekedar jerih payahmu, juga atas kehendak-Nya.

5. Semakin Tinggi Kau Berada, Semakin Kencang Angin Menerpa

Angin Puncak via http://blog.unnes.ac.id

Targetmu telah tercapai dan kau telah berada di puncak tertinggi. Puncak menghadirkan sejuta keindahan yang tak bisa kau dapatkan di tempat lain. Puncak juga membawa angin yang lebih besar dibanding dataran rendah. Dalam kehidupan, angin layaknya sebuah masalah. Semakin tinggi posisi yang kita dapatkan, semakin besar pula masalah yang harus kita hadapi.