#RemajaBicaraKespro-Jerawat Puber Bikin Tambah Galau? Cobain Kuy 5 Tips ala Aku. Dijamin Aman dan Nggak Abal-abal!

Buat kamu yang lagi puber, biar nggak tambah galau karena munculnya jerawat cinta. Cobain kuy~

Tidak hanya sakit, munculnya jerawat di wajah juga tentu sangat mengganggu penampilan. Terutama bagi kamu remaja perempuan yang baru memasuki masa puber, namun justru muncul jerawat-jerawat cinta di pipinya. Hmm, pasti panik dan kesal deh.

Eits! Sebelum kamu salah langkah, yuk simak lima tips yang aku lakukan saat muncul jerawat di awal masa puber dulu. Dijamin aman dan nggak abal-abal!

Advertisement

1. Jangan pernah lupa untuk membersihkan wajah

Photo by Vitória Santos from Pexels

Photo by Vitória Santos from Pexels via https://www.pexels.com

Setelah seharian beraktivitas, mustahil jika kamu tidak terpapar debu atau justru polusi. Kotoran, keringat, dan minyak yang menumpuk pada wajah itulah yang jika tidak segera dibersihkan akan memicu tumbuhnya jerawat.

Pakailah sabun cuci wajah yang sesuai dengan umur dan kebutuhanmu. Untuk kamu yang baru masuk ke dunia per-skincare-an, lakukanlah semuanya dengan gentle! Jangan sampai menggosok wajahmu terlalu keras agar kulit terhindar dari iritasi, terutama ketika ada jerawat di sana. Setelah memastikan wajah bersih, pakailah pelembab sesuai kondisi kulitmu lalu lanjutkan pemakaian sunscreen di siang hari. 

Advertisement

2. Jangan takut untuk berkonsultasi

Photo by Atikah Akhtar on Unsplash

Photo by Atikah Akhtar on Unsplash via https://unsplash.com

Berapapun umurmu, jika wajahmu memiliki masalah kulit apalagi yang cukup serius, konsultasikanlah kepada ahlinya. Jangan sekali-kali mencoba meracik masker ala-alamu sendiri yang justru kemungkinan besar menyebabkan inflamasi dan menyebabkan wajahmu iritasi.

Berdasarkan pengalamanku, racikan-racikan di Google seperti air perasan lemon, masker baking soda, atau mengoleskan bawang putih secara langsung ke wajah, itu adalah bahan-bahan keras yang jika digunakan terus-menerus akan menyebabkan kulitmu menjadi sensitif.

Aku pribadi lebih menyarankan untuk kamu mengonsultasikan semuanya kepada dokter yang memang menekuni bidang itu. Siapa tahu jerawat yang ada di wajahmu itu adalah alergi atau bahkan sebuah infeksi. Dan kamu tidak akan tahu jika tidak menanyakannya langsung pada spesialisnya. Jangan takut, oke?

Advertisement

3. Jaga makanan itu penting, lho!

Pada umumnya, jerawat memang disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Lantas, apakah makanan juga memengaruhi tumbuhnya jerawat? Jawabannya iya. Sebagian makanan dapat memicu timbulnya jerawat.

Jenis makanan tersebut biasanya meningkatkan gula darah, kemudian memicu peningkatan hormon insulin. Dengan meningkatnya kadar insulin di dalam tubuh, produksi minyak di kulit pun akan meningkat, sehingga lebih rentan menyebabkan jerawat.

Apa saja sih jenis makanan tersebut? Yang pertama tentu makanan yang diolah dengan minyakberlebih, terutama minyak yang sudah dipakai berkali-kali. Kandungan lemak dan garam yang tinggi pada minyaklah yang merangsang timbulnya jerawat. Selain itu juga ada makanan manis, seperti permen, donat, coklat, dan sejenisnya. Kandungan glukosa yang cukup tinggi yang terkandung pada makanan tersebut yang memicu peningkatan insulin dan menyebabkan jerawat.

Menjaga makanan, bukan berarti tidak mengkonsumsi sama sekali. Kamu bisa mengkonsumsinya, namun dengan batas yang normal. Namun karena kamu masih remaja dan dalam masa pubertas, akan lebih baik jika kamu lebih sering mengkonsumsi makanan sehat seperti makanan tinggi protein, sayur dan buah, serta rajin mengkonsumsi air putih minimal 8 jam perhari. 

4. Tidurlah dengan benar, mumpung kamu masih muda

Photo by Gregory Pappas on Unsplash

Photo by Gregory Pappas on Unsplash via https://unsplash.com

Untuk kamu para remaja yang suka meremehkan hal ini, kamu harus tahu ternyata kebiasaan begadang itu dapat mengganggu keseimbangan hormon, lho. Dampaknya tidak hanya dapat menimbulkan jerawat, namun jadwal tidur yang berantakan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit serangan jantung, bahkan obesitas.

Dengan memperbaiki jadwal tidur, cukup dengan minimal 8 jam perhari setiap malamnya, aura kecantikan wajahmu akan lebih terpacar (menurut studi yang aku baca dan dimuat dalam jurnal Sleep). Selain itu, manfaat lain yang aku rasakan adalah kondisi tubuh akan menjadi lebih fit dan segar di keesokan harinya. Kamu juga ingin merasakan manfaatnya, bukan? Yuk, mulai biasakan untuk tidur lebih awal dan manfaatkan waktumu dengan sebaik mungkin.

5. Jangan pernah coba-coba yang nggak jelas dari awal

Photo by Noah Buscher on Unsplash

Photo by Noah Buscher on Unsplash via https://unsplash.com

Nah, untuk kamu yang tidak memiliki masalah kulit atau jerawat dari awal nih. Pernah iseng cari-cari di Google dan membuat eksperimen yang aneh-aneh ke wajah kamu sendiri? Lebih baik jangan pernah dicoba. Jika sudah terlanjur segera hentikan itu! Mencobakan bahan-bahan asing ke kulit terutama kulit wajah yang lebih tipis secara terus-menerus dapat merusak skin barrier

Lalu apa sih skin barrier itu? Skin barrier adalah bagian terluar pada tubuh yang berfungsi untuk melindungi kulit dari bahaya eksternal dan juga menampung 60 persen kelembapan dalam tubuh. Kalau skin barrier sudah rusak, maka kulit kamu akan terasa lebih sensitif dan juga mudah iritasi. Kamu tidak mau kan hal itu terjadi? Jadi jangan pernah sekali-kali mencobakan eksperimen bahan-bahan itu di wajah kamu, ya!

Lebih baik lakukan pencegahan dengan mengkonsumsi makanan yang baik untuk tubuh dan tidak lupa mengatur jadwal tidurmu. Dan jangan lupa untuk selalu membersihkan wajah 2 kali dalam sehari.

Jika wajahmu memang sedang bermasalah, konsultasikan pada dokter yang ahli dalam bidangnya. Dan yang tak kalah penting, jangan pernah memegang atau bahkan memencet jerawat yang sedang meradang. Kamu tidak tahu apakah kondisi tanganmu bersih atau tidak. 

Mudah bukan? Selain ampuh, cara-cara di atas juga aman untuk penggunaan jangka panjang. Selamat mencoba!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Undergraduate Communication Student

CLOSE