Tak asing dengan cerita Alice in Wonderland, sejarah cerita tersebut berawal di kota Oxford. Begitu juga lamp-post yang ada di film Chronicle of Narnia, mengambil contoh dari salah satu lampu jalan yang ada di kota Oxford; kota yang namanya dikenal di seluruh dunia sebagai kota pelajar. Oxford menawarkan pesona abad pertengahan dengan sentuhan kota moderen dengan bangunan yang dominan dengan warna ivory yang sudah ada sejak periode Saxon.

Sekaligus di saat yang sama, semua orang yang mengunjungi kota Oxford bisa merasakan keintiman dan dinamika moderen kota ini. Melewati ramainya jantung kota yang dipenuhi dengan pusat perbelanjaan, cafe-restoran serta toko-toko unik dan kemudian menyusuri jalan-jalan kecil di balik bangunan tua kampus dengan dinding batu yellow limestones dihiasi dengan tanaman wisteria pada musim panas. Melangkah melalui salah satu pintu gerbang kampus sambil mendengar sepotong pembicaraan mengenai filsafat, politik maupun fisika.

Oxford berada di wilayah tenggara Negara Inggris dan ibukota dari propinsi Oxfordshire dikenal sebagai "Kota Puncak Menara" oleh penyair Matthew Arnold. Dari London, Oxford dapat ditempuh selama 1jam 40 menit menggunakan bis dengan harga tiket sekitar £20 dan selama 1 jam menggunakan kereta api dengan harga £23.50. Sebaiknya tiket dibeli dari jauh hari atau malah akan mendapatkan harga yang lebih mahal. Cukup berjalan kaki kurang dari 10 menit dari stasiun bis maupun stasiun kereta, kita akan sampai di pusat kota Oxford.

Untuk mengelilingi semua tempat wisata yang ada di pusat kota Oxford, bisa dinikmati dengan berjalan kaki, tipikal semua kota di Eropa yang semua areanya dianggap ramah bagi pejalan kaki sambil berfoto di setiap sudut jalan yang kita temui.

1. Universitas Oxford

Bagian dari Universitas Oxford

Bagian dari Universitas Oxford via https://www.hipwee.com

Sebagai rumah bagi 38 kampus dari University of Oxford yang merupakan salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia. Selama delapan abad yang lalu banyak ilmuwan, filusuf, penulis, uskup agung, dan politisi merupakan lulusan dari Universitas yang sudah ada sejak abad 12. Stephen hawking pun pernah menempuh pendidikan di sini sebelum menuntut ilmu di Universitas Cambridge.

Belakangan juga dikenal sebagai rumah Inspektur Morse dan Lewis. Universitas ini juga menerbitkan banyak referensi, karya akademik, termasuk Oxford English dictionary dan merupakan university press system terbesar di dunia dan di Inggris. Gedung kampusnya tidak hanya berpusat di satu tempat saja, melainkan tersebar di seluruh pusat kota.

Advertisement

Beberapa kampus tertua dari universitas Oxford antara lain University College (1249), Balliol (1263) dan Merton (1264). Kampus – kampus ini didirikan pada saat Eropa mulai menerjemahkan tulisan-tulisan filosofi Yunani. Tulisan-tulisan ini menantang ideologi Eropa, inspirasi penemuan-penemuan ilmiah dan kemajuan dalam seni, sebagai masyarakat mulai melihat dirinya sendiri dengan cara baru.

2. Walking Tour Gratis

Pusat Kota Oxford

Pusat Kota Oxford via https://www.hipwee.com

Bergabung mengikuti free walking tour merupakan pilihan tepat untuk menikmati tiap sudut kota ini sambil diceritakan mengenai sejarah di balik masing-masing kampus yang ada. Turis dibawa keliling selama kurang lebih 2 jam oleh mahasiswa Universitas Oxford yang bekerja paruh waktu sebagai pemandu dan dibawakan dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, sesekali diselingi candaan. sehingga sama sekali tidak membosankan.

Berkumpul di depan kampus Balliol, tepat jam 11 tur di mulai dengan melewati setiap sudut jalan kota, bangunan tua serta kampus dari Universitas Oxford yang tersebar di seluruh kota yang masing-masing memiliki cerita dan sejarah dibaliknya. Tidak semua kampus boleh dikunjungi dengan bebas. Sebagian hanya dapat dilihat halaman depannya saja jika kebetulan saat itu musim ujian.

3. Teater Sheldonian & Perpustakaan Bodleian

Redcliffe Camera

Redcliffe Camera via https://www.hipwee.com

Advertisement

The Sheldonian Theatre. Bangunan ini merupakan milik universitas dan sering digunakan sebagai tempat acara wisuda kelulusan serta acara formal universitas. Dibangun antara tahun 1664-1669 oleh Christopher Wren, bangunan ini menjadi salah satu tujuan favorit para turis. Pengunjung boleh melihat keindahan interior didalamnya jika tidak sedang digunakan dengan membayar £3.50 atau £8 jika mengikuti guided tour yang ada. Pada tahun 2011 bangunan ini memenangkan penghargaan dari Oxford Preservation Trust untuk dekorasi dan taha cahaya Sheldonian Theatre.

Masih di dalam satu kawasan yang sama, tepat persis di belakangnya terdapat sebuah perpustakaan, Bodleian Library yang merupakan salah satu perpustakaan tertua di Eropa dan tertua kedua di Inggris yang sudah ada sejak 1602. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku serta manuskrip yang cukup lengkap selama 400 tahun.

Tak jauh dari perpustakaan, terdapat sebuah bangunan yang menjadi salah satu icon kota Oxford, berbentuk bundar berkubah yang dulunya merupakan perpustakaan milik John Redcliffe yang dibangun antara tahun 1738-1748 oleh arsitek John Gibbs. Diberi nama Redcliffe Library hingga tahun 1860 dan berubah menjadi Redcliffe Camera, ketika diambil alih oleh Bodleian hingga saat ini. Camera sendiri dalam bahasa latin artinya ruangan. Redcliffe Camera masih merupakan bagian dari perpustakaan milik Bodleian.

Ada sebuah gereja bernama University Church of St Mary the Virgin persis di belakang Redcliffe Square yang merupakan tempat dimana turis bisa melihat keindahan kota Oxford dari atas dengan menaiki tangga spiral menuju puncak menara gereja dengan membayar £4. Harus ekstra hati-hati jika ingin ke atas karena tangganya cukup kecil dan harus bergantian dengan pengunjung yang akan turun dari atas.

4. Lokasi Syuting FIlm Narnia

Inspirasi film Narnia

Inspirasi film Narnia via https://www.hipwee.com

Masih ingat dengan detail figur singa pada pintu dan Lamp post di film Chronicle of Narnia? Melintasi gang kecil St Marry’s passage di samping Gereja St Mary the Virgin terdapat sebuah pintu utama dengan detail singa pada bagian tengahnya yang merupakan inspirasi bagi penulis C.S Lewis sebagai pintu menuju negri Narnia yang ada di dalam lemari baju dalam buku cerita karyanya.

Pintu ini aslinya bagian dari arsitektur milik Brasenose College. Beberapa langkah dari pintu tersebut juga ada sebuah lampu penerang jalan yang menjadi inspirasi lampu jalan yang ada di film tersebut ketika Lucy Pevensie pertama kali bertemu Mr Tumnus, yang mengatakan bahwa lampu tersebut menandai awal dari Narnia.

Masih melintasi jalan kecil lainnya, Bear Lane yang di sudut jalannya terdapat sebuah pub tertua di Oxford dengan nama Bear Inn yang sudah ada sejak abad 17, tahun 1242. Bangunan yang menempati pub ini dulunya adalah tempat tinggal yang diubah menjadi kedai dan namanya sempat berubah beberapa kali.

5. Lokasi Syuting Film Harry Potter

Divinity Hall

Divinity Hall via https://www.hipwee.com

Salah satu kampus yang cukup terkenal di kota ini adalah Christ Church College. Kampus ini memiliki halaman yang cukup besar di beberapa sisi hingga menuju ke kanal yang merupakan terusan sungai Thames. Beberapa ruangan di kampus ini pernah menjadi lokasi syuting film Harry Potter, diantaranya; The stairway; ketika Harry, Ron, Hermione dan lainnya di 'Tahun pertama' mereka, berjalan menaiki tangga besar ke Hogwarts untuk menemui Profesor McGonagall di bawah megahnya atap berkubah gothic.

Selain itu The Great Hall, yang diubah menjadi Hogwarts Dining Hall di semua film Harry Potter. Ada The Cloister (biara) ketika Hermione menunjukkan Harry piala ketika ayahnya menang sebagai pemburu di Quidditch.

Salah satu ruangan di perpustakaan Bodleian, Divinity Hall juga pernah digunakan sebagai lokasi syuting film Harry Potter; The Philosopher’s stone. Ruangan bergaya gothic dengan ceiling berbentuk kubah digunakan sebagai Hogwarts infirmary dalam film tersebut. Ruangan lainnya adalah perpustakaan Duke Humphries yang juga menjadi tempat ketika Harry Potter dengan jubahnya yang bisa menghilang mencari petunjuk di perpustakaan Hogwarts.

6. Cerita Alice in Wonderland

Toko Sovenir

Toko Sovenir via https://www.hipwee.com

Penulis cerita klasik Alice in Wonderland, Caroll Lewis yang memiliki nama asli Charles Dodgson pada tahun 1851 belajar ilmu matematika dan menjadi pengajar di kampus ini ketika ia menulis cerita tentang Alice’s Adventures in Wonderland. Tokoh utama Alice yang menjadi inspirasi adalah seorang anak perempuan bernama Alice Liddell, anak dari dekan kampus Henry George Liddell. Beberapa setting di cerita tersebut terinspirasi dari beberapa lokasi yang ada di area kampus ini.

Salah satunya adalah taman yang bernama Cathedral garden di area kampus ini yang memiliki pintu kayu berukuran kecil pada dinding batu yang membatasi antara taman kampus dan taman gereja, diceritakan sebagai pintu kecil di balik tirai, yang ada di lorong menuju “wonderland” dalam cerita Alice.

Setiap tahunnya pada tanggal 7 July, kota Oxford merayakan Alice’s day dengan berbagai acara, seperti Mad Tea party, the Caucus race dan masih banyak lagi. Terlihat sebuah toko di sebrang Kampus Christ Church, yang tidak terlalu besar dengan pintu berwarna merah dengan angka 83 menempel pada pintunya dan tertulis Alice’s shop.

Toko yang menjual souvenir tentang semua hal yang berkaitan dengan cerita Alice in Wonderland. Menurut cerita, toko tersebut adalah toko di mana Alice dan saudara-saudaranya suka membeli permen. Selain itu, digambarkan sebagai toko groceri dengan seekor domba tua sebagai penjaga tokonya dalam dalam cerita Alice “Through the Looking-Glass”.

7. Bridge of Sighs

Bridge of Sighs

Bridge of Sighs via https://www.hipwee.com

Salah satu lokasi foto favorit para turis di kota ini adalah sebuah jembatan yang letaknya ada di sisi sebelah kanan The Sheldonian Theatre. Jembatan ini menghubungkan dua buah bagunan yang bersebrangan melewati jalan New College Lane, antara kantor administrasi Kampus Hertford dengan tempat tinggal mahasiswa dari kampus Hertford.

Hertford bridge namanya tetapi lebih dikenal dengan nama Bridge of sighs karena kemiripannya dengan jembatan dengan nama yang sama di Venice Italia padahal tidak bermaksud meniru jembatan tersebut dan juga memiliki kemiripan bentuk dengan jembatan Rialto yang juga ada di Venice. Jembatan ini di desain oleh Sir Thomas Jackson yang pembangunannya selesai pada tahun 1914.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya