Tentang lelahku berharap mengenai cinta. Tentang aku yang menyesali membuang waktuku sia-sia. Tentang aku yang terlambat menyadari nikmat yang Allah beri dan sibuk mengeluh.

1. Saat Sujudku Tak Lagi Berisi Tangisan Tentang Cinta pada dia

Saat Sujudku

Saat Sujudku via https://www.google.com

Fase aku menggebu-gebu menyebut namanya dalam sujudku tak lagi menjadi kebiasan. Kini untaian doaku hanya berisi kalimat-kalimat syukur atas segala nikmat yang telah ku dapatkan.

Advertisement

Tak ada lagi berisi tangis atas harap dapat memiliki dia yang tak halal. Dalam barisan doaku hanya berisi rasa syukur akan hidup yang kini aku jalani.

2. Tentang Pendamping Hidup Biarlah Ia Menjadi Misteri

Pendamping

Pendamping via https://google.com

Ku sembunyikan dengan amat rapat cemasku perihal jodoh  yang tak kunjung datang. Keluhku telah melebur dalam sujud-sujud berisi tangisan. Kecewa telah tertutupi dengan amat apik dengan wudhu yang menenangkan.

Ku dandani luka lebam yang ku miliki dengan doa panjang penuh kepasrahan.

3. Bukan (lagi) tentang Aku yang Sibuk Meracaui Kegalauan Hati

Kegalauan

Kegalauan via https://www.google.com

Advertisement

Jika dulu aku tak mampu mengendalikan diri. Meraungi harapan tentang cinta yang tak terpenuhi. Emosi yang menguasai diri. Kini aku meleburkan segala cintaku pada pemiliki hidup. Batasku mengemis tentang cinta yang tak pasti telah usai sampai fase ini.

4. Belajar Mensyukuri apapun yang Dimiliki

Mensyukuri

Mensyukuri via http://google.com

Aku ingin menikmati segala kemudahan dan ketenangan yang kini aku dapatkan.  Aku tak ingin lagi terbuai dengan hasutan iblis yang membuat hatiku berpaling selain padanya.

Cinta tak halal yang pernah bersarang dihatiku, tak ku izinkan dia mengambil alih hati dan pikiranku, membuatku lalai, membuat mataku ditutupi akan banyak kekurangan dan lisanku pelit mengucap syukur.

5. Bisikan kepada hati : Jangan Takut , Allah selalu Bersamamu

Jangan Takut Sendiri

Jangan Takut Sendiri via http://www.google.com

Aku percaya akan janji Allah. Tak selamanya diri yang sendiri ini tak memiliki ‘teman hidup’. Kelak aku yakin, hatiku akan dijatuhkan sejatuh-jatuhnya pada satu manusia yang telah ditakdirkan menua denganku.

Masalah ‘pengharapan tentang cinta’ aku percaya kepada Allah seutuhnya, tanpa celah, tanpa ragu, karena hadiah terindah yang ia siapkan berupa ‘harta karun’ yang tak pernah aku bayangkan.

6. Ketika Allah jadi tempat Sandaran tak ada yang lain hanya Dia

sandaranhati

sandaranhati via https://google.com

Biarkan aku melangitkan pujianku atas segala nikmat yang kini aku rasakan. Semesta pun turut tersenyum saat kalimat-kalimat indah itu aku ucapkan pada sang penguasa langit dan bumi.

Ketika aku mengikhlaskan segalanya pada Dia, aku tersadar betapa baiknya Dia dengan segala kemudahan yang aku dapatkan. Sungguh seberapa sering pun aku memikirkannya tak pernah bertemu dengan logika, nyaris mustahil dimata banyak orang.

Namun itulah kenyataan yang sesungguhnya aku dapatkan. Nikmat dan ketenangan hati yang tak kumiliki pada kehidupan ku sebelumnya.

7. Kebaikan apa yang pernah Kulakukan ?

Kebaikan

Kebaikan via http://www.google.com

Tidak ada yang sia-sia segala aku menggantungkan segala harap padaNya. Seringku bertanya padaNya, “Kebaikan apa yang pernah kulakukan, hingga Allah begitu baik padaku ? “.

“Karena Allah akan selalu ada untuk hati yang selalu mengingatkan-NYA dan Allah tidak pernah mengingkari janji-NYA”- Murnisetya|Ummu Fatih

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya