5 Langkah Manajemen Waktu yang Bisa Merubah Harimu. Nggak Muluk-Muluk Kok, Coba Yuk!

Merasa keteteran itu merupakan tanda kalau kamu memiliki manajemen waktu yang buruk, lho!

Merasa harimu berjalan begitu saja tanpa melakukan apapun? Bisa jadi kamu memiliki keterampilan menajemen waktu yang buruk. Jangan beranggapan kamu tidak punya cukup waktu, ya! Nyatanya orang-orang penting yang memiliki jadwal sangat padat di luar sana, sama-sama memiliki 24 jam perharinya. Berikut 5 langkah sederhana yang bisa kamu praktekan untuk memperbaikinya!

Advertisement

1. Menyusun jadwal kegiatan biar gak ada yang ketinggalan

Photo by Jess Bailey Design on Pexels

Photo by Jess Bailey Design on Pexels via https://images.pexels.com

Membuat jadwal kegiatan adalah langkah awal yang harus kamu siapkan jika baru ingin memulai untuk menata harimu. Dengan adanya jadwal kegiatan, itu bisa menjadi 'reminder' terbaik agar kamu ingat jika kamu memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa 'tidak memiliki pekerjaan' yang berakhir dengan rebahan sambil menonton series kesukaanmu sepanjang hari.

2. Menentukan skala prioritas

Photo by Armin Rimoldi on Pexels

Photo by Armin Rimoldi on Pexels via https://images.pexels.com

Setiap harinya, tentu kamu akan di suguhkan dengan berbagai aktivitas. Mulai dari pekerjaa rumah, tugas sekolah, atau bahkan kegiatan organisasi dan perkumpulan yang kamu ikuti. Dengan berbagai aktivitas yang ada, tentu kamu sering bingung bagaimana cara menyelesaikan itu semua, bukan? 

Advertisement

Mulai sekarang, cobalah pilah tanggung jawab yang kamu miliki itu menjadi 3 skala. Yang pertama adalah skala urgent, selanjutnya skala important, dan yang terakhir standby.

Contohnya saat kamu berada di sekolah, tanggung jawab terbesar pelajar tentu adalah belajar. Jika kegiatan sekolah seperti kamu menjadi panitia acara yang memiliki jadwal berdekatan dengan jadwal deadline kamu, yang seharusnya kamu lakukan adalah menyelesaikan deadline kamu lebih cepat dari biasanya, kemudian barulah kamu bisa berpindah menangani acara kamu di sekolah.

Sebisa mungkin hindari hal-hal yang bisa di tunda jika kegiatanmu sedang padat, itulah yang di sebut standby. Kamu bisa melakukannya jika pekerjaan urgent dan penting mu telah selesai.

Advertisement

3. Lakukan semuanya sesuai dengan jadwal yang sudah kamu buat

Photo by Jeshootscom on Pexels

Photo by Jeshootscom on Pexels via https://images.pexels.com

Agar semuanya list harian kamu bisa tetap tertata dan selesai seperti keinginan kamu. Cobalah mulai untuk mensetting waktu. Misalnya, kamu memberikan waktu 2 jam untuk mengerjakan tugas statistika, lalu jeda 1 jam untuk beristarahat dan makan siang, kemudian melanjutkan 2 jam berikutnya untuk rapat organisasi.

Awalnya pasti sulit untuk membiasakan diri seperti ini, tapi pelan-pelan kamu pasti bisa! 

4. Get it done!

Photo by Andrew Neel on Pexels

Photo by Andrew Neel on Pexels via https://images.pexels.com

Tentu saja semua rencana yang sudah kamu tata sedemikian rupa, mau sebagus apapun itu, atau serapih apapun planning kamu, semua itu akan percuman jika kamu tidak menyelesaikannya. Jangan menunggu sampai kamu punya waktu, kamu yang harusnya menyediakan waktu tersebut.

5. Kembali pada kesadaran dirimu dan konsisten

Photo by yan Krukov on Pexels

Photo by yan Krukov on Pexels via https://images.pexels.com

Setelah sudah menyiapkan jadwal, bisa mengatur prioritas, kemudian terbiasa mensetting waktu, bisa di pastikan pekerjaan harian kamu yang biasanya keteteran, pasti akan membaik perlahan. Namun semua itu tetap kembali lagi pada diri kamu sendiri. Apakah kamu akan konsisten mengatur waktumu, atau menyerah di tengah jalan dan membiarkan harimu berantakan lagi.

Mengubah kebiasaan itu pastilah sulit. Namun ingat, tidak ada hal baik yang konsisten di lakukan berakhir dengan merugikan dirimu. Jadi jangan sampai menyerah, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Undergraduate Communication Student

CLOSE