Masalah dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Masalah adalah jalan buntu yang dianggap sebagian manusia sesuatu yang menakutkan. Tidak ada yang mudah dalam sebuah masalah hidup manusia, bahkan sebagian manusia hingga berputus asa karena sebuah masalah. Namun, ada bagian didalam perjalanan hidup yang tidak pantas untuk dilupakan bagaimanapun kondisinya. Merasa menyerah dalam berusaha adalah tabiat yang wajar. Namun, tidak layak dijadikan sebuah kestagan dalam hidup. Ada yang memiliki pandangan bahwa orang lain mudah sekali mendapat apa yang diinginkan, namun kita harus berjuang mati-matian untuk mendapat apa yang kita butuhkan. Sudah sangat gigih, tetapi pada akhirnya tidak menerima yang semestinya. Jangan putus asa! angkat kepalamu dan menengadahkan tangan, yuk berdoa! Berikut adalah kisah-kisah bukti adanya kekuatan dalam berdoa:

 

 

 

1. Kisah revolusioner 17 tahun yang diikat bersama kobaran api yang menyejukkan

picture

picture via https://paragram.id

Kisah pertama yakni dari salah satu nabi, yakni Nabi Ibrahim as. Pada kisah beliau diceritakan bahwa doa dan kepercayaan kepada Allah mampu memadamkan bara api yang seharusnya membakar tubuhnya. Di usia yang sangat muda, yaitu 17 tahun beliau sudah menjadi seorang revolusioner akidah dengan keberaniannya merubah keyakinan orang-orang terdahulu. Oleh sebab itulah, beliau menjadi tawanan, bahkan akan dibakar hidup-hidup dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Karena kepercayaan beliau terhadap Tuhannya, ia tidak menyerah sekalipun dihadapannya antara hidup dan mati. Dengan penuh kepasrahan ia pun bermunajat kepada Tuhan

Advertisement

Ya Allah, Engkau sendiri dilangit dan aku sendiri dibumi. Cukup bagiku Engkau saja sebagai sebaik-baik penolong

Seketika setelah Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim, api yang berada pada hadapannya pun berubah menjadi sejuk dan padam. Semula memang apa yang tidak kau suka terasa menyiksa, tapi tidak begitu selamanya ketika selalu kau selipkan doa di dalamnya.

2. Kesabaran Zakaria as akan hadirnya keturunan yang didambanya

Setiap pasangan yang telah membina rumah tangga, hal kedua yang diinginkan adalah hadirnya keturunan yang sholeh dan sholehah, yang kelak diberi amanah untuk meneruskan perjuangan ayah atau bundanya. Menjadi identitas dalam sebuah keluarga, bahwa mereka mempunyai anak-anak yang kelak mampu dibanggakan. Sama halnya dengan kehidupan Nabi Zakaria as. Selama berpuluh tahun lamanya beliau dan istrinya belum mendapat keturunan. Segala ikhtiar dan untaian doa telah ia lakukan, disetiap sujudnya tak pernah merasa putus asa dengan harapan akan segera diijabahnya doa.

Advertisement

Hingga memasuki usia yang sangat rentah, ia tetap terus memohon dan meminta

 Ya Allah, tulang saya sudah lemah, rambut dikepala saya sudah putih, tapi saya tidak mau berputus asa darimu. Beri saya anak laki-laki

Allah pun mengabulkan doa Nabi Zakaria as. Diberinya keturunan yang sholeh yang tidak ada tandingannya, dan diberilah nama Yahya as. 

3. Jalan keluar Yunus as selama di perut ikan

Kisah Nabi Yunus telah tertulis di dalam Al-Quran tentang ketaatannya kepada Allah untuk mengajak umatnya menyembah Allah, pada masanya kaumnya lebih memilih menyembah berhala. Sebab demikian, beliau marah dan berputus asa kemudian memutuskan untuk meninggalkan kaumnya. Menuju ke arah laut dan bermaksud mengarungi lautan, menggunakan perahu. 

Disaat kondisi yang penuh amarah itulah, Allah belum memerintahkan ia untuk pergi meninggalkan kaumnya. Namun, Nabi Yunus bersikukuh untuk meninggalkan, hingga kemudian ia berada diperut ikan dan memohon ampun atas kekhilafannya

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang berbuat aniaya

Setelah berusaha demi hasil yang sempurna, masih tetap saja kau temui apa itu perasaan kecewa. Bukankah kecewa itu bumbu dari sesuatu yang akan membuatmu menangis bahagia? Bagaimana bisa manusia masuk kedalam perut ikan dapat ada luka bahkan robek sedikitpun dalam tubuhnya?

Bagi Allah, Tidak ada yang tidak mungkin ketika Aku sudah berkehendak

4. Kepasrahan Ayub as kepada Tuhannya

Kisah Nabi Ayub ialah beliau menderita penyakit yang menjijikkan selama 17 tahun lamanya. Tidak ada satu orang pun yang bersedia untuk mendekati beliau, Allah memberi cobaan hidupnya dengan penyakit itu. Seorang diri dan bersama istrinya ia berjuang mempertahankan hidup dalam kemiskinan yang teramat sangat. Hingga pada suatu ketika, istri beliau menjual mahkota berharga seorang perempuan, yakni rambutnya demi mendapatkan sepotong roti untuk suami tercintanya.

Tanpa berkeluh kesah, waktu demi waktu ia berdoa dan terus berdoa kepada Allah tanpa menyerah. Ia percaya bahwa ini adalah jalannya menuju surga. Mendapati pengengorbanan istrinya yang begitu besar, ia merasa tidak tega dan berdoa kembali kepada Allah

Ya Allah, saya sakit tapi Engkau sebaik-baik Penyayang

Akhir kisah, Allah mengabulkan doa Ayub. Beliau dikembalikan dalam kondisi yang relatif muda dengan segala luka yang hilang tanpa membekas. Buah sabar Ayub dan istrinya tidak sia-sia. mereka hidup bahagia karna keyakinannya kepada janji Allah.

5. Kisah cinta antara Musa kecil dengan sang ibunda

Melahirkan seorang laki-laki adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu. Terlebih ia telah lama mendambanya. Pada masa itu, siapa yang melahirkan anak laki-laki maka seharusnya dibunuh, begitulah ajaran Raja Firaun terhadap rakyatnya. Mengetahui hal yang demikian kejinya, bagaimana mungkin seorang ibu rela mengorbankan anaknya hanya demi nafsu seorang raja? Kemudian Allah mengilhamkan kepada ibu Musa untuk menghanyutkan anak laki-lakinya di Sungai Nil agar selamat dari Raja Firaun. Jangan pernah dibawa lari ke hutan, atau manapun tempatnya. Apakah dengan akal seorang manusia memungkinkan jika seorang bayi untuk hanyut dan akan selamat begitu saja? Apakah engkau tau seberapa luasnya Sungai Nil? Dengan kekuatan hati seorang ibu, iapun melaksanakan perintah Allah

Hanyutkan Musa ke Sungai Nil

Alih-alih terdampar pada negeri yang jauh, ternyata Musa kecil berhasil memasuki kerajaan Firaun. Singkat cerita, karena istri Raja Firaun tidak mempunyai anak maka begitu ia melihat bayi Musa, seketika ia jatuh hati padanya. Sayembara untuk menyusui seorang Musa pun terdengar sampai ditelinga ibu Musa. Hanya dengan naluri seorang ibu yang mampu meredamkan tangis anaknya. Kenyataannya, sekalipun istri Firaun menyayangi Musa, tapi tidak akan mampu menandingi kasih sayang seorang ibu. Bertemulah ibu Musa dan bayi Musa di istana Raja Firaun. Runtuhlah kekhwatiran ibu Musa selama ini akan keselamatan Musa.

Lantas apa yang masih menjadikanmu merasa tidak pantas dan malu untuk berdoa kepada Yang Maha Esa? Percayalah, takdir itu masih bisa dirubah, ketika doa berada digenggamanmu. Yakinlah, Tuhan sedang memeluk doa-doa mu dan akan tiba waktunya Dia mengabulkannya. Jangan Menyerah, Yuk Berdoa!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya