Seringkali inginnya hati sangat sulit untuk dimengerti oleh diri sendiri. Sekarang inginnya ini besok inginnya jadi begini. Benar benar Tuhan maha membolak balikkan hati. Oleh karenanya diri kita sendirilah yang paling bisa menjaga hati, agar kelak ketika kita memiliki rasa dan jatuh cinta kepada seseorang yang ingin kita miliki, kita tidak rentan dengan sakit hati yang berkepanjangan apabila rasa tersebut nyatanya justru bertepuk sebelah tangan.

Jatuh hati yang terlalu dini pun sebenarnya juga memiliki risiko besar untuk menyakiti diri sendiri. Karena tidak selalu hati kita jatuh tepat pada orang yang hatinya bisa kita miliki. Untuk itu marilah kita mencoba untuk mengajarkan kepada diri kita sendiri agar tidak mudah jatuh hati, agar tidak mudah terbawa perasaan apabila belum ada ikatan yang pasti.

1. Jangan buru buru yakin kalau dia ada rasa, jika nyatanya dia juga bersikap baik kepada semuanya

Sadar diri

Sadar diri via https://unsplash.com

Advertisement

Tidak ada yang salah dengan orang yang bersikap baik kepada semua orang. Yang salah adalah ketika kita terlalu buru buru menyalah artikan kebaikan yang orang lain berikan. Karena berbuat baik itu adalah sebuah kewajiban, jadi tidak selalu lawan jenis yang berbuat baik kepada kita menandakan bahwa dia ada perasaan seperti apa yang kita rasakan. Jangan menyiksa hati sendiri dengan hal yang masih bisa kita hindari.

2. Yakinkan diri sendiri bahwa dia bukan sedang tidak peka, namun memang dia tidak memiliki rasa yang sama

Yakinkan diri

Yakinkan diri via https://unsplash.com

Ada beberapa orang yang pandai menyembunyikan rasa sukanya kepada seseorang, mencintai dalam diam, mengagumi tanpa sepengetahuan dan lebih memilih menyebut namanya di setiap mengadu kepada Tuhan. Namun ada beberapa orang yang justru blak-blakan menunjukkan rasa sukanya kepada seseorang. Bukan tidak ingin menutupi, namun terkadang lebih ke tidak bisa untuk menyembunyikan rasa suka yang dimiliki.

Akan tetapi nyatanya ada beberapa orang yang sudah merasa bahwa ada seseorang yang memiliki rasa kepadanya, namun ia justru pura pura tidak peka. Tidak ada alasan lain yang membuatnya pura pura selain karena dia tidak memiliki rasa yang sama, atau rasa yang dia miliki justru sebaliknya.

3. Jaga perasaan agar tidak mudah baperan dengan setiap perlakuan manis yang dia berikan

Jangan Baper

Jangan Baper via https://unsplash.com

Advertisement

Terkadang perasaan memang sulit untuk dikendalikan. Diberi ucapan manis sedikit sudah menangkapnya secara berlebihan, diperlakukan sedikit berbeda sudah menerka nerka kalau kita istimewa. Tidak mudah memang untuk menjaga perasaan agar tidak berlebihan mengartikan setiap perkataan dan perlakuan yang orang lain berikan. Namun sebisa mungkin kita harus tetap berusaha untuk menjaga perasaan kita agar terhindar dari kebaperan yang berujung menyakitkan.

4. Pastikan hati kita jatuh di saat yang tepat dengan orang yang tepat pula

Jatuh hati

Jatuh hati via https://unsplash.com

Terlalu cepat menjatuhkan hati kepada seseorang yang belum lama kita temui adalah awal mula dari adanya luka yang menggores di hati. Kita tidak pernah tau apakah hati yang telah kita jatuhkan akan tepat pada seseorang yang bisa menjaga atau justru sebaliknya. Untuk itu alangkah lebih baiknya jangan terlalu cepat untuk jatuh hati, lebih baik kita mengenalnya lebih jauh dan lebih dalam lagi, hingga pada akhirnya kita akan mantap untuk menjatuhkan hati ke dia orang yang tepat sesuai dengan yang telah kita yakini.

5. Lebih baik kita sibuk memperbaiki diri agar kelak hati kita tidak jatuh ke orang yang salah lagi

Memperbaiki Diri

Memperbaiki Diri via https://unsplash.com

Terkadang kita merasa lelah karena telah berkali kali jatuh hati namun berkali kali juga salah pilih lagi. Ketika kita telah berada di titik ini, salah satu hal terpenting yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri. Barangkali ada kesalahan kesalahan kita di waktu dulu yang pernah membuat orang lain merasa terlukai ataupun tersakiti.

Maka dari itu kita coba untuk memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi dan mencoba untuk tidak pernah mengulanginya lagi. Karena jodoh adalah cerminan diri, maka jika ingin mendapatkan yang terbaik kita juga harus menjadi baik sepertinya pula.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya