Mungkin KDP atau yang lebih kita kenal sebagai Kekerasan Dalam Pacaran tidak sesanter atau se-booming istilah-istilah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Tapi tahukah kalian, bahwa ada banyak orang yang mengalaminya tapi enggan untuk menceritakan penderitaanya.

Atau bisa jadi sebagian besar mereka yang bisa jadi kita, tidak sadar bahwa kitapun sedang mengalami kekerasan. Kekerasan dalam pacaran memang jarang dibicarakan atau diketahui sampai pada akhirnya disebuah pemberitaan muncul adanya penganiayaan yang dilakukan oleh pasangannnya, seperti yang pada beberapa bulan akhir sedang santer di pemberitaan media sosial.

Fenomena KDP memang tidak sefenomenal KDRT, hal ini dikarenakan sedikitnya jumlah korban yang melapor.  Ada banyak faktor dan alasan mengapa mereka enggan untuk melaporkan pasangannya sementara mereka telah mengalami tindak kekerasa dalam hubungan mereka.

Salah satu faktor yang mendasari rasa enggan tersebut adalah adanya rasa takut dan juga masih adanya rasa cinta yang mendalam kepada pasangan mereka. Well, cinta guys. Emang bener kata orang kalo cinta yang terlalu besar dapat menutup mata seseorang dari segala hal. Ibaratnya "tahi kucing rasa pisang goreng". Jadi sebelum kamu semakin terjerumus dalam tindak kekerasan yang tidak kamu sadari dalam hubunganmu berikut ini yang bisa penulis bagi mengenai Kekerasan Dalam Pacaran (KDP).

1. KDP Tidak Hanya Fisik Tetapi Juga Non-Fisik

kekerasan pada wanita

kekerasan pada wanita via https://www.google.co.id

Bentuk kekerasan fisik dapat berupa pukulan, tamparan, dorongan, gigitan, jambakan, cubitan yang sampai dengan meninggalkan bekas memar, paksaan seksual, sentuhan bagi tubuh yang membuatmu tidak nyaman dan masih banyak perihal lainnya.

Kekerasan secara fisik jelas berbeda dengan kekerasan yang dilakukan secara non-fisik. Dan bentuk kekerasan secara non-fisik dibedakan menjadi dua macam guys, yaitu secara emosional dan secara verbal.

Kekerasan secara emosional dapat berupa cemburu yang berlebihan, dijauhkan dari teman san keluarga ataupun lainnya. Sedangkan kekerasan verbal dapat berupa ancaman saat kita tidak menuruti permintaan ataupun perintah pasangan, membentak, bertindak sakrkastik, menghina dan mengirim pesan-pesan vulgar serta masih banyak lainnya.

2. Korban KDP Lebih Banyak Dialami Oleh Perempuan Ketimbang Pria, Terutama Kekerasan Seksual

kekerasan seksual

kekerasan seksual via https://www.google.co.id

Dapat dipastikan bahwa mereka mendapat ancaman apabila mereka menuruti kemauan pelaku. Apalagi jika sebelumnya si wanita sudah pernah melakukan hubungan seksual, sehingga ia akan dianggap "bukan wanita baik-baik".

Bukan hanya pada pemaksaan hubungan seksual, kekerasan seksual juga meliputi berfoto bugil atau setengah bugil hanya untuk kepuasan pribadi pasangan.

3. Tidak Ada Bentuk Kekerasan yang wajar, Nyawamu Bisa Jadi Taruhan

Bentuk Kekerasan

Bentuk Kekerasan via https://www.google.co.id

Pada bulan maret 2018 lalu seorang mahasiswi di Surabaya mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pacarnya. Di mana mahasiswa tersebut terlebih dahulu disiksa dengan cara ditampar berkali-kali dan diseret ke kamar mandi dengan menjambak rambut korban serta kepala dibenamkan ke dalam wastafel yang sudah berisi air.

Jadi, guys tolong pastikan bahwa bukan kita yang berikutnya.

4. Pahami Tanda-tanda KDP

kekerasan Dalam Pacaran

kekerasan Dalam Pacaran via https://www.google.co.id

10 Pertanda pacar kamu melakukan kekerasan dalam pacaran yaitu menggunakan kekerasan fisik untuk menyakiti atau mengintimidasi kamu, memiliki emosi yang meledak-ledak, bersifat posesif atau cemburu yang berlebihan, selalu meremehkan atau mengejek kamu, menguntit kamu secara fisik atau digital, mengecek ponsel, medsos ataupun email kamu tanpa ijin, menjauhkan kamu dari keluarga dan teman-temanmu, menuduh kamu yang tidak-tidak, memaksa kamu untuk berhububungan seks disertai dengan ancaman, menolak menggunakan kontrasepsi saat berhubungan seks.

Jika kamu mengalami tanda-tanda kekerasan, perhatikan apakah kekerasan yang kamu alami semakin memburuk atau terus berlangsung. Jika masih terjadi secara terus menerus, lebih baik kamu mulai ambil keputusan ya guys. Dan, hati-hati jikalau pacarmu meminta maaf dikemudian hari. Bisa dipastikan, bahwa dia akan mengulanginya lagi dikemudian hari.

5. Berani Katakan "Tidak" dan "Berhenti Sakiti Aku"

kekerasan perempuan

kekerasan perempuan via https://www.google.co.id

Tanamkan dalam pikiranmu bahwa "Dia adalah kekasihku, tapi jiwa ragaku dan kebahagiaanku adalah miliku". Kamulah yang memiliki hak atas tubuh dan jiwamu sendiri. Dan kamu tidak perlu takut padanya apalagi sampai takut kehilangan dirinya. Di dunia ini masih ada banyak jutaan manusia guys. Kalau kata bahasa sekarang "masih banyak ikan di laut".

6. Cinta dan Benci Berasal dari Hati yang Sama, Jangan Salah Paham!

Ingat bahwa cinta tidak akan pernah berubah wujud menjadi kekerasan apapun alasannya. Dan kekerasan itu bukan cinta.

7. Jangan Tunggu Media yang Berbicara! Jangan Diam dan Mendiamkan

kekerasan fisik

kekerasan fisik via https://www.google.co.id

Kamu tidak pernah sendiri, jangan diam! Beritahu orang terdekatmu atau orang yang kamu percaya bahwa kamu telah mengalami kekerasan, entah sahabat atau keluargamu. Dan jika temanmu yang mengalami tanda-tanda kekerasan, peluklah dia dan berikan kenyamanan agar dia mau bercerita sebelum semuanya terlambat.

8. Laporkan atau Tinggalkan

meninggalkan pasangan

meninggalkan pasangan via https://www.google.co.id

Memang belum ada pasal khusus untuk tindak kekerasan dalam pacaran guys, tapi kamu bisa berlindung di bawah Bab XX KUHP yang mengatur mengenai dasar penganiayaan. Jadi jangan takut untuk melaporkan!

Jangan takut untuk mengungkapkan, guys! Karena hanya dirimu sendiri yang dapat melindungimu. Dan sebaiknya pun kamu juga jangan memutuskan berkomitmen dengan pasangan yang tidak menghargai kita. Maka dari itu mari kita pahami tentang Healthy Relationship selagi kita masih muda, agar kita belajar membentuk Positive Relationship bersama orang terdekat.

Dan ini adalah waktu yang tepat sebelum terlambat untuk mengubah arah hubunganmu menjadi 'Healthy Relationship' pada sesama dan mencegah pola kekerasan dalam pacaran, apalagi bila nantinya sampai direplikasikan hingga jenjang pernikahan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya