Mengunjungi kota tua Edinburgh (baca : edinbrah) selalu membuat setiap orang ingin kembali mengunjunginya, seperti jatuh cinta rasanya. Tak hanya sekedar sebagai ibu kota sejak abad 15 ataupun kota terbesar kedua di Scotland ini memiliki warisan sejarah yang membuatnya masuk dalam daftar World Heritage Site UNESCO pada tahun 1995.

Nama Edinburgh berasal dari kuno Gaelic "Din Eidyn" yang berarti 'bukit benteng di punggung bukit miring'. Edinburgh merupakan rumah bagi Scottish Parliament dan sudah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer setelah London, ditambah dengan adanya festival seni tahunan internasional, Edinburgh International Festival and the Fringe tiap bulan Agustus.

Princess Street Garden yang seolah-olah memisahkan antara kota tua dan kota baru-nya Edinburgh. The Scott Monument yang ada di tengah taman ini didedikasikan untuk penulis Skotlandia, Sir William Scott. Dari atas menara bergaya Gotchic dengan tinggi 6,1m ini, turis bisa melihat pemandangan kota Edinburgh dengan menaiki tangga sebanyak 287 anak tangga.

1. New Town & Calton Hill

Calton Hill

Calton Hill via https://www.hipwee.com

Kota baru Edinburgh yang ada di sisi utara wajib dilihat dengan bangunan – bangunan bergaya Georgian abad 18 juga tak kalah cantik, termasuk bukit Calton Hill yang merupakan salah satu tujuan saya.

Menurut cerita, kota baru Edinburgh dibangun sebagai solusi dari masalah kota yang semakin padat di abad 18 lalu melalui kompetisi desain yang dimenangkan oleh arsitek muda James Craig pada tahun 1766. Dari kejauhan terlihat sebuah bukit dengan beberapa monumen di atasnya.

Advertisement

Itulah Calton Hill yang merupakan salah satu bukit yang berada di tengah kota dengan pemandangan kota Edinburgh yang cukup menakjubkan bisa dilihat dari atas sini termasuk bangunan-bangunan utamanya. Dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari stasiun kereta Waverley.

Di bukit ini terdapat beberapa monumen, salah satunya adalah Acropolis yang awalnya diberi nama National Monument, sebuah monumen mirip dengan Parthenon yang ada di Athena yang sebenarnya belum sepenuhnya selesai. Monumen ini dibuat tahun 1822 dengan maksud untuk memperingati prajurit Skotlandia yang meninggal dalam Perang Napoleon, namun tidak pernah selesai dan hanya terlihat dua belas kolom saja yang baru selesai hingga saat ini.

Beberapa bangunan lain di atas sini terdapat dua observatory, old observatory house yang juga dibuat oleh James Craig, arsitek yang membangun kota Edinburgh tetapi tidak dibuka untuk umum saat ini. Sementara City observatory sendiri pernah digunakan hingga tahun 1896 sebelum akhirnya dipindahkan ke Blackford. Satu lagi monument, Nelson’s Monument yang bentuknya mirip seperti teleskop yang menghadap ke atas ini dibangun antara 1807 dan 1816 untuk memperingati Admiral Horatio Nelson yang meninggal pada Pertempuran Trafalgar pada tahun 1805.

2. Old Town & Istana

Istana Holyrood

Istana Holyrood via https://www.hipwee.com

Advertisement

Di sisi selatan terdapat sebuah bukit dimana Kota tuanya membentang di sepanjang punggung bukit dengan Edinburgh Castle berada paling tinggi, terus menurun hingga berakhir di Istana milik Kerajaan Inggris, Palace of Holyroodhouse. Di sepanjang jalannya dipenuhi dengan bangunan bangunan yang sudah berdiri sejak abad 17 serta gang-gang kecil yang disebut “closes atau wynds” nan elegan.

Berjalan melalui menyebrangi jalan North Bridge yang kemudian menuruni bukit menyusuri keramaian Royal Mile yang panjang menuju Palace HolyroodHouse yang merupakan akhir dari Royal Mile. The Royal Mile yang artinya adalah lebih dari satu mil dengan 107 yard merupakan jantung bersejarah Edinburgh, Dimulai di Edinburgh Castle hingga masuk ke gerbang Istana Holyrood . Di sepanjang jalan ini banyak telihat bangunan dengan arsitektur berusia ratusan tahun yang dilestarikan, berbagai tempat wisata turis mulai dari museum, restoran, dan toko-toko hingga menjelajahi jalan-jalan kecil yang disebut “closes atau wynds”. Ada beberapa jalan yang menghubungkan Royal Mile, mulai dari Castlehill, Lawnmarket, High Street, Canongate, dan Abbey Strand yang mengarah ke Istana Holyrood.

Untuk bisa sampai ke istana Holyrood banyak sekali tempat bersejarah yang dilewati, hingga setiap beberapa langkah rasanya perlu berhenti, ada gereja Canongate kirk, Museum of Edinburgh, people’s museum letaknya saling berdekatan dan saya mencoba mampir untuk melihat seperti apa. Di jalanan ini pula saya menemukan sebuah toko yang menjual coklat fudge, The fudge House ini sudah ada sejak tahun 1949. Dari luar terlihat sederhana dan tidak besar, tetapi display coklat fudge di balik kaca cukup menggugah selera dan membuat saya penasaran hingga akhirnya saya tergoda untuk melihat hingga akhirnya membeli.

Persis di depan istana Holyrood ada sebuah bangunan dengan arsitektur yang sangat modern, Gedung Parlemen Scotlandia yang dibangun tahun 2004 dan desainnya pernah menjadi kontroversi karena jauh dari ciri khas kota Edinburgh dengan dominasi arsitektur zaman pertengahan. Gedung ini boleh dikunjungi turis dan tidak dipungut bayaran sama sekali.

Sementara di kompleks Istana Holyrood yang dulunya merupakan tempat tinggal Ratu Skotlandia, Ratu Mary pada abad 15, Ratu Victoria dan Raja George V. Saat ini menjadi tempat tinggal resmi Ratu Elizabeth di Scotland ini, di mana Ratu biasanya tinggal selama satu minggu di awal musim panas setiap tahunnya.

Pengunjung bisa melihat 14 ruangan megah di dalam istana yang penuh dengan nilai sejarah dan masih digunakan Ratu untuk acara-acara formal, ada sebuah reruntuhan gereja Holyrood yang dibangun pada abad 12 dan keindahan taman belakang istana yang sangat luas dengan latar belakang 640 hektar Taman Holyrood dengan titik tertingginya bukit Arthur’s seat yang terlihat membentang terlihat jelas disamping istana.

Bukit Arthur ini berada di ketinggian 251 meter di atas permukaan laut dan terbentuk dari pergesaran besar di kerak bumi akibat dari letusan gunung berapi sekitar 350 juta tahun lalu.

3. High Street

High Street

High Street via https://www.hipwee.com

Menyusuri Royal mile berjalan terus ke atas melalui high street, terusan jalan dari Royal Mil menuju bukit Kastil Edinburgh sekitar 10 menit. Semakin siang jalanan utama Edinburgh ini penuh dengan segala turis atraksi, mulai dari seniman jalanan dengan bermacam atributnya, titik temu kumpulan walking tour serta toko-toko dan restoran yang ada di sepanjang jalan. Semuanya menjadi objek yang menarik untuk diabadikan, walaupun sebagian seniman meminta bayaran bila kita mengambil gambar mereka.

Persis di titik awal high street, Ada sebuah bangunan tua yang terlihat seperti gereja dari luar, ternyata di dalamnya adalah sebuah pasar, Royal Mile Market at Tron Kirk. Dulunya merupakan sebuah gereja hingga tahun 1952 dan kemudian pernah menjadi pusat informasi turis selama festival Hogmanay hingga akhirnya berubah menjadi sebuah pasar yang ditujukan bagi para turis dan buka setiap hari selama setidaknya hingga akhir bulan JulI.

Bentuknya tidak besar di dalamnya, di dalamnya selain ada tempat makan, ada beberapa penjual makanan kecil mulai dari bakery, keju hingga cakes. Selain makanan, ada juga yang menjual berbagai macam aksesoris, benda-benda unik.

Sudah setengah jalan menuju kastil, di sekitar sini ada beberapa tempat wisata mulai dari Scottish storytelling centre, museum of childhood dan St Giles' Cathedral. Keramaian semakin terlihat ketika mendekati area kastil, perlu waktu sekitar 2,5 jam jika ingin mengunjungi kastil yang cukup besar ini

4. Victoria Street

Greyfriar Bobby

Greyfriar Bobby via https://www.hipwee.com

satu area yang cukup bersejarah di kota ini, Victoria street yang berada satu blok dari Royal Mile menuju ke bawah. Area inilah yang menjadi inspirasi J.K Rowling menggambarkan pusat perbelanjaan Diagon Alley yang ada di cerita Harry Potter. Victoria Street merupakan kawasan dengan jalanan melengkung dan menurun dengan jejeran cafe dan pertokoan dibangunan kuno yang bertingkat dengan desain shop front berwarna warni.

Tak jauh dari sini, di Jalan George IV Bridge ada sebuah cafe dengan cat orange, bertuliskan “birthplace of Harry Potter”. Memasuki cafe, suasana di dalamnya tidak ada yang special sebagai tempat lahirnya cerita Harry Potter, hanya potongan koran lama yang ditempelkan di dinding bertuliskan bahwa J.K Rowling sering minum kopi di cafe ini sambil mencari inspirasi ketika menulis novel Harry Potter.

Tak jauh di depan cafe, di ujung jembatan persisnya ada sebuah pedestal air mancur dengan patung anjing kecil yang diplakatnya bertuliskan “A TRIBUTE TO THE AFFECTIONATE FIDELITY OF GREYFRIAR'S BOBBY”. Ternyata patung tersebut memiliki arti sejarah buat penduduk Edinburgh di tahun 1850 ada seekor anjing kecil jenis skye terrier yang setia terhadap pemiliknya, John Gray. ketika John meninggal di tahun 1858 dan dimakamkan di Grayfriar Kirk, Bobby tidak mau sekalipun pergi meninggalkan makam tersebut walaupun dalam keadaan cuaca buruk hingga akhirnya dibuatkan penampungan bagi Bobby supaya bisa selalu berada di samping makam John dan tetap dirawat oleh warga lokal lainnya.

Bobby kemudian mati pada tahun 1872 dan dikuburkan di kuburan yang sama dengan John, lokasinya ada di belakang patung tersebut. Persis di sebelah kompleks makam, ada sebuah bar dengan nama Grayfriar Bobby’s bar yang namanya diambil untuk mengenang Bobby yang loyal terhadap pemiliknya. Begitu terharu mendengar cerita tersebut, akhirnya city council member izin untuk mendirikan sebuah air mancur granit dengan patung Bobby ditempatkan di atasnya.

5. Souvenir & Museum

Natural History Museum

Natural History Museum via https://www.hipwee.com

Ada sebuah toko souvenir yang letaknya persis di samping kastil. Toko Tartan weaving mill and Experience ini cukup besar, menjual segala souvenir dari sekedar magnet kulkas dan kartu pos hingga kain tartan yang merupakan ciri khas pakaian tradisional Scotland yang biasa dipakai oleh kaum pria. Toko souvenir 3 lantai ini cukup unik, mereka memperlihatkan bagaimana cara pembuatan kaki tartan, selain itu ada studio foto dimana pengunjung bisa berfoto dengan pakaian tradisional tersebut.

Masih ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di dekat sini, ada natural Museum of Edinburgh, yang isinya mengenai alam, budaya dunia, seni dan desain, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sejarah Skotlandia. Arsitektur bangunannya dari luar cukup modern tetapi klasik di bagian dalam. Ada Universitas Edinburgh yang dikenal sebagai pusat pendidikan, khususnya di bidang kedokteran, sastra, science dan engineering.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya