Nggak Cuma Lucu, Ini 8 Alasan Kenapa Kucing Jadi Hewan Paling Ideal untuk Dipelihara

Cat lovers pasti setuju, nih!

Selama ini hewan tidak sekadar hidup berdampingan dengan manusia, tapi mereka juga dianggap sahabat oleh sebagian orang. Memiliki peliharaan di rumah bisa menjadi hal yang menyenangkan. Banyak banget hewan yang bisa dipelihara seperti ikan, burung, kelinci, hamster, kura-kura, musang, iguana, dan masih banyak lagi.

Namun, sejauh ini kucing dan anjing masih menjadi peliharaan paling dominan dipilih. Sementara itu, dilansir dari laman Budget Direct, kucing dinobatkan sebagai peliharaan paling populer di seluruh dunia. Mereka sering muncul di banyak iklan dan cukup terkenal di media sosial. Meskipun anjing dikenal penurut, bagi kebanyakan orang, terutama cat lovers, kucing tetaplah hewan paling ideal untuk dipelihara. Kenapa? Berikut delapan alasannya.

Advertisement

1. Kelucuan kucing nggak ada tandingannya

Ilustrasi kucing lucu/Photo by Veronika Homchis

Ilustrasi kucing lucu/Photo by Veronika Homchis via https://unsplash.com

Nggak bisa dibantah memang, kelucuan kucing bisa membuat hati siapa saja meleleh. Apalagi anak kucing yang masih imut, bikin gemas banget. Dari mata bulat besar, telinga, kumis panjang, ekor, bulu yang halus, bahkan bentuk kaki mereka saja bikin kita kepincut.

Dibandingkan dengan hewan lain yang bisa menyeramkan, kucing tetap telihat lucu meskipun sedang marah. Jarang sekali ada orang yang takut pada kucing. Akan tetapi, balik lagi ke selera masing-masing. Meskipun bagi kita lucu, tetap ada banyak orang yang lebih suka memelihara hewan garang seperti ular, buaya, iguana, dan lain-lain.

Advertisement

2. Jadi sahabat sekaligus teman bermain

Bermain bersama kucing/Photo by Oleg Ivanov

Bermain bersama kucing/Photo by Oleg Ivanov via https://unsplash.com

Sebagai pecinta kucing, bagiku mereka nggak sekadar peliharaan, tapi bisa jadi sahabat sekaligus teman bermain. Kadang sering dianggap aneh, tapi ada kesenangan tersendiri ketika mengobrol dengan kucing kesayangan. Ya, meski mungkin nggak mengerti dan nggak bisa merespon, tapi mereka tetap bisa jadi pendengar yang baik ketika kita curhat.

Tingkah kucing yang menggemaskan pun membuat hari-hari terasa lebih ceria dan berwarna. Kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk bermain bersama kucing setelah selesai bekerja. Mengajak mereka jalan-jalan di hari weekend juga jadi kegiatan yang nggak kalah seru. Pernah mencoba?

3. Memelihara kucing bisa mengurangi stres juga, lho!

Advertisement
Memeluk kucing/Photo by Japheth Mast

Memeluk kucing/Photo by Japheth Mast via https://unsplash.com

Kucing bisa menjadi alternatif untuk melepaskan rasa lelah kita. Penat akibat tugas ataupun pekerjaan yang menumpuk bisa terobati dengan hanya bermain bersama kucing kesayangan. Hal tersebut jelas sangat baik untuk kesehatan mental, terutama dalam upaya mengurangi stres.

Pada dasarnya setiap hewan peliharaan memang begitu. Akan tetapi, kucing sendiri telah banyak diteliti oleh para ahli. Mengobrol dengan kucing terbukti bisa mengalihkan alam bawah sadar kita dari stres, tidur bersama kucing bisa lebih nyenyak, dan dengkuran kucing dipercaya sebagai terapi alami.

4. Perawatan kucing lebih murah

Merawat kucing/Photo by Tran Mau Tri Tam

Merawat kucing/Photo by Tran Mau Tri Tam via https://unsplash.com

Anjing diketahui termasuk hewan dengan budget perawatan tinggi. Di sisi lain, kucing dikenal lebih mandiri dengan perawatan yang rendah. Kebanyakan pemilik kucing di perkampungan hanya memberi makan, selebihnya kucing dibiarkan merawat dirinya sendiri, termasuk soal kotoran. 

Kucing yang sering bermain di luar mungkin dimandikan dua minggu sekali dan kucing rumahan dimandikan sebulan sekali. Namun, mereka bisa tetap bersih meski tanpa mandi sekalipun. Itu karena kucing bisa membersihkan diri sendiri dengan cara menjilati tubuhnya. Hal tersebut tentu bisa mengurangi budget perawatan.

5. Kucing termasuk hewan yang cerdas, mereka bisa lebih ramah bagi lingkungan

Kucing di alam/Photo by Vinnie

Kucing di alam/Photo by Vinnie via https://unsplash.com

Aku punya empat kucing di rumah. Meskipun jarang dimandikan, mereka tetap bersih. Selain itu, celah terbuka di rumah bisa memudahkan mereka keluar masuk ketika akan dan sesudah buang hajat. Artinya, secara alami mereka tidak buang air besar atau buang air kecil di sembarang tempat. 

Kucing lebih menyukai pasir untuk melakukan kegiatan tersebut. Kucing memang termasuk hewan yang cerdas, di mana mereka menggali pasir, buang hajat, lalu menutupinya kembali setelah selesai. Kotoran yang tersisa di tubuhnya juga langsung dibersihkan dengan mandiri. Itulah mengapa kucing disebut lebih ramah bagi lingkungan.

6. Kucing tidak memakan banyak tempat

Kucing tidur/Photo by Paul Hanaoka

Kucing tidur/Photo by Paul Hanaoka via https://unsplash.com

Tidak sebesar hewan lain, kucing diketahui hanya memiliki ukuran rata-rata sampai 23-25 cm dengan bobot 7-10 kg. Berat kucing jarang melebihi 10 kg, kecuali ras tertentu. Kalau kelebihan berat badan, biasanya dapat menganggu kesehatan kucing. Dalam hal ini sudah jelas bawha kucing tidak memakan banyak tempat.

Penelitian tentang kucing yang dipercaya sebagai hewan cair juga ada, yang beramskud bisa mengikuti bentuk tempat yang mereka duduki. Tubuh hewan dengan nama ilmiah Felis Catus ini memang elastis dan lentur sehingga ada banyak ruang yang bisa mereka gunakan, bahkan di rumah sepetak sekalipun. Kucing selalu tampak nyaman di mana pun mereka duduk dan tidur. 

7. Faktanya kucing juga sangat ramah untuk anak-anak

Bayi dengan kucing/Photo by Manja Vitolic

Bayi dengan kucing/Photo by Manja Vitolic via https://unsplash.com

Di lansir dari laman Mental Floss, pada tahun 2002, National Institutes of Health merilis hasil penelitian tentang hubungan antara kucing, anak-anak, dan alergi. Ditemukan bahwa kucing memang bisa menimbulkan alergi kepada anak, tapi jika mereka berinteraksi dengan kucing sejak dini, anak justru bisa lebih kebal terhadap alergi.

Anak-anak di bawah usia satu tahun yang telah terpapar kucing sangat kecil kemungkinan untuk terkena alergi hewan peliharaan. Hebatnya lagi mereka mampu terhindar dari alergi umum seperti alergi tungau debu, alergi ragweed (sejenis rumput liar), dan masih banyak lagi. 

Lebih dari itu, kucing terbilang hewan yang ramah untuk anak-anak karena tidak berbahaya. Kucing bisa mencakar jiga terancam, tapi sangat jarang ditemukan kasus kucing menyakiti anak-anak. Cakaran kucing juga nggak menimbulkan efek berkepanjangan, kok!

Mendekatkan anak-anak dengan kucing juga bisa menumbuhkan rasa sayang anak terhadap binatang, memahami lingkungan dengan hidup berdampingan, dan belajar berbagi makanan. Tentu sangat bagus untuk perkembangan anak.

8. Bisa pula jadi ide bisnis yang menguntungkan

Kucing bermotif macan/Photo by Paul Hanaoka

Kucing bermotif macan/Photo by Paul Hanaoka via https://unsplash.com

Baru-baru ini, pria asal Lumajang bernama Hermansyah viral karena berhasil membudidayakan kucing bengal yang mirip macan tutul. Berawal dari hobi, kini ia sukses menjadi pebisnis kucing. Kabarnya kucing bengal miliknya bisa dijual mencapai Rp10 juta sampai dengan Rp30 juta per ekor. Fantastis, bukan?

Sudah dijelaskan dalam poin nomor empat bahwa perawatan kucing terbilang cukup murah. Jadi, kamu bisa mulai membudidayakan kucing dengan modal rendah. Kalau memang cat lover, bisa juga mendirikan tempat penitipan kucing. Kalau nggak punya modal banyak, jaga kucing titipan di rumah saja. Ketahuilah, banyak orang menghabiskan uang demi hewan peliharaan.

Itulah bukti bahwa kucing juga bisa jadi ide bisnis yang menguntungkan di era pandemi seperti sekarang ini. Nggak cuma menjual kucing itu sendiri, kamu pun bisa menjual makanan kucing, tempat minum dan makannya, pakaian, obat khusus kucing, eksorsis, kandang, pasir, bahkan mainan buat kucing juga laku terjual, lho! Manfaatkan teknologi yang ada. Kamu bisa promosi di media sosial atau menjualnya di marketplace online biar lebih mudah.

Kucing memang nggak cuma lucu, tapi banyak keunggulannya dibandingkan dengan hewan peliharaan lain. Asalkan diebri kasih sayang, kucing yang terkenal susah diatur bisa luluh, kok! So, setelah membaca ulasan ini, apakah kamu mulai tertarik untuk memelihara kucing?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sometimes to stay alive, you gotta kill your mind (Tyler Joseph)

CLOSE