Jangan Mau Jadi Karyawan Biasa-Biasa Saja. Lakukan 12 Langkah Ini agar Karir Kamu Meroket

Bekerja sebagai karyawan mungkin membosankan bagi sebagian orang. Nyatanya, ada istilah seperti “I Hate Monday” dan “TGIF – Thanks God Its Friday” yang menunjukkan bahwa banyak orang yang membenci bekerja dan merindukan liburan. Pada hari Senin, mereka sudah memikirkan kapan hari Jumat. Dan pada hari Jumat, mereka sudah pusing karena memikirkan beberapa hari lagi sudah hari Senin. Kata pak Mario Teguh sang motivator kondang, untuk orang-orang yang seperti ini, “Sebenarnya kita ini hidup di hari apa?”

Daripada meratapi nasib menjadi karyawan, mengapa tidak merubahnya menjadi jalan menuju sukses? Entah kita menjadi karyawan sebagai bekal menjadi pengusaha di masa depan atau memang ingin sukses di bidang karir, kita harus memberikan yang terbaik bagi apa yang kita lakukan sekarang. Jadilah yang terbaik apapun peranmu sekarang. Jangan pernah mau jadi karywan biasa-biasa saja. Lakukan 10 langkah ini agar karir kamu meroket.

1. Jadilah Expert di Bidang yang Kamu Geluti

Jadilah Expert via http://pixabay.com

Advertisement

Entah kamu menjadi seorang akuntan, engineer maupun sales, jadilah expert di bidang yang kamu geluti sekarang. Untuk menjadi expert di bidang tertentu, ada syarat minimal yang harus dipenuhi antara lain dengan sabar dan tekun dalam mempelajari bidang teresbut serta belajar dari pakar di bidang tersebut. Salah satu teori yang paling terkenal dalam hal ini adalah “Ten Thousand Hours Rule” yang dipopulerkan oleh Malcolm Gladwell. Kata teori ini, jika kita ingin menjadi ahli di suatu bidang, kita harus melewati 10.000 jam melakukan hal tersebut. Jadi, kalau kamu mau jadi expert di bidang akuntansi, kamu harus mengalami langsung pekerjaan akuntan selama 10.000 jam.

2. Kuasai Keterampilan yang Mendukung Bidang Utama Kamu

Skill Pendukung via http://pixabay.com

Untuk menjadi expert di bidang utama, kita membutuhkan keterampilan pendukung. Sebagai contoh, orang marketing membutuhkan skill komunikasi yang baik serta kemampuan membuat presentasi yang menarik. Seorang akuntan membutuhkan keterampilan menggunakan software akuntansi serta mengolah data menggunakan Excel. Untuk itu, pelajari keterampilan-keterampilan tambahan yang semakin memoles bidang utama kamu.

3. Kuasai Pekerjaan Level yang Lebih Tinggi dengan Cara Membantu Atasan

Bantu Pekerjaan Atasan Anda via http://pixabay.com

Untuk naik ke level supervisor, seorang staff harus mengetahui benar pekerjaannya sekaligus mengerti apa yang akan dilakukan nanti ketika menjadi supervisor. Sayangnya, tidak mudah untuk menguasai pekerjaan di level yang lebih senior karena banyak senior yang kadang-kadang pelit membagi ilmunya. Salah satu tips agar kita bisa menguasai pekerjaan level senior adalah dengan membantu pekerjaan atasan. Jika semua pekerjaan kita sudah beres, tawarkanlah bantuan ke atasan. Jika kita tidak paham, kita bisa langsung bertanya kepadanya. Dengan cara ini, atasan lebih senang membagi ilmunya.

Advertisement

4. Jangan Pelit Memberi Bantuan pada Kolega

Bantu Kolega via http://pixabay.com

Jika kamu memiliki banyak waktu luang setelah pekerjaanmu selesai, jangan pelit mengulurkan tangan untuk membantu rekan kerja, baik bawahanmu langsung ataupun dari departemen lain. Selain merupakan perbuatan baik, membantu pekerjaan orang lain semakin meningkatkan keterampilan kamu dalam menyelesaikan masalah.

5. Jangan Berhenti Belajar dan Membaca Buku

Jangan Berhenti Belajar via http://pixabay.com

Banyak dari kita yang berhenti membaca buku setelah lulus kuliah dan mulai bekerja. Padahal, pengetahuan dan dunia kerja sangat dinamis. Sebagai contoh, jika kamu seorang programmer, kamu sangat ketinggalan jaman kalau hanya mengandalkan mempelajari bahasa program hanya dari catatan kuliah. Sekali dalam sebulan, pergilah ke toko buku untuk membeli beberapa buku yang berkaitan dengan pekerjaan kamu.

6. Mengambil Kursus, Training atau Sertifikasi

Kursus untuk meningkatkan skill via http://pixabay.com

Dalam peraturan undang-undang, perusahaan memang dianjurkan memberikan kursus atau pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawannya. Sayangnya, tidak semua perusahaan melakukan hal tersebut. Jika perusahaan belum menyetujui permohonan kursus atau pelatihan yang kita ajukan, sisihkan gajimu untuk biaya kursus. Toh mengambil kursus, training, atau sertifikasi, manfaatnya lebih besar ke kamu daripada ke perusahaan tempat kamu bekerja.

7. Tingkatkan Kemampuan Presentasi atau Public Speaking

Presentasi via http://pixabay.com

Banyak orang expert di bidang tertentu, tapi mengalami demam panggung saat harus mempresentasikan pekerjaannya ke bos atau atasan. Untuk menghindari kejadian seperti ini, kuasai teknik membuat presentasi yang baik dan menyajikannya dengan semenarik mungkin ke audience. Siapa tahu sehabis presentasi kamu dapat promosi.

8. Tingkatkan Keterampilan Menulismu

Tingkatkan Kemampuan Menulis via http://pixabay.com

Sebagai seorang yang juga masih menjadi karywan, saya sering menjumpai kolega yang keterampilan menulisnya kurang memadai. Beberapa tahun yang lalu, di tempat pertama saya bekerja, saya sering dimintai pertolongan untuk menulis email maupun surat oleh seorang yang levelnya jauh di atas saya. Beberapa contoh keterampilan menulis yang kurang memadai mudah dijumpai saat membaca email, antara lain penggunaan singkatan terlalu banyak, kesalahan ejaan, penggunaan bahasa yang tidak sopan, dll.

9. Kuasai Bahasa Asing Terutama Bahasa Inggris

Learn English via http://oneworld365.org

Di era perdagangan bebas seperti sekarang, sangat mudah menjumpai tenaga kerja maupun perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Mau tidak mau, kita pasti akan berhubungan dengan orang yang sangat mungkin tidak menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Pengalaman saya pribadi, saya pernah bekerja di perusahaan lokal yang mendapat investasi dari perusahaan Jepang yang menempatkan beberapa perwakilannya dalam jajaran manajemen. Sehingga, mau tidak mau saya harus menggunakan bahasa Inggris saat menulis email maupun melakukan meeting. Untuk mempelajari bahasa Inggris, kamu bisa melakukannya secara gratis dengan sering berbicara bahasa Inggris dengan orang yang berbahasa Inggris. Jika memungkinkan, kamu bisa mengambil kursus.

10. Pelajari Kualifikasi Suatu Posisi atau Jabatan Pekerjaan

Pelajari Kualifikasi Pekerjaan via http://pixabay.com

Menurut teman saya yang bekerja di departemen HR, salah satu tips agar karir kita melesat adalah dengan mempelajari kualifikasi sebuah pekerjaan di lowongan kerja. Dalam sebuah lowongan pekerjaan, lazim disebutkan kualifikasi serta job description dari pekerjaan tersebut. Dari list kualifikasi dan job description tersebut, kita bisa membuat list apa saja yang harus dikuasai untuk naik ke level tertentu.

11. Rajin Update Profil Jejaring Profesional LinkedIn

Jejaring Profesional LinkedIn via http://pixabay.com

Meningkatkan karir tidak melulu terjadi di satu perusahaan tempat kamu bekerja. Kamu juga bisa meningkatkan karir kamu dengan pindah ke perusahaan lain. Jika kamu ingin memberikan peluang kepada perusahaan lain untuk merekrut kamu, rajin-rajinlah update aktivitas pekerjaan kamu sekarang terutama ke jejaring profesional LinkedIn. Tentu dengan catatan kamu telah expert di pekerjaanmu kamu sebelumnya.

12. Atur Keuanganmu Dengan Baik

Pixabay via http://pixabay.com

Salah satu faktor untuk meningkatkan karir adalah dengan mengelola keuanganmu dengan baik. Loh kok bisa? Iya dong, untuk meningkatkan keterampilan kamu butuh biaya. Jika kamu tidak mengatur keuangan dengan baik, atau kamu tidak bisa berhemat untuk pengeluaran yang tidak bernilai tambah, kamu tak punya cukup uang untuk beli buku atau mengikuti kursus.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Blogger, Accountant, & Excel Advanced User. Suaminya Dien. Abinya Aya & Ben. www.JagoExcel.com | www.akuntansikeuangan.com

6 Comments

  1. Widoyo Suyono berkata:

    Sangat bermanfaat tips nya Pak …

  2. Mull Gignac berkata:

    Terima kadiv sharingnya sangat bermanfaat bagi saya

CLOSE