Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini tentu wajar karena kamu tidak bisa hidup sendiri. Di sini awal mula hubungan kamu dengan yang lain termasuk pertemanan! Dimulai dengan teman sepermainan, teman belajar, dan teman satu sekolah, kamu pun semakin mengerti arti hubungan pertemanan. Hubungan ini akan semakin kompleks saat kamu mulai beranjak remaja dan dewasa. Kamu yang mulai memiliki aktivitas, pengalaman, atau cerita yang rasanya tak mungkin dibagi seluruhnya dengan keluarga, belajar untuk percaya pada teman-temanmu. Apalagi saat itu berhubungan dengan masalah asmaramu, tentu teman adalah orang yang paling bisa diandalkan untuk berbagi.

Kini hubungan itu pun tidak sekedar teman satu sekolah atau kuliah, teman makan, atau teman hangout. Jauh dari itu, pertemanan bahkan persahabatan menjadi salah satu hal yang berharga di hidupmu yang tentu tak ingin kamu sia-siakan. Bagaimana pun caranya, kamu tentu akan berusaha untuk menjaga hubungan tersebut. Tentu saja! Akan tetapi, semakin kamu merasa nyaman dengan teman atau sahabatmu, kamu terkadang lupa bagaimana bersikap terhadap orang yang kamu sayangi itu. Hal ini karena kamu merasa pertemanan atau persahabatan kamu sangat dekat dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jangan salah! Terkadang ada beberapa hal yang tanpa kamu sadari, lama kelamaan bisa merusak pertemananmu.

1. Selalu Curhat tentang Orang yang Kamu Suka atau Memiliki Hubungan Khusus Denganmu

Curhat Boleh, tapi Jangan Itu-Itu Saja via http://estestherapy.com

“Eh tau nggak, tadi gue jalan sama cowok gue. Terus tiba-tiba doi ngasih surprise satu tahunan kita! Sumpah gue terharu banget…”

“Ih masa gue ketemu lagi sama kecengan gue itu, makin ganteng tau! Kemaren sempet tatap-tatapan tapi gue ga sanggup ngomong. Bilang hai aja ga kuat! …”

Nah, meski ini terlihat sepele, tapi kamu harus tau kapan kamu curhatin tentang pacar atau gebetan kamu dan kapan bahas persoalan lain. Memang, salah satu tujuan berteman itu agar kamu memiliki orang yang bisa kamu curhatin kapan saja, namun kalau setiap ketemu bahasan kamu itu-itu aja, lama-lama bikin temen kamu males tau! Meskipun dia tidak menunjukkannya, coba bayangkan jika kamu berada di posisinya. Membosankan, bukan?

2. Mengeluh Berkepanjangan

Advertisement

Coba untuk Tidak Mengeluhkan Hal-Hal Sepele via http://www.nydailynews.com

“Duh, gimana nih. Masa kartu memorinya ga kebaca! Padahal hpnya ga kenapa-kenapa. Masa gue harus beli lagi?”

“Skripsi gue ga kelar-kelar. Padahal temen-temen satu angkatan gue udah mau lulus semua…”

Hampir semua orang tidak terlepas dari perasaan mengeluh. Ada saja hal-hal yang bikin kamu mengeluh. Itu wajar! Tapi, yang perlu kamu waspadai adalah mengeluhkan hal-hal yang bersifat sepele dan mengeluhkan hal-hal yang kamu tahu sendiri penyebabnya. Tidak masalah jika itu sekali dua kali kamu keluhkan kepada temanmu. Namun, jika hal yang sama kamu keluhkan berulang-ulang kali, bisa saja membuat temanmu kesal. Apalagi hanya masalah sepele. Masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan atau bicarakan saat menghabiskan waktu dengan temanmu dari pada mengeluh, 'kan?

3. Ingin Terlihat Dominan dan Suka Mencari Perhatian

Tanpa Kamu Sengaja pun, Temanmu Tetap Akan Memperhatikanmu via http://drrobynsilverman.com

(Lagi ngomongin sesuatu, tiba-tiba kamu memotong pembicaraan) “ Eh eh gue juga punya tau! Cuman ga gue bilang-bilang sama orang aja. Nanti dibilang pamer…”

“IHHH KOK GINI SIH HASILNYA. PADAHAL YANG KEMAREN KAN NGGAK GINI MODELNYAA!” (Ngomong dengan volume suara menyaingi musik di kafe)

Ini nih yang sering kamu tidak sadari guys! Saat kamu bersama teman-temanmu nongkrong, lalu membicarakan sesuatu, misalnya si A punya sesuatu, tiba-tiba kamu memotong pembicaraan karena kamu juga punya sesuatu yang sama. Padahal pembahasan si A belum selesai! Jadinya kamu deh yang didengerin. Kalau kamu sering melakukan ini, kurangi ya! Terkadang orang lain juga ingin didengarkan layaknya kamu ingin menjadi pusat perhatian saat nongkrong. Apa-apa pengennya pembahasan tentang kamu, atau ingin membuktikan kalau kamu tahu banyak hal. Ingat, pertemanan itu bukan tentang kamu saja, tapi juga temanmu. Jadi mendengarkan temanmu, itu wajib!

4. Tidak Mau Menerima Saran

Tujuan Kamu Curhat Tidak Hanya Ingin Didengarkan Saja, Bukan? via http://www.collective-evolution.com

“Iya. Iya. Gue tau kok.”

“Next time deh, gue coba kerjain.”

Sering mengatakan hal tersebut? Berarti kamu tipe yang susah atau bahkan tidak mau menerima saran. Misalnya kamu tengah curhat tentang gebetan kamu. Awalnya teman kamu memberi saran. Namun, curhatan tentang hal yang sama lagi-lagi terulang. Temanmu semakin lama semakin merasa sarannya percuma. Pada akhirnya, temanmu pun hanya mendengarkan. Wah, bahaya nih! Bisa-bisa temanmu tidak peduli lagi dengan apa yang kamu curhatin! Well, yang namanya pertemanan atau persahabatan pasti tujuannya baik 'kan? Begitu juga dengan saran yang teman-teman kamu berikan. Mereka sebagai orang yang sudah mengenalmu, tentu tahu apa yang sebaiknya kamu lakukan. Jangan hanya ingin curhat tapi tidak ingin ada penyelesaian. Kecuali tujuan kamu hanya untuk didengarkan bukan untuk dicarikan jalan keluar.

5. Membicarkan Teman Di Belakang

Jangan Sampai Ada Omongan di Belakang! via http://understandingrelationships.com

“Sebenernya gue ga suka sih ama dia, tapi ya gimana dia yang ngehubungin gue mulu, ngajakin nongkrong…”

“Lo tau ga, setelah gue temenan ama dia, ternyata doi orangnya… Ilfil gak lo?”

Kamu tentu tidak hanya punya satu pertemanan, bukan? Kamu pasti memiliki banyak teman namun beda tongkrongan. Nah, buat kamu yang punya teman banyak, hal ini harus kamu jaga! Jika ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dari temanmu, jangan membicarakannya kepada teman yang lain. Alangkah lebih baik kamu bicarakan langsung ke orang yang bersangkutan. Salah satu gunanya teman adalah untuk mengingatkan! Selain itu membicarakan satu teman kepada teman yang lain itu bisa berakibat buruk. Pertama, bisa saja teman kamu yang lain jadi ikutan nggak suka sama dia, atau hubungan kamu dengan dia bisa merenggang, bahkan putus! Kalau kamu tidak mau membicarakan langsung dengannya, lebih baik kamu memilih untuk diam dan tidak berkomentar. Jauh-jauh deh dari ngomongin teman di belakang!

So, biar hubunganmu dengan temanmu lebih awet cobalah untuk bersikap sebaliknya. Jika temanmu adalah tipe orang yang mendengarkan, coba sesekali kamu yang mendengarkan dia. Jika temanmu adalah orang yang suka bertanya tentang kamu, coba untuk melakukan hal yang sama agar temanmu juga merasa diperhatikan! Saat bertemu, cobalah membahas hal tentang kamu dan dia. Misalnya, hal-hal yang ingin dilakukan berdua. Tidak ada salahnya kamu mempersiapkan liburanmu atau jalan-jalan berdua dengan temanmu, atau sekedar mencoba tempat tongkrongan baru. Apalagi dengan zaman yang serba mudah, kamu tinggal browsing tempat yang ingin dikunjungi. Quality time bersama teman itu harus biar hubungan kalian semakin awet!