Jangan Asal Kirim Barang Tapi Cek Ongkir Dulu, Biar Kamu Ga Mengalami 5 Hal Ini!

Sebelum kamu mengirimkan barang ataupun berbelanja online, cek ongkir nya dulu ya! Tapi kenapa sih harus cek ongkir dulu sebelum mengirimkan barang dengan jasa ekspedisi dan berbelanja online?

Hal ini merupakan langkah antisipasi agar tidak merugikan dirimu sendiri. Seringkali pembeli atau pengirim barang terkecoh dengan embel-embel ‘Gratis Ongkir’ yang ditawarkan.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa ongkos kirim memang hal yang cukup krusial dalam proses pengiriman barang dan berbelanja online.

Kalau kita ingin berhemat dengan memilih layanan pengiriman yang ongkos kirim nya murah, biasanya kedatangan paket akan memakan waktu lama.

Sedangkan kalau kita ingin kedatangan paketnya cepat, ongkos kirimnya mahal. Tuh, jadi bingung, kan? Hehe

Untuk menjawab kebingungan kamu semua, maka kami akan mencoba membahas apa saja hal-hal yang harus kamu perhatikan agar tidak mengalami kerugian ongkir.

Apa saja kelima hal ituu? Check this out!

Advertisement

1. Tertipu Gratis Ongkir Padahal Ada Maksimal Potongannya

Maksudnya gimana, sih?

Kebanyakan toko online ataupun marketplace yang ada saat ini menggunakan promo ‘Gratis Ongkir’ sebagai strategi marketing mereka dalam menarik lebih banyak pembeli.

Advertisement

Tapi tahukah kamu, bahwa promo gratis ongkir yang mereka tawarkan itu hanyalah potongan harga ongkos kirim, bukan gratis ongkir penuh alias Rp0,- biaya pengiriman. Bukan ya, teman-teman…

Jadi ketika kamu mengunjungi sebuah situs marketplace dan marketplace tersebut menawarkan berbagai kupon / voucher gratis ongkir menarik, jangan langsung terkecoh, ya!

Advertisement

Triknya adalah: baca Syarat & Ketentuan berlaku yang tertera di kupon / voucher gratis ongkir tersebut.

Pada bagian Syarat & Ketentuan tersebut kamu akan menemukan keterangan berapa besaran potongan harga gratis ongkir yang akan diberikan.

Berikut adalah contoh Syarat & Ketentuan voucher gratis ongkir dari sebuah marketplace yang di dalamnya terdapat besaran maksimal potongan ongkir:

Gunakan kode voucher FLASHJAN untuk mendapatkan:

  • Periode 1, 2, dan 4 : potongan ongkir 50 % maksimal sebesar Rp8.000 khusus J&T Express
  • Periode 3 : potongan ongkir 50 % maksimal sebesar Rp8.000 untuk semua kurir

2. Masa Berlaku Gratis Ongkir nya Kapan? Jangan Jangan Udah Kelewat, Cek Dulu

Perlu diingat bahwa kupon atau voucher gratis ongkir dari toko-toko online maupun marketplace yang kamu dapat itu memiliki masa berlaku.

Jadi sebelum kamu menggunakannya, teliti kembali kapan tanggal berlakunya habis, apakah saat akan kamu gunakan masih berlaku atau tidak.

Sekedar informasi, rata-rata masa berlaku kupon atau voucher gratis ongkir di marketplace atau toko online yaitu hanya 2 minggu sampai dengan satu bulan.

Namun begitu, ada juga kupon / voucher gratis ongkir yang berlaku hingga 3 bulan lamanya. Ini tergantung dari seberapa lama toko online atau marketplace tersebut ingin menarik perhatian pembeli.

Intinya jangan sampai kamu langsung mengirimkan barang tanpa melihat masa berlaku kupon gratis ongkir apabila kamu menggunakannya. 

Ekspektasimu bisa sedikit berhemat dengan kupon / voucher gratis ongkir nanti malah kandas/gagal. Hehehe.

3. Berapa Minimal Pembelian? Ada Batas Minimal Transaksi Gak?

Selain besar potongan dan masa berlaku, hal lain yang perlu kamu perhatikan sebelum mengirimkan barang yaitu adalah batas minimal transaksi atau pembelian.

Jika total belanjaanmu tidak mencapai batas minimal transaksi, maka kupon atau voucher gratis ongkir tidak akan bisa digunakan, loh.

Jadi kalau kamu mau mengirim barang ataupun belanja online pakai kupon / voucher gratis ongkir, pastikan jumlah total belanjaanmu lebih dari batas minimal transaksi yang disyaratkan, ya.

4. Sesuaikan Berat Paket dan Jenis Layanan, Biar Bisa Hemat Ongkir Gimana?

Menyesuaikan berat paket dengan jenis layanan pengiriman yang akan digunakan merupakan salah satu cara ampuh biar kamu bisa hemat ongkir. 

Caranya adalah dengan menimbang berat barangmu terlebih dahulu. Tahukah kamu bahwa setiap ekspedisi pengiriman itu memiliki batas toleransi timbangan yang berbeda-beda?

Sebagai contoh, misalnya kamu ingin mengirimkan paket yang menurut perkiraanmu beratnya kurang lebih hanya 1 kilogram atau kurang dari 1 kilogram. 

Tapi ternyata setelah ditimbang, berat paketmu lebih dari 1 kilogram. Misal beratnya 1,1 kilogram. Masa cuma kelebihan 1 ons, ongkirnya jadi dihitung 2 kg?

Apa yang akan kamu lakukan apabila berada dalam situasi ini? Langkah apa yang akan kamu ambil jika jasa ekspedisi yang ingin kamu pakai mengenakan biaya 2 kg untuk paketmu?

Akankah kamu tetap bertahan dengan menggunakan jasa ekspedisi tersebut, ataukah kamu memutar otak dan memikirkan cara lain?

Jalan keluar dari masalah ini yaitu pindah ke jasa ekspedisi lain yang memiliki toleransi berat timbangan lebih banyak.

Memangnya jasa ekspedisi apa saja sih yang memiliki toleransi berat timbangan lebih banyak tersebut? Berikut kami beri tahu rahasianya:

  • JNE = kurang dari 1,3 kg tetap dihitung 1 kg
  • Lion Parcel = kurang dari 1,5 kg tetap dihitung 1 kg

2 ekspedisi di atas hanyalah sebagian kecil dari ekspedisi yang memiliki toleransi berat timbangan paket berdasarkan pengalaman penulis sendiri.

Sedangkan untuk jasa ekspedisi Wahana akan dikenakan biaya 2 kg apabila berat paketmu lebih dari 1 kg (misal 1,05 kg).

Padahal ekspedisi Wahana memang terkenal sebagai ekspedisi yang paling murah tarif ongkirnya dibandingkan dengan ekspedisi lain yang ada. 

Namun dengan kebijakan intoleran terhadap timbangan berat paket mungkin akan membuatmu berpikir ulang lagi untuk menggunakannya.

Sekarang, kamu bisa mempertimbangkan kedua hal di atas (berat paket dan jenis layanan ekspedisi) biar bisa hemat ongkir saat mengirimkan barang.

5. Pihak Kurir/Ekspedisi Salah Input, Akhirnya Harga Ongkos Kirim Berubah?

Yap, benar. Apabila pihak kurir (dalam hal ini petugas di counter penerimaan barang) salah input dalam memasukkan data, maka hal ini akan berpengaruh besar terhadap harga ongkos kirim yang harus kamu bayarkan.

Maka dari itu, penting bagimu untuk melakukan crosscheck lagi setelah menerima struk nomor resi dari petugas di counter.

Selain memeriksa harga ongkos kirim yang harus dibayar, kamu juga bisa sekalian memeriksa data penerima paket untuk terakhir kali sebelum paket dikirim.

Cek lagi alamat dan nomor telepon penerima paket agar meminimalisir kesalahan pengiriman paket.

Kalau kamu sudah melakukan pengecekan seteliti itu, ongkos kirim yang harus kamu bayarkan pasti sudah sesuai.

Nah, itulah hal-hal yang dapat kamu alami jika asal mengirimkan barang tanpa melakukan cek tarif ongkir terlebih dahulu. 

Melakukan cek tarif ongkir tidak lah sulit. Mulai sekarang, biasakan untuk cek tarif ongkir dulu, ya!

Ini dia situs cek ongkir paling akurat untuk semua kurir. Jangan yang laen. https://pluginongkoskirim.com/cek-tarif-ongkir/

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Peace, stay rock 'n roll

CLOSE