Tahun 2018 akan beranjak pergi. Tidak semua harapan terjadi, perlu perjuangan dan kerja keras untuk menggapai impian. Berbeda dengan tiga tahun ke belakang yang selalu membuat wish list. Tetapi pencapaiannya tidak sampai 70 persen. Memang manusia hanya berencana tetapi Allah yang akan menentukan. Tahun 2018 saya hanya menuliskan nama bulan dengan wish list kosong artinya tidak ada resolusi untuk tahun ini.

Jika kembali me-rewind 12 bulan terakhir, 3 pencapaian dadakan yang saya dapatkan tidak terlepas dari menggunakan kesempatan sebaik mungkin dan mencapainya tanpa mempertimbangkan banyak hal. Eits bukan berarti gegabah. Tidak mempunyai resolusi bukan berarti berdiam diri, tetap mengerjakan hal-hal yang bisa dicapai dan bersifat realistik.

1. Bedah Buku di Perpustakaan Daerah Situbondo

Hal positif memiliki banyak rekan komunitas membaca, ketika mereka tahu saya menerbitkan buku perdana dan debut buku pertama langsung membuatkan acara beda buku dan launching di Perpustakaan Daerah.

2. Travelling ke Pulau Jawa

Jalan-jalan ke Monas

Jalan-jalan ke Monas via http://www.Baiqcynthia.com

Advertisement

Sama sekali tidak mempunyai perencanaan untuk jalan-jalan, rute traveling pertama ekplore bersama keluarga sepupu. Kebetulan saat itu sepupu menikah mendapatkan istri di Magetan, dekat dengan perbatasan Jawa Tengah.

Disambut ramah oleh keluarga ipar, bahkan diajak wisata kuliner. Mulai dari kebun durian, ke Telaga Sarangan mencicipi asparagus hangat, sate buntel sampai makanan-makanan baru yang saya lupa namanya.

Perjalanan pulang dari Magetan tidak melewati rute awal berangkat, kami mampir di beberapa kota, seperti Kediri, Batu, Malang dan Probolinggo. Pengalaman yang tidak akan terlupakan ialah bermalam di cottage daerah Batu. Benar-benar travelling dadakan yang asyik.

Advertisement

Part kedua awal liburan Idul Fitri, saya mengajak adik melakukan traveling secara nekad. Membawa budget pas-pasan, ekplor Malang dan Kediri. Nginap di kos-kosan teman dan silaturahmi beberapa kerabat. Pulang dengan rute berbeda lewat Surabaya dan Probolinggo.

Part ketiga setelah Idul Fitri, traveling dadakan eksplore Jatim sampai Jabar. Perjalanan 1000 kilometer dari Situbondo menuju Bandung.Selama tiga hari tiga malam di jalan.

Perjalanan kali ini berkesan, sembari jalan-jalan pergi silaturrahmi. Berhenti di Malang, Blitar, Ponorogo, Ciamis dan terakhir sampai di Bandung. Rencananya ingin ke Jakarta, namun harus pulang karena ada keperluan.

Perjalanan terakhir dari Jember menuju Jakarta, itu pun tanpa rencana. Semua terjadi begitu cepat, siapa sangka travelling pertama dengan suami.

3. Ganti Status

Akhirnya melepas masa lajang

Akhirnya melepas masa lajang via http://www.Baiqcynthia.com

Sejak tiga tahun silam selalu berharap bisa menemukan pangeran yang akan mengajak menikah. Menuliskan resolusi menikah berulang kali, namun tidak kunjung mendapatkan tanda-tanda ada yang serius untuk berkomitmen.

Sering patah hati karena terlalu banyak berharap serta mematok usia sekian untuk menikah. Tahun ini, saya tidak pernah merencanakan menikah, bahkan belum sepenuhnya punya pandangan dengan siapa akan menghabiskan sisa kehidupan.

Saya juga tidak ingin menikah dalam waktu dekat, terlalu sering patah hati dan tidak ada penawarnya selain hati. Saya tidak berminat lagi untuk menjalin kasih, takut gagal menikah lagi. Akhirnya kami hanya berkomunikasi sebagai teman dan tidak lebih dari itu.

Prinsip saya saat itu hanya membiarkan berjalan, tanpa berharap lebih. Kalau memang jodoh enggak akan kemana. Ternyata tidak disangka, ia datang bersama keluarganya untuk meminang, saya sendiri belum punya persiapan apa-apa untuk suguhan.

Untuk pertama kali ada orang yang berani berkomitmen. Maka, tidak ada keputusan lain selain menerima ajakan menikah. Mulailah kisah persiapan nikah dadakan, hanya 10 hari!

4. Menjadi Narasumber dalam Acara Remaja Inspiratif di Radio Bhasa Fm

Jadi narasumber juga!

Jadi narasumber juga! via http://www.baiqcynthia.com

Berkesempatan memberikan inspirasi kepada generasi muda di Situbondo, Membagikan tips dan trik menulis serta sharing seputar pengalaman untuk bisa menjadi penulis

5. Menjadi Kontributor Hipwee

Jadi Kontributor Terbaik di Hipwee

Jadi Kontributor Terbaik di Hipwee via http://www.hipwee.com

Belajar akan membuatmu terbiasa melakukan hal-hal baru. banting setir dari menulis fiksi menuju penulis artikel butuh pembiasaan. Berkat berani mencoba dan kegigihan unruk mwnulis tanpa disangka bisa menjadi salah satu kontributor terbaik bulan November 2018.

Sebelumnya memang sering ikut lomba menulis di beberapa web. Hidup itu sederhana dan mudah, tidak perlu memiliki pengharapan terlalu tinggi. Jalani saja, resolusi yang terbaik bukan rancangan kehidupan yang banyak.

Tetapi seberapa maksimal menjalani rencana Allah. Jalani kehidupan baru setiap hari dan siap-siap dengan keadaan tidak terduga. Tak lupa pula, segalanya yang terjadi di dunia atas izin Allah. Lakukan yang terbaik hari ini untuk menjemput masa depan walaupun tanpa resolusi.

#ManusiaBolehBerencana
Penulis : Baiq Cynthia/baiqcynthia.com

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya