Pertanian adalah salah satu sektor penting dalam suatu Negara, khususnya dalam kebutuhan pangan. Selain mampu memberi kesejahteraan bagi sebagian masyarakat yang berprofesi di bidangnya. Pertanian juga bisa mendatangkan sejumlah keuntungan bagi pemasukan kas suatu Negara.

Tanah yang subur adalah media yang sangat menguntungkan seorang petani. Apalagi jika ditambah dengan sistem pengairan yang mencukupi di setiap waktunya, proses pertumbuhan tanaman pun setidaknya bisa dipastikan akan lancar di luar faktor serangan hama dan bencana alam. Bumi ini memang 70 persennya terdiri dari air, dan sisanya adalah wilayah daratan.

Namun, tidak menjamin bahwa setiap wilayah tercukupi kebutuhan airnya. Bertambahnya jumlah manusia akan sejalan dengan bertambahnya kebutuhan penggunaan air dalam berbagai kebutuhan. Ini artinya, stok air yang ada di bumi akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya populasi manusia dari tahun ke tahun. Bukan tidak mungkin, jumlah wilayah kekurangan dan kesulitan sumber air akan bertambah luas beberapa tahun ke depan.

1. Eksperimen yang dilakukan terbukti efisien

irigasi lahan tembakau

irigasi lahan tembakau via http://cadmanpower.com

Sekarang ini para peneliti telah menemukan sebuah cara untuk menghemat penggunaan air, khususnya penggunaan air pada sistem pengairan pertanian. Pada 6 Maret 2017 lalu, para peneliti membuktikan bahwa dengan mensiasati gen tunggal pada pada sampel tanaman tembakau yang mereka gunakan dalam proses penelitian, mereka hanya membutuhkan sekitar 75 persen penggunaan air untuk menumbuhkan bibit tanaman tembakau hingga mendekati ukuran tanaman tembakau yang siap dipanen.

2. Fakta dan akibat ketergantungan manusia terhadap kebutuhan air

Air tanah

Air tanah via https://www.upi.com

Saat ini setidaknya 1,2 juta triliun manusia tinggal di wilayah yang cukup kekurangan sumber air, 4 juta orang selain kekurangan air juga dalam masalah kemanusiaan. Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya. Bahkan UN World Water Development memprediksi bahwa di tahun 2030 nanti stok air di bumi akan mengalami defisit sekitar 40 persen dikarenakan efek dari pemanasan global yang semakin memburuk setiap tahunnya.

Advertisement

Seiring dengan tingkat polusi industri pabrik, asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan, bertambahnya jumlah rumah kaca, proses penambangan, dan lain sebagainya. Dan sektor agraris pada perkebunan dan pertanian adalah sektor yang membutuhkan tiga perempat air tanah dan 90 persennya adalah di negara-negara tertinggal.

3. Hasil penelitian pada eksperimen

Sebuah eksperimen yang ditujukan dalam penghematan penggunaan sistem pengairan dalam bidang pertanian, ini mencapai titik cerah akan keberhasilan dan kesempurnaan hasil yang dipercaya para ilmuwan suatu saat ini jika eksperimen ini terus diteliti dan dikembangkan. Penemuan yang dilakukan oleh Profesor Stephen Long dan tim penelitinya dari Institute of Biology of University Ilinois dan ditulis dalam journal Nature Communications ini membelah kode protein dari sebuah sampel tanaman tembakau yang mereka namakan dengan Psbs.

Yang mana, mereka berusaha untuk meningkatkan proses fotosintesis pada tanaman tembakau dan juga memaksimalka kemampuan tanaman dalam mengkonversikan cahaya matahari menjadi sejumlah nutrisi.

Advertisement

Peran Psbs sendiri adalah mengatur kuantitas cahaya matahari yang masuk melalu pori – pori daun, yang mana ini akan membantu dalam proses buka – tutup pori-pori tanaman yang juga berfungsi sebagai media tanaman dalam membantu proses fotosintesis maupun respirasi sebagaimana proses masuknya oksigen dan karbondioksida pada tanaman. Dan pori – pori ini biasa dikenal dalam dunia Sains dengan sebutan stomata.

4. Global Warming ternyata juga berperan lho dalam keberhasilan penelitian ini

pemanasan global

pemanasan global via http://www.wwf.org.au

Pada saat stomata terbuka, karbon dioksida akan masuk ke dalam tanaman yang umumnya terjadi pada malam hari. Dan pada saat bersaamaan dalam tanaman akan keluar yang umumnya orang tau bagaimana wujud dari embun di pagi hari. Dalam eksperimen ini para ilmuwan mencoba untuk memaksimalkan kemampuan tanaman dalam memperoleh banyak asupan cairan.

Pada prosesnya, stomata akan terbuka lebih awal dari umumnya stomata yang ada pada tanaman, sehingga tanaman akan memperoleh banyak asupan CO2 yang dalam proses fotosintesis akan diolah menjadi air bagi kebutuhan nutrisi tanaman.

Nah, peran Global Warming atau pemanasan global yang sejak tahun 1950 meningkatkan kadar konsentrasi Karbondioksida di planet Bumi inilah yang berkontribusi dalam penemuan yang dilakukan oleh Stephen Long beserta tim penelitinya. Berkat konsentrasi C02 yang semakin bertambah maka kerja stomata dalam proses fotosintesis maupun respirasi pun semakin ringan.

5. Statemen dari para ilmuwan mengenai eksperimen yang dilakukan

Para ilmuwan dan mereka yang ahli bidang Sains maupun pertanian tidak memastikan hasil eksperimen ini sebagai sebuah solusi pasti untuk masalah penggunaan air di bidang pertanian. Karena eksperimen ini pun masih bersifat hipotesa atau hasil sementara dari sebuah tes, yang masih perlu dikembangkan dan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk sebuah kesimpulan hasil penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaat maupun hasilnya suatu saat nanti untuk kemajuan di bidang pertanian.

Pada sebuah sesi wawancara yang dilakukan Science Media Center di Inggriss kepada dua orang ilmuwan, Johannes Kromdijk dari University of Ilinois yang tergabung bersama tim peneliti Stephen Long berpendapat bahwa usaha untuk memaksimalkan hasil panen dengan memangkas jumlah kebutuhan dalam hal pengairan tanaman adalah hal yang sangat menantang bagi para ilmuwan yang mengembangkan penelitiannya di bidang tanaman.


Making crop plants more water-use efficient is arguably the greatest challenge for current and future plant scientists

Dan seorang ilmuwan di bidang tanaman dari Rothamsted Research Harpenden, Inggris juga mengutarakan pendapatnya bahwa eksperimen pada tanaman dengan proses yang menghasilkan bio massa lebih sedikit ini sangat berguna dalam memaksimalkan hasil panen para petani dan bidan agribisnis kedepannya.


As this photosynthesis gene is universal, there is potential for translating this research to crops. However, the engineered plants produced less biomass," something that would not sit well will farmers and agribusiness.

https://www.seeker.com/climate/genetic-hack-makes-plants-use-25-percent-less-water

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya